Sabtu, 16 Januari 2016

Teror Pocong Penagih Hutang bag 4.(Ayuningrum)

Teror pocong penagih hutang benar benar menghantui desa ini,setiap
orang yang punya hutang sama Bu Suryati di tagih setiap malam,dan
dapat selembar kain kafan dan kapuk tutup mata kalau lunas,jika masih
ada tunggakan,hanya kain kafan saja.
Teror ini benar benar bikin resah rakyat,di mana mana jadi gosip
heboh..mau di warung kopi,kantor desa,sekolah sampai bakul sayur
keliling membicarakan si pocong satu ini..yang benar benar sayang
harta,sampai udah mokat masih nagih aja,yang bikin gumun itu,kok masih
ingat,si ini hutangnya segini,yang ono utangnya segono.Busyet udah
jadi pocong pembukuan masih kinclong aje!."
,"bener pak kepsek,enggak cuma somad yang di hantui,ada
kasiran,kasmidi,rantiah dan banyak lagi,"ucap Pak Sabar berbusa busa
bikin Pak Kepsek ndelobong mendengarkan dengan takjub.
,"konon katanya,kalau masih ada hutangnya,kwitansinya kain mori,kalau
udah lunas bonus kapuk kematian!."sambar Pak Sarwono.
Jarwo manggut manggut sambil melirik Bu Mimin yang ketakutan,
,"tolong lho mas,gara gara pocong rentenir itu,hasil warungku
menurun,pada takut ke mari kalau malam,gara gara pocong itu!."
,"aku harus menemui lurah kodir,kasus pocong penagih hutang ini harus
di selesaikan,apalagi ada hal yang lebih penting,yaitu praktek
rentenir di desa ini agar tidak berkembang biak!."
Pak Lurah Kodir manggut manggut mendengar usul Jarwo,
,"kamu benar wo,seharusnya aku bisa mengedukasi wargaku agar mereka
mengalihkan pembiayaan kebutuhannya dari para rentenir dengan
sosialisasi cara meminjam ke bank yang benar,malah kalau bisa desa
punya bank simpan pinjam yang di kelola warga..tapi yang pertama kita
pikirkan cara mengedukasi warga,bagaimana caranya dan kapan
waktunya!,"
,"tenang dir,soal itu aku pasti membantumu..bahkan sejak kau mengikuti
pemilihan lurah,aku selalu mendukungmu,dengan usia mudamu aku berharap
kamu bisa membawa pembaharuan di desa ini,agar desa transmigrasi
tercinta kita ini semakin maju,"jelas Mas Jarwo
,"makasih ya wo,"ucap Pak Lurah menepuk nepuk bahu Mas Jarwo.
,"ngomong ngomong,bu lurah yang caem,udah kamu jinakkan belum?."tanya
Jarwo cengengesan,tahu kalau temannya ini masih dhewekan sama
isterinya yang ayu..dulu sok nolak sih!."
,"bukan urusanmu!."jawab Pak Lurah sewot

Tidak ada komentar:

Posting Komentar