Suara bising sahut menyahut singgah ke kuping Mas Jarwo,dia melirik ke
sana sini,rapet amat ye!."emang ruangan balai RW ini lumayan kecil dan
untuk warga RW ini emang banyak,maklum program KB kurang berjalan
kali..atau auh ah gelap..!."kagak ngarti aku,"itu kata Mas
Jarwo..ya.Suasana daerah sini yang hujan
terus..terus!."asyeek..!."kecuali duda kagak ada teman tanding!."
,"pak lurah,kita harus secepatnya menangkap pocong yang meresahkan
desa,"ucap Pak Sabar selaku HANSIP memulai pembicaraan.
,"ya itu benar,tapi bagaimana caranya,apa kalian ada saran?."
,"bagaimana kalau kita data,siapa aja yang punya hutang sama dia..jadi
kita tahu yang akan di datangi makhluk astral itu,jadi kita bisa
menangkapnya,tanya..maunya apa?."saran Mas Jarwo.
,"setuju aku saranmu wo,bagaimana yang lainnya?."tanya Pak Lurah
,"ya,kami setuju aja pak,asal nangkapnya rame rame jadi kita enggak
takuut!."seru Pak Sarwono mewakili lainnya.
,"bagaimana pendapatmu mas bimo selaku putera almarhum?."tanya Pak Lurah
,"intinya saya setuju,tapi saya paling tahu apa yang di maui ibu
adalah uangnya,jadi yang punya hutang sama ibu,jujur saja sama
saya,ntar saya kasih uang,biar uang itu yang di berikan ke ibu."ucap
Mas Bimo dengan suara parau,dia sudah lelah dengan apa yang di lakukan
ibunya tapi bagaimanapun tetap ibunya yang melahirkannya,merawatnya
dan menyekolahkannya sampai menjadi orang,mungkin ini saatnya dia
membalas budi ibunya.
Horee!."teriakan bapak bapak mendengar ucapan Mas Bimo,terus pada
diam..di otaknya ada yang mesum mesum,
maklum nanti malam ada yang ngasih begituan,he..he!."
,"ya..soal ini harus di tuntaskan,aku nggak mau lagi di kejar
kuntilanak!."seru Jarwo berapi api.
,"kok kuntilanak wo,ini khan pocong,"protes Pak Lurah. Jarwo nyengir kuda.
,"kemarin tho pak kepsek lari larian ama dik ani dari kuburan,di kejar
kuntilanak ya!."makanye kuburan itu buat berdoa,bukan buat
pacaran,"sindir Pak Sarwono,bikin Mas Jarwo klep klakep.Sedang orang
orang tertawa lepas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar