Antara Dollar Dan Yuan
Pukul sembilan malam,Pak Kepsek menstarter montor maticnya menuju warung bu
Mimin yang berada di bawah pohon kelapa sawit.
Warung kecil ini menjadi hiburan para warga transmigrasi untuk melepas
penat setelah seharian bekerja di ladang sawit maupun karet.
Jadi nggak heran kalau malam gini,bapak bapak pada ngumpul dari berbagai
suku seperti Batak,Melayu,Minang,Jawa dan Sunda.
Di daerah baru ini semua merasa saudara karena mereka bersama sama dari
daerah asal pergi transmigrasi untuk kehidupan lebih baik.
Di warung pak Kepsek yang berstatus duda di tinggal mati sudah di tunggu
pak Sabar ama pak Sarwono,dua hansip desa yang bawel banget.Apalagi kalau
lagi nyindir Jarwo yang asmaranya sama dik Ani,janda bahenol pujaan hati
selalu tarik ulur,kalau dik Ani narik eh mas Jarwo ngulur begitu pula
sebaliknya.
,"aduh pak kepsek,kok loyo,ini pasti gara gara dik ani main hati,"sindir
pak Sabar yang langsung bikin Jarwo manyun.
Ke warung itu cari hiburan,mumpung kedua anaknya tidur dan kini di jaga
ibunya setelah seharian berkutat sama pekerjaannya dan momong kedua
putrinya,Nastiti yang berusia 4,5 tahun dan Narmita yang berusia 7
tahun,kini duduk di bangku SD kelas 1.
,"ini bukan soal ani tapi rupiah kita yang semakin loyo musuh
dollar,sekarang satu dollar sekitar empat belas ribu,"jawab Jarwo.
,"ngapain pak kepsek mikirin dollar,kita khan beli beli apa apa pakai
rupiah?."tanya pak Sarwono ingin tahu.
Jarwo mendengus kesal,kalau ngomongin Ani nggak kalah ama pengamat politik
macam Hantayuda ngomentarin Koalisi Merah Putih yang kini di tinggalkan
matahari biru alias PAN dan bergabung dengan pemerintah.
,"indonesia itu negara pengimpor,dari barang elektronik sampai bahan pangan
seperti daging,kedelai dan teman temannya,karena itu jika dollar naik
otomatis jadi mahal,"terang Jarwo berapi rapi nggak kalah ama orator demo
buruh 1 September kemarin.
,"jadi kemarin daging naik karena dollar bukan ada mafianya yang langsung
sigap di tangani pak budi waseso yang kini jadi kepala BNN,"timpal pak
Sabar yang sedikit mengerti dunia politik.
,"mafia iya tapi dollar naik juga,"jawab Jarwo sambil matanya celilang
celiling,sapa tahu janda pujaan hati beli gorengan malam ini.
,"emang mafia itu apa tho pak kepsek?."tanya bu Mimin pemilik warung yang
berasal dari suku Sunda.
,"mafia itu orang yang mengambil keuntungan besar dari suatu produk,caranya
macam macam mulai dari menimbun barang dulu agar langka di pasaran sehingga
harga barang naik atau seseorang yang memonopoli perdagangan suatu barang
macam monopoli garam,"terang Jarwo.
,"pak kepsek juga maunya jadi mafia cinta,ingin memonopoli hati dik
ani,"sindir Sarwono mulai usil lagi.
,"pak kepsek harus memberi kesempatan dik ani move on dulu dari almarhum
suaminya,namanya cinta pertama dan suami pertama."nasehat bu Mimin membuat
Jarwo tersenyum
,"emang dollar naik sebabnya apa sih pak kepsek?."tanya pak Sarwono lagi.
,"karena ekonomi amerika semakin kuat sedang tiongkok melemahkan nilai
tukar yuannya,"
,"wah..wah,gajah yang perang,kita kena imbasnya,"timpal bu Mimin
,"ya namanya aja negara berkembang,yang penting kita galakkan sektor
produksi di indonesia dari UKM,petani dan nelayan agar mereka bisa
menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi,ini tantangan pak presiden
bersama menteri terkait agar indonesia siap menghadapi MEA karena negara
yang unggul dalam kwalitas hasil produksi bisa menjadi pemenang di
sini,"pungkas Mas Jarwo berapi rapi melirik dik Ani kok nggak muncul
muncul,apa jam segini udah tarik selimut bobok bobok cantik.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar