Sekumpulan orang jongkok dekat dengan bunga peniti(bunga pagar yang
daunnya kecil,baunya nggak nahan biar nyamuk jauh kale!."jauh deh..
sama bau dik ani yang wangi bikin pak kepsek seperti iklan salah satu
parfum paling terkenal saat mas Jarwo masih ingusan dulu sampai
sekarang masih ada dengan tagline,"kesan pertama begitu menggoda
he..he..).mereka lagi mengintai rumah Pak Tarno yang malam ini di
deteksi tim ahli kejahatan pocong yang di ketahui Mas Jarwo lagi dapat
giliran di tagih pocong penagih hutang,di antara mereka pasti ada
pimpinannya Mas Jarwo yang sok kecakepan dan tak lupa pak lurah yang
humble tapi tegas.
Tangan Mas Jarwo bingung kipas kipas mengusir nyamuk
,"sialan!."nih nyamuk semangat banget nyerot darahku!."seru Mas Jarwo bingung
,"hussh!."
,"iye iye,aku ngerti tahu,"jawab Jarwo kesal memandang bapak bapak
lain yang melotot sambil menutup mulut mereka ama jari telunjuk.
Pak Hansip niup peluit bikin bapak bapak kembali konsentrasi memandang ke depan.
Tak berapa lama,angin berhembus kencang,suara ranting kering
berjatuhan..daun berguguran,dari jauh sesosok bayangan putih
mendekat..meloncat loncat,
,"pocong mendekat!."seru baju biru mau berlari tapi celananya di tarik
Pak Sabar.Bayangan itu mendekat,pocong noleh sana sini,Jarwo
memperhatikan pocong itu dengan seksama..tapi tiba tiba otaknya
menangkap sesuatu yang aneh,"kalau ini pocong bu suryati seharusnya
khan nggak punya kumis,lha ini kok punya kumis..!."
Jarwo tambah melotot,karena melihat pocong itu pakai sandal merek gaul
masa kini.
,"alamak jan,gaul amat pocongnya!."seru Jarwo melompat lalu menendang
kaki pocong,dianya terguling..dari balik seragam kebesarannya keluar
bungkus rokok.Melihat ini Pak Kepsek yang ganti kesurupan kuntilanak
karena keyakinannya makin besar,kalau ini mah masih belum masuk
kubur!,"dia menarik baju kebesaran sang pocong ternyata di dalamnya
ada singlet ama celana kombor pendek dan alamak..kakinya penuh
bulu..membuat bapak bapak pada takjub
,"wow..nyamar jadi pocong ternyate!."
mereka mau ngebuki,tapi di larang sama pak Lurah
,"stop..stop,jangan main hakim sendiri,ini negara hukum!."
Pak Sabar bertindak cepat,dia menghapus bedak muka si pocong..serentak orang
orang kaget,ternyata Bang Usman asisten Bu Suryati,pantes tau aja
pembukuan Bu Suryati,emang abdi dalem.
,"ampun..ampun pak lurah,saya terpaksa karena kena rentenir lain,bu
saropah..renten desa sebelah."ucap Bang Usman ketakutan memegang kaki
Pak Lurah.
,"soal itu,aku tak berani memutuskan,kita perlu musyawarahkan
dulu..lebih baik kamu ikut dengan sukarela tanpa paksaan ke balai
desa,"ucap Pak Lurah di ikuti yel..yelan warga.
Akhir kata setelah melalui sidang yang ulet,lewat berbagai
pertimbangan dari warga,para penghutang juga Mas Bima selaku wakil
keluarga almarhum yang merasa di rugikan,tibalah di putuskan bahwa
warga memaafkan Bang Usman dan soal hutangnya di lunasi Mas Bimo.
,"pokoknya jangan jadi pocong lagi ya bang!."catet!."pesan para warga
agar kita jaga kerukunan dan kesatuan NKRI,ntar lagi kita pemilu
coblos partai pilihan hati nurani bukan partai pocong lho!."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar