Kamis, 17 Mei 2018
Bab 10 Cinta Gadis Indigo
Bab 9 Cinta Gadis Indigo
Bab 8 Cinta Gadis Indigo
Bab 7 Cinta Gadis Indigo
Bab 7 Cinta Gadis Indigo
Ana ngerol rambutnya di meja rias,ternyata rolnya kurang satu. Ana mencari cari di atas meja tetapi tidak ada,lalu ia keluar kamar menuju ruang TV. Ara dan Lia lagi nonton TV.Ana seliweran di depan TV sambil melihat ke kolong meja. ,"minggir dong!."nyari apaan sih?."tanya Lia jutek ,"rol rambut aku!."kemarin ngelinding di sini!."jawab Ana ,"udah deh an,nanti kita telat..biar yang satu nggak usah di rol dan di pakei jelly,buat poni aja,"saran Ara ,"thank you..," Ana bangkit menuju kamar,di ikuti Lia ,"bagaimana cowoknya an,beres khan?." ,"iya..jaminan mutu!." ,"lagakmu kayak sales baygon semprot!."tapi gantengnya kira kira mirip siapa an?." ,"eh..eh,ya..sebelas dua belas ama jimmy lin!." ,"yang bener..ku pegang kata katamu!." Tiba tiba suara bel berbunyi,Lia segera berbalik menuju pintu.Ia membuka pintu dan langsung berteriak, haaa..!!! Tampak di hadapannya,Satrio dengan kacamata super tebal entah lensanya dobel berapa?.kemeja putih dengan dasi kupu kupu dan celana putih. Satrio nyengir bloon. Lia langsung buru buru menutup pintunya kembali.Ara tampak heran.Lia tersenyum ke arahnya seolah tidak ada apa apa. ,"ana..sini temanku tersayang!."serunya di lembutin padahal aslinya dongkol segedhe gunung anakan. Ana datang,langsung di tarik keluar rumah.Ara tambah bingung melihat tingkah Lia. Lia berkacak pinggang dengan mata melotot ,"aduh..kamu malu maluin aku,deh!.kalau temen temen lihat penampakan gaib sewaanmu itu,ara bakal di ketawain dan si ken pasti pamer senyum kuntinya,tau nggak?."katamu jimmy lin,ini sih jimmin..bakul kredit keliling,kamu liat matanya ampe perlu di bantu kacamata kuda karena kebanyakan ngelihat angka!."omelan Lia panjang lebar,bikin Satrio ketakutan dan tanpa basa basi segera kabur dari tempat itu sebelum dia di omelin kembaran Mak Lampir. Ha..jantung mereka berdegup kencang ketika memasuki pintu rumah Ken,di sambut suasana meriah dengan celotehan celotehan anak remaja dan musik romantis dari negeri seberang,"Isabela from Search," ,"Isabela adalah kisah cinta dua dunia," mereka berusaha mati matian untuk tidak menghiraukan ketakutan yang sebenarnya sudah merayapi seluruh persendian. Dengan gerakan lambat,mereka berhenti sejenak di dekat meja dengan pandangan melas akibat kurang pede karena di pesta ultah anak SMU,daya tarik,kecantikan dan fashionable menjadi taruhannya.Di sini,Now!. Mereka melihat yang datang pada berpasang pasang berbeda dengan ketiga jomblowati,ya memang kadang jomblo memalukan. Angin kencang yang entah berhembus melalui jendela lebar menabrak mereka. Sejenak mereka inpeksi diri,saling lirik untuk menyakinkan diri masing masing dan detik berikutnya mereka melangkahkan kaki menuju sebuah sofa yang isinya nenek sihir sama ajudan yang tunduk dalam kekuasaan black magicnya. Pandangan mata meremehkan Ken menusuk dari balik bulu mata lentiknya yang Lia berdoa,semoga bulu matanya rontok!." sedang sang ajudan memandang Ara dengan tatapan mata antara rindu dan rasa marah. ,"selamat ulang tahun ken?."nih..hadiah dari kami bertiga dan perlu kamu ingat kalau nggak karena solidaritas aku sama ara,ogah datang ke sini,"ucap Lia jutek. ,"Lia..jangan mancing kemarahanku ya!." ,"sudah..sudah,ayo ken kita sambut tamu!."permisi ya ra,lia dan ana,"ucap Aryo lembut menarik tangan Ken dan mengajaknya pergi di ikuti pandangan AB FLOWER. Malam makin merambat,ketiganya bete berat...ngelihat Ken sama Arya asyik berdansa. Suara bel rumah berbunyi. Tapi nggak ada yang denger karena suara musik kecuali AB FlOWER yang lagi bete membuat sensor dengarnya meningkat lebih peka. Lia dan Ana inisiatif membuka pintu,di hadapannya berdiri cowok keren dengan membawa bunga.Mereka berdua terpukau oleh ketampanannya. ,"cari siapa?."tanya Ana manis ,"Oo..cewek jomblo cakep bukan di sini!."sambar Lia. Ken muncul di antara Ana dan Lia. ,"hai..Udah lama,ya?."cari siapa?."Ken bertanya dengan nada ceria ,"baru aja..,boleh aku masuk..,"jawab cowok itu yang tanpa basa basi melangkahi tiga cewek yang takjub melihatnya. ,"aku sangkain itu atalarik syach yang lagi memberi kejutan ama fansnya!."seru Lia ,"semenjak berpandangan mata,hatiku telah tergoda,senyumanmu yang menawan memikat hatiku."dendang Ana di sambut gerutuan ,"sial..apa dia nggak tahu aku yang ultah," ,"nggak kali,habis tampangmu kayak tukang sikat wc nya,"sindir Lia. Suasana mau memanas bersamaan melihat adegan romantis di sudut ruangan yang bikin semua anak anak di situ terpana dan tidak bisa ngomong apa apa. Cowok kembaran Atalarik Syah ini mendekati Ara dan memberi bunga kepada Ara. Ara tidak bisa ngomong apa apa,dia juga bingung karena tidak pernah mengenal cowok ini.Tapi tersentak kaget saat wajah cowok ini berubah menjadi Rana Purbaya.Ara kini tahu,Rana meminjam wadag kasar cowok ini. ,"ini buat kamu ra."ucap cowok itu membuka sebuah kotak kecil berisi kalung dan liontin bunga teratai dan dengan adegan benar benar so sweet dia memasangkan ke leher Ara lalu mencium kening Ara,mengucap says good bye. Melangkah pergi ke pintu menuju mobilnya,membuka pintu dan masuk terus meninggalkan halaman rumah Ken dengan boil kerennya. ,"hu..hu!."teriak Anak Anak,sementara Arya menghela napas panjang dan membanting dirinya di sofa. Lia segera menarik Ana yang masih di awang awang hayalannya soal cowok ama romantisme. ,"hmm..romantis sekali..," ,"hh..iya juga ra,apa sih resepnya..kamu cepet juga dapatin cowok pengganti?."tanya Ana ,"rana bukan cowok pengganti tapi hatiku!."seru Ara ,"cowok pengganti,enggak enak banget,nggak level kali sama kak arya,tuh cowok putih mulus,kinyis kinyis sementara yang satunya hitam meles,mau di rendem deterjen satu kilo pigmennya nggak bakal luntur!."seru Lia muji cowok barunya Ara sambil mengerling matanya membuat aroma sirik Ken keluar. ,"maksud kamu lia,ara itu ikut kata pak kyai,buanglah yang jelek dan ambillah yang baik!." ucapan Ana membuat tertawa seisi ruangan. Sementara Ara saling berpandangan dengan Arya. Bagaimanapun sisa sisa cinta di antara mereka masih ada.
Bab 6 Cinta Gadis Indigo
Bab 5 Cinta Gadis Indigo
Bab 4 Cinta Gadis Indigo
Bab 4 Cinta Gadis Indigo
Saat Jam istirahat,kantin sesak dengan siswa siswi SMU TUNAS PERSADA. Terlihat AB Flower ada di pojok ruangan asyik ngobrol,Lia sebel melihat Ana makan bakso telap telep mana tambahan tahu isi 2 dan bakwan 2,tapi anehnya bodi Ana teteup langsing neh!."bikin Lia iri,maklum dia perlu diet ketat. Apalagi kalau gemuk dikit,Ana pakai nyindir ,"kamu kurus kok lia kalau di lihat pakai sedotan!."buat Lia pengen masukkan sedotan ke hidung Ana. Lia melirik Ara yang malas makan ,"ada apa sih ar?." ,"aku denger gosip yang beredar,kak arya sama ken,di ganggu hantu di kamar kecil." ,"syukur!."sekalian tuh sepasang kunyuk di bawa ke alam gaib,bikin eneg aku!."seru Lia sambil menengadahkan tangan ke atas bikin tertawa seluruh kantin ,"lia..sebenarnya yang patah hati itu kamu apa ara,kok sewot banget?."tanya Heri ,"not your bisnis,oke!." ,"jangan jangan kau naksir arya juga!."ledek Heri di ikuti gelak tawa teman temannya. ,"buka kupingmu lebar lebar,andai dunia ini tinggal tersisa aku sama Arya,mending jomblo kali daripada laki laki tidak setia!,"jawab Lia berapi api,sampai berdiri dengan tangan menunjuk nunjuk. ,"hu..hu!."koor anak anak. Sementara Ara matanya berkaca kaca sedang Ana matanya melotot dengan pentol bakso ada dalam mulutnya. ,"sudah..sudah,aku mau bicara serius!."seru Ara menarik tangan Lia,bikin Cewek AB Flower yang paling emosian ini kembali duduk. ,"Lia,ada yang aneh dengan darah itu,hilang tanpa pesan..aku sudah tanya sana sini,hari itu tak ada yang bertengkar di sana," ,"benarkah ar?."memang aku dengar rumor,kamar kecil paling ujung ada hantunya.Tapi kamu getol banget nyelidikinya?." ,"enggak sih,cuma penasaran saja..aku merasa ada sesuatu di sana yang jahat dan berkaitan denganku,"ucap Ara lembut memegang tangan Lia,matanya terpejam..Ara melihat seorang gadis dengan wajah penuh luka dengan mata hitam kelam seakan ingin menyedot Ara dalam kegelapan ,"tidak!tidak!,"seru Ara,dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.Menangis.takut. ,"ra..kamu baik baik saja?."tanya Lia mengguncang guncang tubuh Ara. Gadis ini mengangguk,Lia menghela napas,rasa takut menghantuinya karena dia tahu,firasat Ara tidak bisa di anggap main main,Ara punya kepekaan pada sesuatu yang tidak nampak..tapi dia enggan mengaku pada semua orang,bahkan pada Lia hanya tersirat,tidak terang terangan,mungkin inilah penyebab Arya berpindah hati karena Ara menunjukkan keanehan keanehan yang tidak di mengertinya. ,"haruskah aku terlalu membenci kak arya..?.". ,"siapa yang tidak masuk hari ini?."tanya Bu Rani,Guru bidang studi Matematika yang kini berada di depan kelas. ,"ada tiga orang yang tidak masuk,"jawab ketua kelas. ,"hmm baiklah..bagaimana jika kalian bertiga pindah ke depan!,"perintah bu guru menunjuk AB Flower. mereka saling berpandangan. ,"maju kalian!."apa mau nyontek di belakang!."sindir Ken membuat Ara berdiri cepat,pindah ke depan membuat kedua sahabatnya mengekor. Ara terlihat gelisah,badannya menggigil,matanya melotot tajam saat melihat sesosok bayangan menuju ke arahnya,dia menggeleng-geleng kepala,mencoba bangkit. Semua mata tertuju padanya ,"ara,kamu kenapa?." tapi terlambat,sesosok bayangan memasuki tubuhnya.Tiba tiba Ara menjerit keras,memukul mukul meja. ,"Ara!."hardik Bu Rani Ara tidak mendengarkannya,dia malah berdiri lalu berlari mengitari ruangan,menjatuhkan meja Kenanga,mengacak ngacak buku bukunya. Ken kebingungan,beberapa anak laki laki segera menangkap Ara,bermaksud menenangkannya.Tubuh Ara tiba tiba saja menjadi kaku. Dia mengibaskan pegangan dua temannya yang kemuadian terpental ke belakang. Ara melakukannya dengan mudah seperti mengibaskan sehelai rambut di bahunya.Ringan bikin anak anak menjerit keras. Mata Ara terbelalak,memandang Ken dengan aura dendam,terlihat bayangan samar wajah gadis lain,Ken ketakutan..Dia menuju pintu,rambutnya di tarik Ara ,"ra..lepaskan!."seru Ana,sedang Lia terlihat kebingungan,dia tak mengerti kenapa Ara begini,sekaligus seneng,Ken di gituin Ara,rasain lu!." suasana kelas berubah chaos.Tak terkendali,bu Rani berusaha tenang berteriak teriak ke arah murid murid yang berdiri di pojok pojok ruangan ,"ih,ngeri,si ara kok jadi begini sih lia." Lia hanya mengigit ujung jari menanggapi pertanyaan Ana.Sementara itu Ara semakin liar,dia mulai melempar kursi ke luar jendela dengan satu tangan sedang tangan satunya tetap menarik rambut Ken hingga Ken tidak bisa melarikan diri,kekuatannya begitu besar seakan hanya melempar bungkus snack. Murid murid semakin merapatkan diri,ada beberapa yang berpelukan. ,"bu..apa yang terjadi!."tanya murid murid minta penjelasan ,"Ara kesurupan..,"jawabnya membuat yang lain semakin di cengkeram ketakutan. Ada tiga murid yang tidak menunggu lagi,mereka segera kabur melalui jendela.Sontak di ikuti murid lain. Tinggal Bu Rani,AB Flower dan Ken yang di dalam kelas. Ara mengambil gunting,dia ingin menusuk Ken,tinggal beberapa detik sebelum mendarat di leher Ken. ,"Ara..jangaaan!."teriak Lia,membuat Ara menoleh..Matanya keduanya berpandangan,Lia memandang mata Ara yang mengisyaratkan permintaan tolong," ,"Tolong Aku!." bersamaan Ken bisa lepas dari cengkeraman tangan Ara. tiba tiba wajah itu berubah mengerikan...berbalik,tangannya mengambil gunting sambil berlari mengejar Ken. Mereka saling berkejaran,menyusuri koridor..Jeritan murid murid membahana di seluruh sekolah. Sampai di toilet sekolah,Ken berhenti di toilet paling ujung,menabrak tembok. Dia terduduk di koridor lantai toilet.Meraung raung,meminta ampun pada Ara,Ara tersenyum sinis..bersamaan tembok toilet mengeluarkan kabut..yang perlahan tapi pasti membentuk sesosok cowok tampan berkulit putih kaukasoid,bibirnya merah..dengan lekukan di dagunya.Tubuhnya tinggi tegap khas Eropa dan sepasang matanya yang tajam tampak serasi dengan hidungnya yang mancung. Dia menatap pada Ara lembut,dan menatap tajam pada makhluk halus di dalam tubuh Ara. Membuat Ara bergetar hebat,lalu melolong panjang,tubuhnya menelungkup ke tanah. Ara berbaring lemas di tempat tidur UKS,di sampingnya duduk kedua temannya.Dia merasa demam dan haus sekali,Baru saja dia sadar,saat akan menggerakan tubuhnya,dia merasakan pusing yang sangat hebat. ,"auw!."jeritnya,saat sepotong tangan menampar pipinya. ,"apa apaan kamu kak Arya!."teriak Lia..Membuat Ara terbelalak,dia memandang wajah Arya yang di liputi kemarahan tingkat tinggi..selama mengenal Arya,Ara tidak pernah melihatnya,membuat batinnya terasa teriris..kini dia tahu,betapa Arya mencintai Ken. ,"kau..puas,telah menyakitinya..jawab,ra!."teriak Arya keras,membuat Lia marah,dengan kekuatan penuh,dia menendang perut Arya hingga cowok ini jatuh terduduk menabrak kursi kayu. ,"dengar ya kunyuk,ara kesurupan,itu bukan keinginannya!."
Bab 3 Cinta Gadis Indigo
Bab 2 Cinta Gadis Indigo
Bab 1 Cinta Gadis Indigo
Bab 1 Cinta Gadis Indigo
Pukul lima sore,kursus bahasa Inggris yang di ikuti dua puluh siswa SMU TUNAS PERSADA berakhir dan seperti biasa,sang Guru mengajukan pertanyaan klise ,"oke,any question?" "Nooo..." Mendengar kekompakan jawaban para siswanya si Guru nyengir dan di biarkan mereka berhamburan keluar dari ruang kelasnya.Tidak terkecuali tiga sahabat yang mukanya lumayan imut,dengan menyandang tas punggungnya masing masing ketiga siswi kelas satu SMU ini melangkahkan kakinya.Yang pertama Teratai atau yang biasa di panggil Ara,gadis berdarah Tionghoa Jawa ini terlihat murung,mendung menghiasi wajah cantiknya,sedang di belakangnya kedua sahabatnya.Ada Dahlia yang biasa di panggil Lia,gadis berdarah Jawa Bali terlihat ceria,di sampingnya ada Cendana,gadis blasteran Jawa Eropa, yang atu ini hatinya lagi mekar seperti bola bekel kecelup minyak,hari ini dia akan menonton film kegemarannya yang di bintangi bintang film pujaannya Jimmy lin. Dengan pandangan penuh emosi,Ara memandang sepasang kekasih yang menuju ke belakang gedung sekolah pastinya ke jajaran kamar kecil yang terletak di sana karena Ara hapal banget hobi sang cowok yang suka mojok di toilet karena dulu cowok itu pernah menjadi bagian dari cerita indah masa remajanya. Dia ingat kisah mulanya dengan cowok bernama lengkap Arya Karmapala,kakak kelasnya di SMPnya dulu,kisah cintanya yang di mulai lewat surat..pakai pos?."enggak lhah!."begini lho ceritanya. Untuk menunjukkan kualitas sekolah SMPnya,pihak sekolah menyelenggarakan berbagai kursus bagi muridnya yang berlangsung sore hari,sekalian memanfaatkan ruangan kelas yang kosong pada sore hari. Di antaranya ada kursus bahasa Inggris dan komputer untuk kelas 1 dan 2 SMP.Sedang kegiatan bimbingan belajar bagi siswa kelas 3 SMP yang akan menghadapi EBTANAS seperti pelajaran matematika,fisika,dan biologi. Ara sendiri amat tertarik mengikuti kursus bahasa Inggris yang bertempat salah satu ruangan kelas tiga SMP.Jadi bila pagi sampai siang harinya kelas itu di pergunakan untuk siswa kelas tiga,maka pada sore harinya kelas yang sama di pergunakan untuk peserta kursus bahasa Inggris. Suatu saat ia mendapati secarik kertas terlipat rapi di pojokan kolong mejanya yang pastilah berasal dari siswa kelas tiga yang menduduki kursinya.Lantas di bacanya isi surat tersebut. Hai!."Apa kabarnya!Kamu pastilah salah satu peserta kursus bahasa Inggris,boleh kenalan nggak?."nama saya kayak pangeran di sandiwara radio Babad Tanah Leluhur,ciri ciri saya,"gantengnya nggak nanggung,mirip Andy Lau kepencet pintu atau kalau lagi cengengesan mirip Keanu Reeves di film Drakula,"oke sekian dulu,surat perkenalan dari saya,balas yaah!." lumayan menghibur surat perkenalan Arya,namun Ara tidak tertarik membalasnya.Di kembalikan surat itu ke tempat asalnya. Anehnya,meski Ara tidak jua membalas suratnya tapi Arya tetap rajin mengiriminya surat.Tanpa di sadari benar,akhirnya Ara terbiasa mencari surat dari Arya setiap kali kursus. Ia menjadi suka sekali datang lebih dini dari teman teman sekursusnya supaya dapat segera membaca surat dari Arya.Biasanya begitu pantatnya menyentuh alas kursi,tangannya langsung terjulur merabai pojokan kolong mejanya untuk mencari surat itu.Isinya makin lucu saja dengan berbagai topik,mulai dari film kesukaan sampai acara TV,Depot Jamu Kirun yang ngetrend di TVRI yang di gawangi Kirun,Bagyo Dan Kholik. Ara seringkali tersenyum geli setiap kali usai membacanya. Sampai suatu hari,Ara membaca komentar Arya yang amat kritis.Dalam suratnya ia menyatakan kegembiraannya karena pembaca suratnya masih setia membaca surat suratnya.Hal itu di ketahuinya dari adanya perubahan letak lipatan kertas suratnya. Sungguh Ara tidak menyangka sebegitu cermatnya Arya memperhatikan posisi lipatan kertas suratnya di pojokan kolong mejanya untuk mengetahui apakah suratnya itu terbaca atau tidak. Lagi lagi Ara tidak membalas surat si cowok,tapi kiriman surat si cowok terus lancar sampai saking gemasnya dengan tingkah Ara,Arya menulis surat yang memperkirakan kalau pembaca suratnya adalah seorang cowok yang tentu emoh kenalan dengan sesama cowok seperti dirinya atau kalaupun pembaca suratnya ternyata adalah cewek,maka Arya menuduhnya sebagai cewek yang dingin,frigid atau lesbian. Sudah tentu,Ara tidak terima di tuduh seperti itu,dia merobek secarik kertas dan di tulisnya begini ,"apa kabarnya nih,kak Arya?."aku cewek asli,tak percaya..ayo ketemuan!." entah kesurupan setan mana,Ara terkenal lembut dan pemalu berani menantang cowok kayak githu!. Betapa gembiranya Ara ketika menerima balasan dari Kak Arya. ,"sebenarnya aku bisa saja menyelidiki dirimu,tapi aku tidak mau melakukan hal itu.Aku ingin mengetahui apa yang ingin ku ketahui darimu atas seizinmu,jadi aku benar benar cowok gentle kan?.Tapi sebelumnya jangan kaget lho lihat aku?." Dengan senyum Ara membalas surat Arya ,"aku tidak takut kok,karena aku juga bukan cewek yang menarik,sampai saat ini belum ada cowok yang tertarik padaku." Arya membalas ,"aku yakin kamu orangnya cantik,dari tulisanmu yang rapi dan jelas.Aku bayangin kamu mirip Puput Melati,he..he..,"karena itu kita bertemu yuk..!."besok sore di toilet belakang sekolah setelah kamu kursus bahasa Inggris,ku tunggu yuk!." pukul empat sore tiga tahun lalu,dengan jantung berdebaran amat kencang,Ara menapaki jalanan yang mengarah pada toilet sekolahnya. Di tundukkan kepalanya dalam dalam seolah ingin di sembunyikan paras wajahnya dari pandangan Arya. Kepala Ara mulai terangkat saat kakinya mencapai pepohonan yang rimbun di sekitar kamar kecil sekolahnya.Matanya mulai mencermati area sekitar toilet,eh.Kok sepi?." Dengan perasaan gusar,dia melirik arlojinya kapan dia datang?."tanyanya dalam hati. Setelah menunggu beberapa lama,Ara jadi bete,maka di putuskan untuk segera meninggalkan kamar kecil ini.Dan ketika tubuhnya di balikkannya,ia jadi terkesima melihat sesosok tubuh maskulin yang tahu tahu saja memunculkan dirinya dari balik pintu masuk kamar kecilnya. ,"astaga!."hitam sih tapi manis..euih!."di dukung postur tubuhnya yang tinggi. ,"ara..?."panggilan lembut Arya segera saja membuyarkan keterkesimaan Ara,". , "eh!Ooh..nggg..,"Ara tidak mampu lagi menyembunyikan kegugupannya.Bikin Arya tertawa renyah. ,"jangan gugup begitu,ah,Ara.Liat,aku sendiri nggak pa-pa meski aku merasa suprise melihat kamu yang caem abis,"bisiknya dengan kedipan mata menggoda,"ah,aku jadi tidak sabar lagi jadi pacarmu!." ,"antarkan aku pulang,er,"Ara menukas cepat dan galak.Arya tersenyum melihat beliakan mata Ara. Sejak saat itu,mereka gencar surat menyurat lewat kolong meja, diam diam sering bertemu di toilet sekolah dan berakhir jadian.Tiga tahun mereka merangkai cinta sampai peristiwa perselingkuhan Arya dengan Kenanga yang merupakan sahabat dekat Ara sejak SD menghancurkan jalinan cinta mereka.