Sabtu, 16 Januari 2016

Teror Pocong Penagih Hutang bag 3.(Ayuningrum)

,"begini nasib jadi duda,apa apa sendiri bener bener nggak
banget,"curhat Pak Kepsek sama angin yang berhembus.
Saat lagi asyik menikmati kopi hangatnya,tiba tiba ada teriakan
membahana di sambut langkah banyak kaki mendekat
,"merdeka merdeka!"mari kita sambut kebebasan kita dari para
penjajah,baru hari ini kita bebas dari rentenir paling kejam di desa
ini!."
,"ada pawai apaan,pasti ini antusias warga karena bu suryati sudah ke
alam kubur jadi mereka bebas dari praktek rentenir!."tapi kebangeten
baru tadi siang meninggal,"ujar Jarwo buru buru berlari ke depan
rumahnya.
,"stop!."kebangeten kalian ini,hari ini masih tahlilan hari
pertama,kalian udah pesta pesta,jaga dong perasaan
keluarganya!,"teriak Jarwo marah marah
,"iye pak kepsek..kami minta maaf,sebenarnya sih kita ngerti,tapi..pak kepsek
ngertiin kita juga dong!."habis selama ini kita di tindas praktek uang
hamil tuanya dengan bunga tinggi,"ucap Pak Sarwono
,"iya..pak kepsek sih enak,soal uang mah berlebih..ngak mungkin berurusan
sama nyai kembang,walau soal wanita pak kepsek sih jablay,apalagi janda pujaan
hati masih memberlakukan embargo cinta,"sindir Pak Sabar
,"tutup mulutmu,nggak usah bawa bawa ani!."seru Pak Kepsek sewot.
,"tolong..tolong,bu sur bangkit dari kubur!."teriak Pak Somad
menghampiri kerumunan ini.
Tapi orang orang malah tertawa keras,mereka menertawakan Pak Somad
,"masa seh!."
,"ya iyalah masa ya iya iya dong!."
,"bener yang aku katakan,kalian boleh enggak percaya..dia baru saja
mendatangiku,menagih hutangnya!."
mendengar ucapan Somad,rata rata mencibir saja.
,"mad..mad,kamu ngigau ya,mana ada orang mati butuh dhuwit,mau beli
mobil di akherat,ketemunya malaikat penjaga kubur,masak malaikat bisa
di sogok macam gubernur kita,rusli zaenal!."seru Pak Sabar
,"sudahlah..lebih baik kamu pulang saja ke rumah!."malam malam nanti
kamu masuk angin!,"timpal Pak Sabar
,"nggak percaya,kalau sudah ketemu kalian pasti tahu rasa,"ancam Somad
sambil berlalu pergi,tiba tiba perasaan Jarwo nggak enak,bisa juga kalau
arwah Nyai Kembang nggak tenang karena banyak di sumpahin masyarakat
desa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar