Sabtu, 31 Desember 2016
Kisah Dewi Bulan Dengan Pemanah Matahari
Kisah Dewi Bulan Dengan Pemanah Matahari
Ada berbagai versi kisah cerita rakyat tentang Chang-E, sang Dewi Bulan dan Pemanah Matahari dalam legenda Tionghoa namun kisah ini juga yang menjadikan sejarah dan asal-usul nya penyajian Perayaan Kue Bulan setiap tanggal 15 bulan 8 penanggalan Imlek. Ketika bulan menunjukkan keindahan secara penuh, para pria dan gadis gadis cantik Tionghoa akan keluar rumah untuk melihat ke bulan dan mengingat Kisah Kehidupan Chang-E. Perayaan ini juga dikenal sebagai Festival Pertengahan Musim Gugur atau Perayaan Bulan. Berikut Kisah selengkapnya ;
Legenda Chang-E, Dewi Bulan dan Pemanah Matahari dalam pemerintahan Tai Kang dari Dinasti Xia.
Yu mendapatkan takhta dari Shun karena kemampuannya dalam mengendalikan banjir. Ketika Yu telah berusia lanjut, dia memiliki keinginan untuk menyerahkan takhta kepada salah seorang menterinya, Po Yi. Namun para ketua suku menginginkan agar Yu memberikan posisi tersebut kepada Chi, salah seorang putra Yu. Setelah kejadian ini maka posisi ketua dari ketua atau raja menjadi sesuatu yang turun temurun. Tai Kang adalah putra dari Chi. Yu memiliki jasa besar karena berhasil menghentikan banjir dan mendidik rakyat untuk bertani.
Hal ini menyebabkan Kaisar Langit di surga memerintahkan sepuluh orang putranya menjadi sepuluh matahari. Ini dimaksudkan agar mereka dapat secara bergantian mengelilingi langit setiap hari sehingga dapat membantu rakyat untuk berternak dan bertani. Namun sepuluh orang muda tersebut tidak mematuhi perintah dan mereka keluar secara bersamaan yang menyebabkan panas dari sepuluh matahari secara bersama-sama menyinari bumi dan mengakibatkan panas yang sangat hebat.
Banyak manusia dan binatang meninggal, sungai-sungai menjadi kering, hutan-hutan terbakar, dan berbagai penderitaan hebat lainnya. Rakyat memohon agar surga memberikan kasihnya. Dan permohonan ini didengar oleh Kaisar Langit, yang lalu memerintahkan Hou Yi, seorang Dewa yang gagah, untuk turun ke bumi menyelesaikan masalah tersebut.
Hou Yi adalah Dewa yang pemberani dan beruntung. Istrinya adalah Chang-E (嫦娥) yang penyendiri, dan mereka sangat saling mencintai dan tidak terpisahkan. Mereka terkenal dengan nama “Sepasang Dewa Dewi Cinta”. Namun hidup diantara manusia tidak semudah hidup di surga, dan Chang-E tidak berkeinginan untuk itu. Namun Hou Yi tidak dapat menentang perintah dari Kaisar Langit, dan Chang-E tidak ingin berpisah dari suaminya. Maka dengan perasaan berat, dia mendampingi Hou Yi ke daerah liar di timur. Hou Yi adalah seorang pemanah yang hebat, dan dari surga membawa busur gaib yang dapat memanah apa saja di langit diluar jangkauan manusia.
Kemudian rakyat dari daerah timur mengangkatnya sebagai ketua. Bagaimanapun juga posisi tersebut tidaklah membawa bahagia bagi Hou Yi, karena harus menghadapi kenyataan bahwa sepuluh matahari terus menerus menghanguskan tanaman, menyebabkan binatang-binatang ternak mati kelaparan, mengeringkan sungai-sungai, meluasnya penyakit-penyakit, dan banyak rakyat meninggal. Melihat hebatnya penderitaan rakyat, dia mendaki Gunung Tienshan dan berbicara dengan sepuluh matahari. “Kasihanilah rakyat dan keluarlah hanya satu secara bergantian, jangan keluar secara bersamaan”, mohon Hou Yi. “Kenapa kita harus begitu?”, tanya salah satu matahari.
“Karena jika kalian semua muncul secara bersamaan, cahaya dan panas kalian membuat rakyat dan mahluk hidup lainnya menderita”, jawab Hou Yi. Tanya matahari yang lain, “apa urusan manusia dengan kami?” “Ya benar! Kami sepuluh bersaudara sangat senang bermain bersama setiap hari di langit. Betapa hampa dan membosankan bila kami mengelilingi langit secara bergantian”, tambah matahari lainnya.
“Namun Surga sangat sayang kepada mahluk hidup, dan saya berbicara kepada kalian atas perintah Kaisar Langit”, kata Hou Yi. Meskipun Hou Yi berusaha keras dan sungguh-sungguh untuk memberikan penjelasan, tetapi mereka tidak menghiraukan. Salah seorang berkata dengan sombong “Kami adalah putra dari Kaisar Langit, dan siapakah kamu berani mencampuri urusan kami?”
Lalu kesepuluh matahari dengan sombongnya mengeluarkan panasnya ke bumi, yang mengakibatkan hutan-hutan terbakar, burung dan binatang berlarian menghindar dan manusia berusaha untuk menyelamatkan hidup. Perbuatan tersebut membuat Hou Yi kehilangan kesabaran, sehingga dia mengambil busur dan panahnya, dan memanah matahari tersebut satu per satu.
Pada saat Hou Yi akan memanah matahari yang terakhir, sang matahari memohon agar Hou Yi memberikan pengampunan, dan matahari tersebut berjanji mematuhi semua tugas yang diberikan dan hanya akan keluar pada siang hari. Setelah kejadian itu, rakyat sangat menikmati hidup mereka, mereka bekerja pada siang hari dan beristirahat pada malam hari. Hou Yi lalu melaporkan semua yang dilakukannya kepada Kaisar Langit, yang sangat marah karena Hou Yi membunuh sembilan putranya dengan kejam.
Kaisar Langit menolak Hou Yi kembali ke surga. Kaisar Langit mengatakan bahwa Hou Yi sangat dinantikan oleh rakyat di kawasan timur yang telah mengangkatnya sebagai ketua dari suku-suku tersebut, dan menginginkan agar Hou Yi dapat berjuang untuk kesejahteraan umat manusia. Maka Hou Yi tidaklah dapat pulang ke surga, dan di bumi sangat banyak pekerjaan yang harus dilakukannya.
Jika seseorang ingin menguasai alam, yaitu dengan berkuasa atas serangga dan binatang buas, maka dia pertama-tama harus belajar untuk bertarung. Maka Hou Yi mulai melatih rakyat memanah. Hou Yi sangat sibuk dengan semua pekerjaan yang ada sehingga dia jarang pulang ke rumah, dan ini menyebabkan Chang-E merasa ditelantarkan dan kesepian.
Yang paling membuat Chang-E sedih adalah kenyataan bahwa dia sekarang adalah seorang manusia, yang tidak dapat menghindari penderitaan manusia, seperti melahirkan, menjadi tua, sakit dan meninggal. Chang-E sangat marah terhadap perbuatan Hou Yi yang memanah jatuh matahari-matahari yang merupakan putra dari Kaisar Langit tersebut.
Hou Yi sangat mencintai istrinya, dan untuk menghindari pertengkaran yang selalu terjadi, maka dia berkelana sendirian. Dengan cara ini dia lebih dapat menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan dunia. Dalam pengembaraan, Hou Yi melakukan banyak perbuatan baik. Salah satu perbuatan baik Hou Yi yang sangat terkenal adalah membunuh seekor monster berkepala sembilan.
Semua perbuatan baik yang dilakukan membuat nama Hou Yi semakin terkenal. Beberapa kali Hou Yi memohon kepada Kaisar Langit agar dia dan istrinya dapat kembali ke surga, namun Kaisar Langit tetap tidak memaafkan perbuatan Hou Yi. Sehingga lama kelamaan, Hou Yi dan Chang-E harus berusaha keras agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan manusia. Manusia tidak dapat menghindar dari sakit, derita, kesedihan, dan kecemasan.
Maka saat Hou Yi berkelana, yang bertujuan untuk melakukan banyak perbuatan baik bagi rakyat jelata, semakin terdapat jarak antara dia dengan sang istri. Pada saat itulah Hou Yi bertemu dengan Mi Fei, yang merupakan salah satu wanita tercantik yang ada. Mi Fei merupakan salah satu keturunan dari Fu Shi, penguasa legendaris Cina.
Dahulu, Mi Fei kehilangan keseimbangan dan tenggelam di sungai Lo, yang kemudian membuat Mi Fei menjadi Dewi Lo. Mi Fei menikah dengan Feng Yi, Dewa Air, yang mengendalikan Sembilan Sungai. Mi Fei sedang bermain di sungai suatu hari pada saat Hou Yi sedang mengendarai kuda. Karena Mi Fei telah menikah dan tidak ingin orang asing melihatnya, maka dia menyelam ke dalam air. Namun Hou Yi telah melihat Mi Fei dan mengira Mi Fei tenggelam, maka Hou Yi meloncat ke sungai untuk menyelamatkan Mi Fei.
Secara tidak disadari, Mi Fei merasa senang pada saat ditolong oleh Hou Yi. “Kamu lebih baik pergi, karena jika suamiku melihatmu maka kamu akan mati”, kata Mi Fei memperingatkan Hou Yi. “Suamimu? Kamu memiliki suami?”, tanya Hou Yi dengan penuh kekecewaan. “Siapakah dia?” “Feng Yi, Dewa Air.” “Oh dia!”, kata Hou Yi sambil tertawa karena mendengar nama Feng Yi yang memiliki reputasi buruk.
Dalam hati, Hou Yi sangat menyayangkan kenyataan bahwa wanita cantik ini ternyata memiliki suami semacam Feng Yi. “Bagaimana kamu bisa tertawa? Suamiku memiliki sifat yang buruk, dan dia pasti akan membunuhmu.” “Maka apakah kamu adalah Dewi Lo?”, tanya Hou Yi. “Ya!” “Itu tidak apa-apa! Jika Feng Yi memang bisa membunuhku, saya tidak akan keberatan selama saya bisa bersama wanita cantik sepertimu”, kata Hou Yi.
“Namun saya meragukan kemampuan Feng Yi bisa menandingi kemampuan seseorang yang mampu membunuh matahari di langit”. Mi Fei melihat busur dan panah gaib yang ada dan menyadari siapakah Hou Yi sebenarnya. Mungkin karena Mi Fei menyukai Hou Yi, atau karena Mi Fei merasa kesepian sekian lama, maka Mi Fei tiba-tiba menangis di pundak Hou Yi. Hou Yi juga melupakan sang istri di rumah.
Hou Yi melupakan Chang-E, Mi Fei melupakan Feng Yi. Namun percintaan mereka tidak kekal. Pada suatu hari saat mereka sedang berbincang-bincang dengan mesra di tepi sungai, Feng Yi memergoki mereka. Dia sangat marah dan mengubah diri menjadi seekor naga putih. Lalu mengamuk, menyapu semua kuda-kuda dan menghancurkan ladang pertanian yang ada di sekitar sungai. Berpikir bahwa naga itu adalah seekor naga yang jahat, Hou Yi mengambil busurnya dan melepaskan sebuah panah. Mi Fei berusaha menghentikan Hou Yi, karena dia mengetahui penyamaran suaminya, namun dia terlambat. Panah itu membutakan satu mata Feng Yi, yang lalu melaporkan kejadian itu kepada Kaisar Langit.
Karena Hou Yi telah banyak melakukan perbuatan baik dan menghadapai kenyataan bahwa sebenarnya Hou Yi sedang menjalani hukuman karena membunuh sembilan matahari, maka Kaisar Langit hanya mengatakan agar Hou Yi tidak menemui Mi Fei lagi. Patah hati! Maka satu-satunya yang bisa dilakukan Hou Yi adalah pulang ke rumah. Namun, Chang-E tidak menyambut dengan gembira.
“Bagaimana bisa kamu pulang kesini setelah apa yang kamu lakukan? Pulanglah kamu ke perempuan yang tidak tahu malu itu!”, kata Chang-E. Hou Yi tidak berkata apa-apa, karena menyadari bahwa dirinya memang bersalah. Sementara itu Feng Yi yang masih tidak puas dengan keputusan Kaisar Langit, memanggil para naga dari Sembilan Sungai dan memerintahkan mereka membuat awan dan hujan selama satu bulan penuh.
Bencana ini menandingi bencana yang pernah ditimbulkan sepuluh matahari. Semua binatang dan tanaman tenggelam, yang menyebabkan rakyat kelaparan. Maka sekali lagi Hou Yi memanggul busur dan panahnya, memanggil semua pengikutnya dan pergi berburu burung, binatang, dan ikan untuk memberi makan Chang-E dan para anggota sukunya. Chang-E tidak merasa senang dengan memakan binatang-binatang liar ini. Dia ingin makan buah-buahan dan dia meminta Hou Yi menunjukkan kegagahannya.
“Saya dahulu dapat mengambil bintang untukmu”, kata Hou Yi, “namun sekarang kita adalah manusia dan seluruh daerah dilanda banjir dan semuanya mati, dimana kamu mengharapkan saya bisa mendapatkan buah-buahan?”
“Itu semua salahmu! Kenapa kamu harus membunuh sembilan matahari itu? Seharusnya kamu sadar bahwa mereka adalah anak dari Kaisar Langit. Dan bagaimana kamu bisa juga bermesraan dengan Mi Fei yang telah menikah dengan Feng Yi? Kamu tidak tahu malu!”, teriak Chang-E sambil menangis. Hou Yi menyadari bahwa dirinya memang salah. “Baiklah, itu semua salahku. Tenanglah. Marah akan membuat kamu cepat menjadi tua”, kata Hou Yi dengan penuh kesabaran.
Mendengar kata “tua”, Chang-E tertegun dan melihat bayangannya di air. Dan Chang-E terkejut menyaksikan kerut-kerut pada mukanya. Dia menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang wajar pada manusia, dan kejadian itu tidak dapat dihindarinya. Chang-E berteriak-teriak histeri. “Saya tidak ingin berubah! Saya tidak ingin menjadi jelek! Saya ingin kembali ke surga!”
“Itu tidak mungkin”, kata Hou Yi, “Kaisar Langit tidak mengijinkan kita kembali.” “Saya tidak mau tahu! Saya tidak mau menjadi tua! Saya tidak mau menjadi jelek! Kamu harus menemukan cara agar saya tetap abadi dan cantik!” “Baik, baik. Saya akan memikirkan caranya”, kata Hou Yi. Hou Yi kebingungan. Dimana dia bisa mendapatkan cara membuat seseorang abadi dan tetap cantik?
Namun bila dia tidak mendapatkannya, itu akan berterusan tanpa akhir. Maka dia pergi dan tidak berani pulang ke rumah. Hou Yi ingin pergi ke tempat Mi Fei namun dia takut melanggar perintah Kaisar Langit, itu membuat semangatnya semakin turun dari hari ke hari. Hou Yi menjadi pemabuk, dan mulai menunjukkan sifat kasar.
Hou Yi mulai bersikap kasar kepada para murid dan anggota sukunya. Dan itu membuat orang-orang tidak menyukai Hou Yi, terutama Feng Meng dan seorang anak buah Feng Meng, Han Cho. Feng Meng telah lama belajar memanah dari Hou Yi, dan merasa bahwa dirinya sudah melebihi Hou Yi. Dia secara rahasia menyukai Chang-E, namun tidak berani bertindak apa-apa karena dia takut akan busur dan panah gaib yang dimiliki Hou Yi. Sedangkan Han Cho adalah seorang tamak yang menginginkan menjadi ketua menggantikan Hou Yi, tentunya jika Hou Yi dibinasakan. Maka mereka berdua merencanakan hal jahat terhadap Hou Yi dan Chang-E.
Mereka mengatakan kepada Hou Yi bahwa Ibu Raja yang tinggal di puncak Gunung Kunlun memiliki ramuan yang dapat membuat seorang abadi dan tetap cantik. Demi Chang-E, Hou Yi mendaki Gunung Kunlun yang penuh dengan bahaya, dimana akhirnya dia bisa menjumpai Ibu Raja. Karena pengorbanan yang dilakukan oleh Hou Yi begitu besar untuk mencapai puncak Gunung Kunlun, Ibu Raja memberikan sebuah pil keabadian.
Seseorang yang memakan pil ini akan dapat ke surga, Ibu Raja berkata kepada Hou Yi, namun jika dua orang membaginya, maka mereka berdua dapat hidup abadi. Mereka harus memakan pil itu tepat pada tanggal 15 bulan 8, ketika bulan penuh, demikian kata Ibu Raja lebih lanjut. Hou Yi sangat gembira mengetahui hal tersebut, dan segera pulang ke rumah untuk memberitahu Chang-E.
Mereka membagi pil tersebut menjadi dua dan akan memakannya pada waktu yang telah diberitahu, sehingga mereka berdua dapat menjadi abadi. Saat itu adalah tanggal 12 bulan 8, tiga hari kemudian merupakan hari yang ditunggu. Namun Hou Yi mendengar adanya “ramuan permata” di Gunung Tienshan yang dapat membuat wanita semakin cantik.
Maka untuk membuat Chang-E bahagia dan menebus kesalahan yang pernah dilakukan, Hou Yi pergi untuk mendapatkan ramuan tersebut. Menurut perhitungan Hou Yi, dia akan mendapatkan ramuan itu dan kembali ke rumah dalam waktu tiga hari. Karena Hou Yi ingin memberi kejutan kepada Chang-E, dia tidak mengatakan apa-apa mengenai kepergiannya. Tiga hari berlalu dan Chang-E melihat bahwa Hou Yi tidak akan kembali.
Dia bertanya kepada Feng Meng mengenai hal itu, dan Feng Meng berkata bahwa dia tidak diperbolehkan untuk berkata apa-apa. Karena ditanya terus menerus, maka Feng Meng dengan liciknya mengatakan bahwa, “Hou Yi tidak mengijinkan saya berkata apa-apa”. “Mengapa tidak? Kemana dia pergi?”, tanya Chang-E. “Saya tidak dapat mengatakannya. Hou Yi akan membunuh saya!” “Tidak. Hou Yi tidak akan melakukan apa-apa terhadapmu. Katakan saja”, desak Chang-E. “Dia….dia pergi untuk mencari Mi Fei”, bohong Feng Meng. Chang-E tertegun. Betapa tidak tahu budi suaminya. Chang-E sangat marah mendengarkan hal itu.
Dan saat bulan mulai muncul, Chang-E mengambil pil keabadian yang telah diberikan oleh Hou Yi, perlahan-lahan menuju ke halaman dan memandang ke langit. Dia mengenang semua kehidupan bahagia yang pernah dinikmati di surga. Tidak ada banjir, tidak ada sakit, tidak ada penderitaan, dan tidak ada kesedihan. Manusia harus mengalami semuanya. Betapa enak hidup di surga, pikir Chang-E. Sekarang Chang-E memiliki pil keabadian. Namun, apakah Hou Yi akan pulang?
Chang-E berpikir, mungkinkah Hou Yi berencana untuk memakan pil itu berdua dengan Mi Fei dan meninggalkan dirinya? Kebahagian di surga, dan penderita di dunia. Hati Chang-E dipenuhi dengan berbagai kemelut emosi.
Tiba-tiba, Chang-E mendengar suara derap tapak kuda, dan menebak bahwa itu pasti suaminya pulang. Dengan penuh kebingungan, dia meminum pil itu semuanya, dan saat itu juga dia merasa tubuhnya semakin ringan dan mulai melayang di udara. “Chang-E! Chang-E!”, teriak Hou Yi sambil memegang erat ramuan permata yang didapatkan dari Gunung Tienshan. Namun Chang-E tidak menghiraukannya. Chang-E terus melayang semakin cepat dan cepat.
Dengan penuh kemarahan Hou Yi melempar ramuan permata dan mengambil busur serta panah gaibnya, namun dia tidak berani untuk memanah. Chang-E ingin pergi ke surga, namun dia malu kepara para Dewa-Dewi di surga yang telah menyaksikan dirinya meninggalkan suaminya. Maka dia menjadi takut dan mengubah arah ke bulan yang dingin dan sepi.
Hou Yi menyaksikan semuanya dari bumi, dan berpikir bahwa dia dapat memanah jatuh bulan. Dia dapat melakukan hal itu, namun dia tidak berani menghadapi kenyataan bahwa dia akan membunuh istrinya yang tersayang. Maka, dengan penuh kemarahan, dia mematahkan busur dan panah gaibnya. Kenapa harus tetap memiliknya, jika dia ternyata tetap tidak dapat menolong istrinya?
Feng Meng dan Han Cho melihat semua kejadian dari tempat tersembunyi, dan tersenyum bahagia. Hou Yi begitu sedih. Dengan satu perintah, dua orang itu bersama empat pengikut mereka mendatangi dan akan membunuh Hou Yi. Tapi, meski tanpa busur dan panah gaibnya Hou Yi tetap tidak dapat dikalahkan dirinya berhasil mengalahkan dan membunuh murid-murid beserta pengikut yang telah mengkhianatinya.
Dan kemudian Hou Yi bimbang karena hidup sendiri di bumi, sedangkan istrinya sudah mendarat di Bulan dan menjadi dewi Bulan yang konon tinggal hanya dengan seekor kelinci pemberian dari dewi-dewi di surga. Setiap malam Hou Yi hanya memandang indahnya bulan. Dia berpikir istrinya juga merindukannya, maka dia setia menunggu Chang`E menengoknya turun ke bumi.
Waktu terus berjalan, Hou Yi semakin tua. Setiap malam Hou Yi selalu memandang ke bulan dan selalu menyediakan makanan kesukaan istrinya Kue Bulan karena dia selalu berharap istrinya akan turun kembali menemuinya di bumi. Namun ternyata hal itu tak dapat terwujud hingga akhir usia Hou Yi.
Kaisar Langit yang melihat kehidupan Hou Yi yang kesepian lambat laun merasa kasihan. Ketika Hou Yi meninggal, Hou Yi diangkat oleh Kaisar Langit dan dijadikan Dewa Matahari. Kini setiap tanggal 15 bulan 8 penanggalan Imlek, ketika bulan menunjukkan keindahan secara penuh, orang Tionghoa melihat ke bulan dan mengingat Chang-E dan legendanya. Perayaan ini dikenal sebagai Perayaan Pertengahan Musim Gugur, juga dikenal sebagai Perayaan Bulan.
Mitos Manusia Serigala
Mitos Manusia Serigala
Mitos pada dasarnya hanyalah sebuah cerita yang sudah ada sejak jaman dahulu yang kemudian terus di ceritakan dari generasi ke generasi. Ada beberapa mitos yang berhasil dibuktikan tapi tidak sedikit pula mitos-mitos yang masih menjadi misteri hingga saat ini, salah satunya adalah kisah mitos tentang manusia serigala. Mitos manusia serigala atau yang juga dikenal dengan lycanthropy merupakan mitos yang berasal dari benua biru Eropa yang digambarkan berbentuk monster dengan wujud setengah manusia dan setengahnya lagi serigala. Menurut mitos yang beredar manusia serigala ini akan mencapai kekuatan gaibnya saat bulan purnama tiba dan saat itu ia akan berubah menjadi monster serigala yang sangat mengerikan. Dalam dunia mitologi setelah berubah monster ini konon sangat lapar dan saat itu ia akan berburu, tapi yang ia buru bukanlah rusa atau hewan lainnya melainkan darah manusia.
Manusia serigala sempat menjadi fenomena yang cukup mencengangkan di dunia. Pasalnya di jaman modern seperti sekarang ini, beberapa orang sempat diduga sebagai tranformasi manusia serigala dengan tubuh yang dipenuhi dengan bulu disekujur tubuhnya yang sangat mirip dengan gambaran mitos dari manusia serigala. Fenomena yang sempat menggegerkan dunia tersebut terjadi di India. Maraknya pemberitaan pun sempat membuat beberapa kalangan masyarakat kembali menguak kisah-kisah mitos tentang
lycanthropy .
Kutukan dari Nenek Moyang
Kisah mitos tentang manusia serigala ini sudah ada dari ratusan bahkan ribuan abad yang lalu. Bahkan di Eropa beberapa sejarawan percaya bahwa fenomena monster mengerikan ini merupakan kutukan yang terus menurun ke generasi selanjutnya. Mereka mengatakan bahwa manusia bisa berubah menjadi monster serigala karena kutukan yang dialami para leluhurnya yang pernah melakukan kejahatan atau praktek ilmu hitam di masa mereka. Pada jaman dulu bangsa Eropa memang sangat kental dengan praktek perdukunan, karena peradaban antara kaum bangsawan dan pekerja dulu masih sangat ekstrim. Hal tersebutlah yang dipercaya menjadi awal mula munculnya praktek ilmu hitam untuk mengatasi kelangkaan makanan yang menimpa kaum buruh.
Kelainan Mental
Pada jaman Eropa kuno fenomena manusia serigala sangat menggegerkan dunia, tapi menurut beberapa pakar mitos-mitos tersebut sebenarnya merupakan bentuk kelainan mental. Menurut seorang pakar dari London mengatakan bahwa mitos tersebut sebenarnya telah disalah artikan oleh banyak kalangan karena sebenarnya orang-orang yang mengaku adalah manusia serigala hanyalah orang-orang yang memiliki syndrom dengan cahaya sehingga mereka cenderung untuk memilih keluar pada malam hari. Sedangkan fenomena tentang bentuk gigi yang menguning serta bentuk tangan mereka yang seperti kaki serigala itu sebenarnya hanya sebuah gejala awal gangguan jiwa. Sementara itu ada juga yang mengatakan bahwa perubahan bentuk dari manusia normal ke wujud monster serigala yang menakutkan hanya tak lebihnya hanya sebuah halusinasi mereka yang diakibatkan oleh racun ergot pada gandum yang mereka konsumsi. Pendapat tersebut diperkuat dengan sejarah hitam yang menimpa kaum buruh di masa lalu, di kisahkan jika para kaum melarat dulunya hanya bisa mengkonsumsi jamur yang sudah terkontaminasi dengan jamur alias ekspire, karena gandum yang sehat dulunya hanya boleh di konsumsi para kaum bangsawan.
Sisi Kebinatangan dari Manusia
Dengan perkembangan jaman fenomena tentang mitos manusia serigala sepertinya masih belum bisa terpecahkan. Bahkan seorang master spiritual asal Prancis pernah mengatakan bahwa di dunia gaib perubahan-perubahan menjadi monster serigala itu tak lebihnya hanya sebuah kisah mitos yang tidak bisa dibuktikan. Menariknya, ia justru mengatakan bahwa fenomena tersebut merupakan naluri kebinatangan yang ada dalam diri setiap manusia yang berbentuk serigala. Eliphas Levi mengatakan jika sebenarnya manusia itu memiliki naluri kebinatangan dalam diri mereka. Hal senada juga disebut oleh salah seorang penulis ternama di Eropa John Godwin yang mengatakan bahwa insting serigala yang ada di alam bebas itu sangat identik dengan sisi kebinatangan manusia yaitu sisi jahat, menyukai hal-hal yang mengerikan, berdarah bahkan sadisme. Bedanya kita selama ini hanya berhasil menekannya dan saat itu terlepas seperti keadaan yang tidak menyenangkan, stres atau depresi insting tersebut secara alami perlahan mulai terlepas.
Terlepas dari semua mitosnya, fenomena tentang manusia serigala pada jaman dahulu sempat menjadi kisah yang sangat sadis. Bagaimana tidak, orang-orang yang di duga merupakan manusia serigala di bantai dengan sadis oleh pemerintah masing-masing. Mulai dari di bakar hidup-hidup, digantung dan dipenggal. Seperti kisah pilu yang pernah menimpa Peter Stump dan keluarganya sekitar tahun 1590-an. Menurut kisah hukuman yang menimpa mereka sangat sadis, kulit dan daging mereka di cabik-cabik dengan menggunakan penjepit, di pancung, di gilas, di bakar sampai di bakar hidup-hidup.
7 Film Bertema Penerbangan
7 Film Bertema Penerbangan
Kali ini aku akan sedikit ngerivew beberapa film bertema aviasi yang pernah kutonton. Dan menurut aku itu adalah yang paling baik dari baik jalan cerita maupun action tiap adegannya. Sebenernya cukup banyak film bertema penerbangan, namun di sini ku rangkum film yang pernah du tonton aja. berikut:
1. Non Stop
Film action Hollywood berjudul “Non-Stop” yang baru diputar akhir tahun ini menceritakan tentang sebuah penerbangan antar atlantik yang berangkat dari kota New York, Amerika Serikat menuju ke kota London, Inggris. Gue tebak bandaranya LAX menuju LGW, (sok tahu). Marshal Udara Amerika Bill Marks dibintangi oleh Liam Neeson menerima pesan pendek berantai yang berisi adanya ancaman membunuh penumpang pesawat setiap 20 menit jika dia tidak memenuhi permintaan transfer dana sebesar $150 juta ke sebuah nomor rekening tak dikenal. Herannya dia bisa nerima pesan saat terbang, pasti gak nurutin instruksi pramugari deh. Lalu, meskipun Bill telah menjelaskan situasi ini kepada pilot, namun sang pilot tidak mempercayainya hingga seorang penumpang ditemukan tewas secara misterius. Penonton semakin dibuat bingung ketika nomor rekening penerima uang tersebut menggunakan namanya, Bill merasa dijebak dan bahkan menjadi tersangka pelaku pembajakan pesawat. Kejadian in pun menjadi berita utama media dan pasukan udara pun diturunkan. Bill pun harus berjuang untuk menyelamatkan diri dan seluruh penumpang yang berada di dalam pesawat.
Adegan demi adegan aku ikutin dan sempat ikut terbawa cerita dengan menduga bahwa Bill adalah pelaku pembajak sesungguhnya. Ceritanya sangat menarik dan akhir cerita gak bisa di ketahui sampai film mendekati menit akhir.
2. The Terminal
The Terminal adalah sebuah film yang menceritakan tentang seorang pria yang harus terjebak di dalam sebuah bandara
internasional John F. Kennedy dalam jangka waktu yang cukup lama. Di dalam film ini, diceritakan betul betapa ketatnya
peraturan dari bandara yang berasal dari negeri Sam tersebut. Yang akhirnya menyebabkan pria yang terjebak itu menjadi harus bertahan hidup dengan mengandalkan banyak cara. Kalo di Soekarno Hatta rasa pria itu bisa nyelonong pergi gitu aja, pake taxi gelap pula. Nama pria ini adalah Viktor Navorski (Tom Hanks). Ia berasal dari sebuah negara fiksi bagian eropa timur yang ternyata sedang dilanda peperangan besar pada waktu dirinya baru saja sampai di bandara. curiga negaranya lagi perang lawan ISIS. Dan oleh karena peperangan di negaranya tersebut, paspornya malah menjadi ditolak dan ia dianggap tak mempunyai negara. Di bandara ini pun Viktor dibumbuhi dengan sebuah kisah cinta. Seorang pramugari cantik bernama Amelia Warren (Catherine Zeta-Jones), yang selalu datang di bandara tersebut setiap dua kali sebulan, telah membuat dirinya terpanahkan asmara. Sehingga membuat dirinya terus mencari cara agar dapat bertemu dan mengobrol dengannya selama dua hari setiap bulan tersebut.
3. Air Force One
Seperti yang disajikan oleh sutradara Wolfgang Petersen di tahun 1997, Presiden Amerika Serikat James “Jim” Marshall (Harrison Ford) yang baru berangkat pulang ke negaranya setelah berpidato dalam sebuah acara perayaan penangkapan Jenderal Ivan Radek (Jurgen Prochnow), pemimpin pemberontak Kazakhstan di Moskow, Rusia. Tanpa disadari para penumpang pesawat kepresidenan Air Force One disusupi oleh sekelompok teroris yang menyamar sebagai awak televisi Rusia. Pimpinan teroris Egor Korshunov (Gary Oldman) dan anak buahnya secara tiba-tiba menyerang dan berhasil menguasai pesawat tersebut. Seluruh penumpang pesawat Air Force One disandera termasuk istri Presiden, Grace Marshall (Wendy Crewson) dan putri mereka, Alice (Liesel Matthews). Namun Presiden Marshall berhasil lolos dari tangkapan para teroris dan menyembunyikan diri dalam pesawat yang luas itu. Walau sempat kesal dengan lolosnya sang presiden, Egor langsung menghubungi Gedung Putih di Washington untuk menuntut pembebasan pemimpin mereka, Jenderal Radek dari penjara. Jika tidak dipenuhi, para teroris akan mengeksekusi seorang penumpang setiap setengah jam sampai permintaan mereka dipenuhi.
4.Con Air
Ini sebenarnya film lawas, tapi masih layak tonton. Apalagi buat kalian yang suka aksi di pesawat. Ceritanya di mulai saat Cameron Poe (Nicolas Cage) ngebunuh cowok yang ngeganggu isterinya. Gile bener dah. Karena itu pula lah pula mantan pasukan elit Ranger dari Angkatan Darat AS itu harus menerima ganjarannya, 8 tahun penjara. Padahal saat itu istrinya sedang hamil. Dalam perjalanannya menuju kebebasan, dia harus menumpang Jailbird, pesawat yang akan membawanya pulang. Ternyata dalam Jailbird berisi pula para napi kelas kakap semacam Cyrus The Virus (John Malkovich), Nathan Jones (Ving Rhames) ataupun Garland Greene (Steve Buscemi). Tak dinyana, para napi kelas kakap tersebut membajak Jailbird dengan kecerdikannya. Akibatnya kepulangan Poe tidak semulus yang diharapkan. Dengan trik satu sisi sebagai kawan dan satu sisi sebagai lawan dan dengan bantuan seorang polisi Federal, Vince Larkin, Poe berhasil menaklukkan Cyrus. Jailbird pun dengan suksesnya mendarat di jalanan Las Vegas. Kisahnya lumayan bikin penonton deg-degan untuk tiap aksi si mas Cage.
5. Flight Plan
Satu lagi film bertema penerbangan komersil yang alur ceritanya sangat tak terduga. Adegan awal menampakkan Pratt (Jodie Foster) yang menunggu kereta api untuk pulang dan sesaat diacak dengan alur maju-mundur, bergantian dengan kilasan-kilasan saat ia menunggui jenazah suaminya di kamar mayat rumah sakit. Di duga sang suami mati karena bunuh diri. Lalu Mbak Pratt ini berencana kembali ke rumah ortunya dengan membawa serta anak semata wayangnya bernama Julia yang masih kecil, juga jenazah sang suami. Masalahpun timbul ketika di dalam pesawat jumbo yang menerbangkan mereka ke New York, Julia hilang tanpa disadari oleh Mrs. Pratt. Setelah dicari ke sana ke mari namun tak juga ketemu,Pratt mulai panik. Mustahil putrinya menghilang secara gaib. Pasti ada seseorang yang telah menyembunyikannya. Dalam paniknya, Kyle meminta bantuan para kapten pilot (Sen Bean) yang segera memerintahkan krunya untuk mencari Julia. Namun sayang menurut salah seorang pramugari nama Julia tak ada dalam daftar penumpang di penerbangan itu. Konyolnya, Kyle juga tak bisa menunjukkan bukti tiket dan boarding pass atas nama Julia. Akhirnya tak ada seorangpun yang mempercayai Mrs. Prat dan menganggapnya gila. Sebagai seorang insinyur aeronautika, Kyle sangat paham kondisi dan isi perut pesawat. Oleh karena itu ia yakin putrinya pasti berada di suatu tempat tersembunyi di dalam pesawat tersebut. Maka ia ngotot memaksa sang pilot untuk melakukan pencarian sekali lagi ke seluruh bagian pesawat, termasuk bagasi di mana peti mati suaminya berada.
6. Red Eye
Hebatnya seorang teroris profesional bernama Jackson Rippner (Cillian Murphy) adalah keberhasilnya membuat mapping kehidupan calon korban dan orang lain yang nantinya bisa dijadikan umpan. Pendek kata kemampuan memperalat orang lain agar calon korbannya terpancing masuk dalam sarang umpan. Tanpa sadar Lisa ‘Leese’ Reisert Rachel McAdams) –manajer Hotel Lux Atlantic di Miami, Florida—masuk dalam perangkap itu. Leese baru sadar posisinya sudah dijepit, ketika duduk bersebelahan dengan teroris bernama Jackson Rippner itu. Ia terperangah bukan kepalang, kalau ayah kandungnya Joe (Brian Cox) rupanya juga dijadikan ‘umpan’ untuk memaksa Leese melakukan tindakan yang menggiring calon korban itu ke posisi paling lemah untuk ditembak. Namun saat pesawat telah mendarat, Lisa berhasil kabur.
7. Catch Me If You Can
Ini adalah yang jadi favorit gue di antara yang lain. Sampe udah gue tonton beberapa kali. ‘Catch Me if You Can’ dirilis tahun 2002 dan mendapatkan banyak sekali review positif. Selain digarap oleh sutradara handal, film ini juga menampilkan sosok aktor Leonardo DiCaprio sebagai Frank Abagnale Jr. Frank Abagnale Jr dikenal sebagai ‘The Skywayman’ di berbagai negara bagian di AS, karena ia telah terbang ratusan ribu mil sebagai ‘deadhead’ yang duduk di kokpit pesawat bersama pilot dan ko-pilotnya. Sebenarnya Frank Abagnale Jr hanyalah seorang anak yang lari dari rumah akibat perceraian kedua orang tuanya. Kondisi ayahnya, Frank Abagnale Sr yang bangkrut akibat masalah pajak, membuat kondisi pernikahan orang tuanya yang tadinya bahagia menjadi rusak. Ibunya selingkuh dan akhirnya memutuskan untuk bercerai. Abagnale Jr kemudian memutuskan untuk lari dari rumah. Agar bisa hidup dengan uang yang terbatas, ia kemudian menipu menggunakan cek. Abagnale Jr belajar untuk membuat cek palsu yang bisa ia uangkan. Lambat laun keahliannya menipu semakin hebat, meskipun awalnya tak dipercaya sebagai orang dewasa, Abagnale Jr semakin menyempurnakan identitas palsunya dengan berganti-ganti identitas. ‘Catch Me if You Can’ merupakan sebuah film dengan jalan cerita unik dan membuat penonton menebak-nebak adegan serta akhir cerita ini. Diiringi dengan score yang luar biasa tepat, film ini menampilkan petualangan luar biasa bagi penonton, dan mampu membuat penonton menggelengkan kepala dengan trik yang dilakukan oleh Abagnale Jr.
Review The Number 23
REVIEW "THE NUMBER 23"
Cast : Jim Carrey, Virginia Madsen, Danny Huston Rhona
Director : Joel Schmacher
AKU emang demen banget sama "mystery thriller movie" gitu... cz pastinya bikin penasaran... apalagi kali ini berhubungan sama angka yang gak biasa yaitu 23 dan diataptasi dari novel karya Fernley Phillips..
Jim Carrey (Walter Sparrow) adalah seorang pria yang berprofesi sebagai penakar binatang liar, siatu hari ia bertemu dengan seekor anjing liar bernama NED. Pada saat ingin menangkap anjing itu, anjing itu menghilang didekat sebuah kuburan yang bernama Laura Tollins. Dihari ulang tahunnya, istri walter, Virginia Madsen (Agatha), menghadiahinya sebuah buku berjudul The Number 23 karya Topsy Kretts. Setelah membaca buku itu walter merasa aneh karena ia merasakan kesamaan-kesamaan antara dirinya dengan tokoh detektif fingerling dibuku tsb. akibat membaca buku tsb walter menjadi terobsesi dengan angka 23 dan penulis dibalik buku tsb. Ia mendatangi toko buku tsb dan bertanya pada istrinya yang awalnya mencoba menutupi, hingga akhirnya Agatha mengakui bahwa penulis daari buku tsb adalah Walter sendiri.
Walter sangat terkejut mendengarnya, ia tidak mempercayai kata-kata istrinya karena merasa tidak pernah menulis buku tsb. Tanpa sengaja Walter menginap di King Edward Hotel dikamar no. 23 walaupun ia telah diberitahu oleh pemiliknya bahwa sedang ada masalah dengan pipa airnya dia tetap ingin menginap di kamar itu dan ternyata terungkap bahwa bab 23 tang selama ini dicarinya tertulis di dinding di kamar hotel yang tertutup oleh wallpaper
Cerita lalu berbalik pada masa lalu walter…
Walter kecil adalah seorang anak yang cerdas dan sangat terobsesi menjadi seorang detektif namun ayahnya tidak menyetujuinya dan memaksa Walter menjadi seorang akuntan seperti dirinya. Hingga suatu hari Walter melihat ayahnya bunuh diri ketika mengetahui Ibunda Walter meninggal. Saat Walter kuliah, dia bertemu dengan gadis yang terobsesi dengan angka 23 bernama Laura Tollins. Walter dan Laura Tollins akhirnya menjalin hubungan hubungan, tetapi ternyata sang kekasih memiliki hubungan khusus dengan dosennya. Merasa dikhianati, Walter akhirnya membunuh Laura dan dosen yang memiliki hubungan dengan Laura adalah orang yang masuk ke ruangan tempat Laura dibunuh sehingga menjadi tersangka utama. Dosen itu lalu ditangkap dan dipenjara. Dalam keadaan kalut Walter pergi ke King Edward Hotel, menulis buku The Number 23 sekaligus menulis bab 23 di dinding kamar hotel, ketika ia ingin melompat untuk bunuh diri, ternyata takdir berkata lain, Walter tidak mati tapi ia kehilangan kesadaran dan ingatan. Setelah Walter sembuh dari traumanya, ia telah lupa bahwa ia yang membunuh Laura Tollins dan menulis The Number 23. Beberapa tahu kemudian Walter bertemu Agatha, mereka menikah, mempunyai anak dan Walter menjadi si penakar hewan
Nonton film ini bikin aku gak bosen karena penasarannya ada apa dibalik angka 23, selain itu sinematografinya sangat kreatif membuat film ini semakin keren terutama kualitas gambarnya yang agak sedikit "dark" tapi tetap enak dlihat dan bikin kita serius ngikutin jalan ceritanya. Acting Jim Carrey juga keren karena biasanya nonton dia di genre comedy.. tapi ternyata dia bisa juga acting serius... Pokoknya buat yang seneng dengan film "twist ending" The Number 23 layak buat ditonton....
FILM 11-11-11
Ringkasan Cerita FILM 11-11-11 (2011)
Ada sesuatu yang menarik dengan angka 11-11-11. Sebuah angka yang cantik, sebuah angka yang mudah sekali diingat, sebuah angka yang banyak sekali terdapat misteri di baliknya. Banyak orang yang meneliti ada apa di balik angka cantik ini. Ada yang mengaitkan angka ini dengan kematian ada juga yang mengaitkan angka dengan sesuatu yang akan memberikan makna yang indah. Coba deh lihat berapa orang di dunia yang melaksanakan acara pernikahan hari ini dan berapa banyak orang tua yang akan menggunakan tanggal 11-11-11 untuk kelahiran buah hatinya. Itu semua Cuma anggapan manusia aja, kita nggak tahu apa yang akan terjadi pada tanggal yang Cuma datang 100 tahun sekali ini. Apakah aka nada sesuatu peristiwa yang besar yang datang saat ini? Ah cuma Tuhan yang tahu, apapun yang terjadi kita Cuma bisa ikhlas menerimanya.
Fenomena 11-11-11 ini ternyata menarik minat Darren Lynn Bousman, sutradara yang udah ngebawa kita nikmatin kematian lewat 3 serie SAW. Darren pun mengangkat fenomena angka misterius 11-11-11 ini ke layar lebar. Menggandeng Timothy Gibs, Michael Landes, Denis Rafter, Wendy Glen dan actor lainnya, Darren meramu fenomena 11-11-11 menjadi sebuah naskah bercampur bumbu konspirasi dalam film bergenre horror. Seperti apa filmnya? Seperti apa Darren Bousman mengungkapkan 11-11-11 ini?
11-11-11 akan berfokus pada karakter Joseph Crone (Timothy Gibs) seorang penulis terkenal yang dirundung duka semenjak kematian istri dan anaknya serta membuat dirinya jauh dari Tuhan/tidak percaya dengan Tuhan. Joseph tidak menyadari bahwa sesuatu akan terjadi pada dirinya dalam 3 hari ke depan. Hal ini bermula ketika Joseph mengalami kecelakaan mobil yang anehnya justru tidak merenggut nyawanya bahkan tidak terluka sedikit pun. Perlahan-lahan hal aneh mulai menghampiri Joseph. Dia kemudian pergi ke Barcelona, menemui ayahnya yang sedang sekarat dan saudaranya yang sudah lama tidak dia jumpai.
Di Barcelona, hal-hal aneh justru menghampiri Joseph lebih sering. Dia didatangi oleh penampakan makhluk mengerikan berkerudung. Joseph yang lemah keyakinannya akan Tuhan beradu argument dengan saudaranya, Samuel (Michael Landes) yang berbanding terbalik dengannya terutama dalam hal keyakinan. Lambat laun Joseph akhirnya menyadari kehadiran makhluk-makhluk mengerikan itu sebagai sebuah tanda, peringatan untuk melindungi Samuel. Hingga akhirnya pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011 pukul 11:11 hal itupun terjadi. Kejadian apa yang menghampiri Samuel dan Joseph pada 11-11-11 pukul 11:11?
Sebagai horror dimana bertujuan menakut-nakuti penontonnya mungkin 11-11-11 bukanlah sebuah film horror yang tepat untuk itu. 11-11-11 berjalan sangat lambat plus sangat minim adegan mengerikan. Beberapa penonton mungkin akan sedikit bosan melihat film ini karena temponya yang lambat, tapi gw sendiri yang didorong oleh rasa penasaran terhadap angka 11-11-11 plus penampakan-penampakan yang muncul membuat gw untuk betah mengikuti jalan ceritanya. Hingga pada akhirnya, ketika hal yang ada dibalik 11-11-11 sudah terungkap justru muncul sekali pertanyaan. Kenapa harus Joseph yang menjadi korban? Kenapa tanggal 11-11-11? Cerita dibalik kenapa harus tanggal 11-11-11 pun tidak dibeberkan secara jelas.
Ya…naskah 11-11-11 yang ditulis oleh Darren sendiri ternyata sangat lemah. Perihal kenapa memilih Joseph sebagai korban disini tidak dijelaskan, apa hubungan antara kematian Istri dan anaknya dengan semua hal ini, sosok malaikat yang membuat Joseph ketakutan dan yang pasti kenapa 11-11-11 menjadi puncak dari segala kejadian disini tidak diceritakan dengan jelas. Darren seharusnya bisa menjelaskan lebih baik lagi cerita perjalanan Joseph Crone menuju 11:11 11-11-11 ini.
Selain naskah yang kurang baik, beberapa karakter disini pun sepertinya nggak terlalu penting untuk dimasukkan terutama Sadie yang diperankan oleh Wendy Glenn. Dia disini sangat tidak berpengaruh dalam cerita, Wendy seolah-olah hanya sebagai pemanis di film ini. 11-11-11 menambah lagi deretan film horror yang hanya mengandalkan nama besar sang sutradara. Darren mungkin bagus memaparkan cerita tentang Jigsaw dalam Saga Saw tapi untuk memberikan horror dalam bentuk psikologi, Darren mungkin harus berguru dulu sama sutrdara-sutradara lainnya. 11-11-11 disini hanyalah sebuah angka cantik yang disangkutpautkan dengan hal-hal mistis, 11-11-11 masih belum bisa mengalahkan sakralnya tanggal 13 dan angka 666.
Setelah kematian tragis istri dan anak, seorang penulis Amerika yang bernama Joseph Crone melakukan perjalanan ke Barcelona untuk mencari kakaknya Samuel dan ayahnya Richard yang mau meninggal dunia. Namun kehidupan Joseph menjadi terganggu dengan kejadian-kejadian aneh dan berulang kali mengalami penampakan angka 11. Hari demi hari ia semakin sadar bahwa angka 11 bukanlah hanya angka biasa melainkan mengandung suatu arti yang tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi menjadi ancaman untuk dunia. Setelah menyadari bahwa tanggal 11-11-11 semakin dekat maka ia pun yakin bahwa hari tersebut akan terjadi suatu fenomena besar yaitu pintu neraka dan surga akan terbuka!
The Awakening(2011)
The Awakening (2011)
1921. Florence Cathcart (Rebecca Hall) adalah seorang wanita yang berusaha membongkar kejadian-kejadian spiritual bohongan yang terjadi di era antara Perang Dunia I setelah depresi atas meninggalnya sang suami di perang tersebut. Suatu hari, Robert Mallory (Dominic West) seorang guru dari sekolah asrama di luar London, memintanya untuk menyelesaikan suatu kasus munculnya hantu di sekolahnya yang mengakibatkan seorang siswa bernama Walter Portman meninggal. Florence pun pergi untuk mencari tahu dibantu oleh maid sekolah tersebut, Maud (Imelda Staunton) di saat sekolah tersebut hendak mengadakan liburan panjang bersama Tom, anak yang kesepian karena orangtuanya di India. Kehadirannya rupanya memicu banyak kejadian-kejadian yang semakin tak bisa dijelaskan, hingga akhirnya mau tidak mau, Florence harus menghadapi kenyataan yang menghubungkannya dengan sekolah asrama itu.
Entah mengapa saya mau menonton film asal Inggris yang dibesut oleh Nick Murphy ini. Pasalnya mudah saja, saya kurang mempunyai tendensi untuk menonton film horor yang ada di era jadul. Lihat saja The Woman in Black, saya tidak tahu kapan saya kira-kira akan tertarik menontonnya. Adanya
Film ini dibuka dengan revealing
Florence terhadap satu kejadian spiritual bohong-bohongan. Kayaknya itu memang sengaja dibuat kayak buat orang yang merindukan anaknya bisa "bertemu", sampai ditabok si Florence-nya. Kemudian, film berlangsung mengenalkan kita pada sosok Florence. Di sini, saya merasa Florence adalah seorang gadis yang sepertinya kurang sopan (terlalu heroine dan aktif) untuk masa itu. Tahu, kan, di masa-masa perempuan zaman dulu yang tak tersentuh dan terhormat (hingga akhirnya mulai datang gelombang rok mini yang mengubah semuanya) dan Rebecca Hall mampu membawakan kita pada sosok Florence yang kuat dan rapuh tanpa diminta. Lewat hisapan rokoknya (yang kelihatannya malah cuma dia) dan wajahnya, kita seakan diperkenalkan pada sosok wanita yang mencoba tegar, namun di saat yang sama ia tidak menegarkan dirinya sendiri.
Durasi 107 menit pun mengalir, kita mulai dicekoki ambience menyeramkan dari sekolah asrama ini, semuanya terlihat kaku, namun entah mengapa kok saya merasakan semuanya terasa tempelan saja? Mungkin karena saya tak kunjung melihat hantunya. Akhirnya, saya meliht hantunya yang... errr.... aneh? Saya tidak bisa bilang lebih lagi, tapi ternyata film ini berasal dari anak kecil dengan wajah yang aneh sepanjang film berlangsung. Sungguh menyungguh, deh.
Intensitas film yang semakin lama menegangkan, seakan lewat percuma menurut saya, memang sesekali kita dibuat terkagum-kagum (terutama di adegan diorama sekolah asrama itu, menurut saya itu adegan yang keren). Saat yang lain, kita malah harus menelan juga arti dari kesepian, yang memang sangat cocok ditunjukkan di film yang agak drama, sekaligus kaku dan sepi. Saya tidak bisa bilang ini adalah film yang bagus, bayangkan saja kalau anda menonton film horor hantu-hantuan tanpa suspense dan rasa penasaran tinggi. Kita pun tidak diajak untuk menelusuri jejak-jejak kenapa hantu ini bisa muncul. Yah... kalau zaman sekarang, kita lihat semua orang menggunkan internet untuk melacak, jadi di film ini hanya bisa menerangkan secara langsung.
Hal berikutnya yang menjadi masalah adalah munculnya beberapa adegan kekerasan dan nuditas yang muncul. Halo? Ini filmnya jadi rusak karena hal itu. Tau nggak? Saya rasa, entah mengapa adegan itu ada dan malah jadi lumayan lama. Saya menyatakan hal itu cukup mengganggu saya untuk bisa menonton dengan tenang. Saya sih mengharapkan film yang sopan, dan film ini menurut saya ingin menjual? Eh, saya juga tidak terlalu paham.
Hei, saya memperhatikan, film ini rilis di 11-11-11. Kalau begitu setelah ini saya akan masukkan review film 11-11-11 deh. Jadi, rupanya banyak orang dari berbagai bidang yang mengincar tanggal tersebut ya? Tahun 2011 sepertinya menyenangkan untuk film horor.
Setelah film mulai ditutup dengan twist, termasuk si Tom yang ternyata hantu dan sebagainya, saya mulai mengerutkan kening, saya mau putar kembali film ini tapi kok malas rasanya. Jadinya film ini agak memaksakan akhirnya, dengan meminta kepada penonton untuk mengerti bahwa akhirnya hantu itu memang bisa dilihat (dan tidak dipersepsikan berbeda oleh satu orang dengan orang lain). Ya, ya, seandainya saya lebih expect sama film ini, saya juga akan menyukai akhirnya (bahkan ke akhirnya yang bahagia itu, aneh sekali bisa melihat akhir bahagia dari film hantu, saya terpengaruh film
Ju-On soalnya). Pribadi, saya kurang suka ending yang akhirnya menghubungkan antara si tokoh utama dengan apa yang dia investigasi, bagi saya itu jadi sesuatu yang mencoba memperbolehkan karena tidak bisa menemukan akhir yang lebih baik. Saya saja mengira kalau ternyata si Florence meninggal pas itu sekolah asrama masih rumahnya, namun ternyata tidak. Fiuh.. jadi lumayan sebel dengan akhir yang mencocokkan itu.
Menurut saya, film ini mempunyai linear yang sama dengan The Number 23 , bilang saja kamu amnesia atau terkena
motivated forgetting (tuh kan, muncul lagi istilah psikologinya), dan voila, jadilah sebuah misteri. Yah... setidaknya lebih baik daripada orang menyadari kalau dia sudah mati, formula The Sixth Sense yang diulang-ulang. Oke, keep working Inggris dalam menciptakan film-film horor!
10 Film Tentang Bipolar Disorder
10 Film Tentang Bipolar Disorder Terbaik
Bipolar Disorder adalah salah satu penyakit kejiwaan pada manusia yang terjadi apabila dia menderita depresi atau penyakit mental. Gejala penyakit ini antara lain adalah perubahan suasana hati (mood) yang berganti secara ekstrim dalam waktu singkat. Penderitanya mengalami depresi yang cukup tinggi hingga merasa pesimis dan putus asa hingga terkadang memilih untuk bunuh diri karenanya.
Dalam penjabarannya, bipolar disorder ini terbagi menjadi empat episode atau tingkatan, yaitu mania, hipomania, depresi bipolar dan episode campuran. Keempat episode ini bisa terjadi kapan saja pada penderitanya yang terkadang berpengaruh juga terhadap lingkungan sekitar.
Sudah banyak ahli psikologis mengembangkan cara untuk menyembuhkan atau mengurangi penyakit mental jenis ini. Untungnya, saat ini sudah banyak
treatment atau perawatan bagi penderita bipolar disorder , bahkan akan lebih baik jika mulai dirawat ketika gejala awal sudah mulai terlihat.
Kehidupan modern yang berjalan serba cepat adalah salah satu faktor pemicu munculnya bipolar disorder . Bahkan banyak artis yang juga terkena penyakit mental jenis ini. Sineas perfilman tidak luput untuk mengangkat kisah dengan karakter yang memiliki penyakit kejiwaan yang tergolong masih ringan jika dibandingkan dengan schizophrenia ini. Berikut ini kami pilihkan sepuluh film yang mengangkat cerita tentang bipolar disorder dalam berbagai genre.
Splendor in the Grass [1961]
Dalam catatan perfilman, mungkin
film yang disutradarai oleh Elia Kazan inilah yang pertama kali menampilkan karakter dengan
bipolar disorder. Penyebab Deanie mengalami gangguan mental ini adalah karena ditolak oleh orang yang sangat dicintainya dan hampir saja diperkosa oleh temannya sendiri saat pesta sekolah berlangsung. Karena mental yang tidak stabil, dirinya dimasukkan ke institusi mental untuk mengobati penyakit tersebut yang membuatnya terkadang menangis mendadak dan berkali-kali hampir bunuh diri.
Natalie Wood tampil cukup meyakinkan sebagai Deanie yang tergila-gila kepada sosok Bud yang diperankan Warren Beatty dan berhasil membawanya masuk nominasi Oscar di kategori Best Actress. Meski Natalie Wood tidak berhasil memenangi Oscar, justru William Inge sebagai penulis naskah yang berhasil membawa pulang Oscar dari kategori Best Writing, Story and Screenplay .
Mr. Jones [1993]
Di film tentang bipolar disorder ini, penderita bipolar disorder tidak hanya memiliki keinginan untuk bunuh diri saja, tetapi juga melakukan tindakan yang cukup aneh. Jones yang diperankan oleh Richard Gere bermaksud melakukan bunuh diri dengan lompat dari balkon ke panggung saat konser musik klasik dalam sebuah gedung opera.
Tetapi karena tidak cukup mengalami cedera, dia malah merebut posisi konduktor dan mulai berlagak sebagai pemimpin
symphony orchestra yang berujung pada penangkapan dirinya oleh pihak berwajib yang langsung memasukkannya ke institusi mental. Di sana dirinya bertemu dengan dokter wanita yang jatuh cinta kepadanya dan rela melepas pekerjaannya sebagai dokter jiwa.
Prozac Nation [2001]
Diangkat dari novel autobiografi
best-seller karya Elizabeth Wurtzel, film yang dibintangi oleh Christian Ricci ini menceritakan depresi seorang wanita di tahun pertamanya kuliah di Harvard. Karakter Lizzie di sini menderita depresi karena perceraian orang tuanya empat tahun lalu dan tekanan belajar di kampus barunya yang membuat dia memilih untuk melepaskan penat dengan mengikuti berbagai macam pesta yang membuatnya berkali-kali melakukan perilaku seksual secara bebas.
Ternyata hal ini malah semakin membuatnya depresi yang membuat teman sekamarnya melaporkan kepada pihak kampus karena dirinya telah mencoba bunuh diri. Akhirnya dia dikirim ke terapi kejiwaan yang mahal oleh ibunya yang mengantarkan pada kesembuhan penyakitnya ini. Prozac sendiri adalah resep obat yang diberikan kepada Lizzie dalam menanggulangi penyakitnya.
Michael Clayton [2007]
Di film tentang bipolar disorder ini, bukan Michael Clayton yang menderita bipolar disorder , tetapi seorang pengacara yang merupakan rekan kerja di firmanya. Ketika sedang melakukan deposition yang membuatnya harus ditangkap oleh pihak berwajib karena membuat kekacauan pada acara tersebut. Hal ini terjadi karena tekanan yang didapatnya disaat dia harus menghadapi perusahaan agrikultur yang dituntutnya yang disinyalir menggunakan bahan berbahaya dalam tanamannya.
Meskipun berada pada posisi yang benar, tetapi karena mental yang tidak stabil membuatnya harus berurusan dengan pihak berwajib dan juga menerima ancaman terhadap jiwanya dari perusahaan yang dituntutnya. Tom Wilkinson yang berperan sebagai karakter ini berhasil masuk nominasi Oscar di kategori Best Supporting Actor .
The Informant! [2009]
Ternyata penderita bipolar disorder bisa memanipulasi jabatannya di dalam perusahaan untuk keuntungan dirinya sendiri. Matt Damon yang berperan sebagai Mark Whitacre di film tentang bipolar disorder ini mampu menampilkan performa akting yang berbeda dari film-film lain yang pernah diperankan olehnya.
Tekanan yang didapat Mark karena bertahun-tahun menjadi informan bagi FBI dalam menangkap oknum koruptor di perusahaannya, membuatnya mengalami depresi berat yang menimbulkan bipolar disorder, dimana terkadang dia memihak perusahaannya dan berhasil terus-menerus naik jabatan, di lain waktu dia memihak FBI kembali. Karena gangguan jiwa dan keserakahan akan jabatan, akhirnya dia diadili dan dimasukkan penjara untuk direhabilitasi.
Silver Linings Playbook [2012]
Di genre romantic-comedy , karakter penderita bipolar disorder bisa dikembangkan menjadi kisah cinta yang unik dan menarik. Bradley Cooper yang berperan sebagai Pat, penderita bipolar disorder yang bisa seketika marah-marah disebabkan karena perceraiannya, bertemu dengan Tiffany, yang diperankan dengan baik oleh Jennifer Lawrence, yang memiliki kondisi mental yang hampir sepadan. Ternyata keduanya bisa saling mengisi dan jatuh cinta.
Surviving Family [2012]
Dalam film drama keluarga ini, salah satu karakternya menderita
bipolar disorder karena banyaknya permasalahan di dalam keluarganya sejak ditinggal wafat ibu mereka. Sang ayah adalah seorang alcoholic , sehingga tidak mampu mengatur rumah tangga secara baik. Bersama mereka harus mencari solusi terbaik sebelum acara pernikahan yang akan diadakan dalam waktu lima hari kedepan.
Infinitely Polar Bear [2014]
Bagaimana perjuangan sang ayah yang menderita bipolar disorder untuk kembali merajut rumah tangga yang baik bersama istri dan kedua anaknya? Karakter Cameron yang diperankan Mark Ruffalo ini menjadi depresi karena dipecat dari pekerjaannya hingga akhirnya harus direhabilitasi di institusi mental.
Karena sang istri harus menyelesaikan kuliahnya di kota lain, Cam harus mengurus kedua anaknya ketika dia sudah melewati masa sulit. Awalnya anak-anak ini bingung melihat tingkah ayahnya yang suka tiba-tiba pergi meninggalkan mereka di tengah malam dan banyak hal aneh lainnya. Tetapi karena rasa cinta mereka kepada ayahnya, mereka membantu sang ayah untuk bisa mengurus diri sendiri sekaligus diri mereka juga.
Touched with Fire [2015]
Romantic-drama yang diperankan oleh Katie Holmes ini menceritakan tentang dua pasien bipolar disorder yang sedang menjalani rehabilitasi di sebuah institusi mental. Kedua pasien ini ternyata memiliki kesamaan dalam menyukai puisi yang membuat mereka saling jatuh cinta. Dalam menjalani hubungan ini, mereka harus siap dengan kondisi terburuk pasangannya jika penyakit mentalnya mulai kambuh.
The Visit [2015]
Film found-footage karya M. Night Shyamalan ini bergenre horror-thriller, dimana misteri yang menyelimuti pasangan kakek-nenek di film ini yang memiliki tingkah laku aneh ketika sudah melewati jam 10 malam.
Apakah mereka werewolves ? Pengikut setan? Alien ? Atau yang lainnya? Ternyata mereka adalah penderita bipolar disorder yang melarikan diri dari institusi mental dan membunuh orang-orang yang berusaha mengusik identitas mereka.
Bipolar disorder dapat disembuhkan dengan melakukan terapi kejiwaan untuk menenangkan mental yang sedang depresi. Penggunaan obat penenang sangat berguna untuk fase-fase awal, tetapi yang paling utama adalah perhatian dan kasih sayang dari keluarga, teman dan orang-orang terdekat.
10 Film Perang Terbaik Sebelum PD 2
10 Film Perang Terbaik Sebelum Perang Dunia 2
Film bertema perang sangat lekat dengan perfilman Hollywood. Di era-era awal perfilman ranah Amerika, yang kemudian menjadi pusat perfilman dunia, banyak mengusung tema tersebut. Sebut saja film perang terbaik “The Birth of a Nation” produksi 1915.
Setelahnya banyak sekali film-film bertema perang yang diproduksi hingga saat ini, dan kebanyakan meraih beberapa penghargaan penting di dunia perfilman. Untuk menentukan film-film bertema perang mana saja yang menjadi terbaik di genrenya adalah sebuah pilihan yang sulit.
Untuk itu, kami membaginya menjadi 3 bagian dengan 3 kurun waktu yang berbeda. Di bagian pertama ini, kami akan membahas berbagai judul film perang yang bersetting sebelum Perang Dunia II.
All Quiet On The Western Front
Film produksi 1930 ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Erich Maria Remarque, disutradarai oleh Lewis Milestone yang meraih Best Director di ajang Academy Awards lewat film ini. Bersetting di era Perang Dunia I di kesatuan tentara Jerman yang menceritakan perjalanan sekelompok tentara mulai dari pelatihan hingga ke medan perang dengan segala kesulitan yang dihadapi.
Dianggap oleh kebanyakan media sebagai film perang yang mendekati kenyataan, film ini masuk dalam daftar film terbaik versi AFI dan termasuk salah satu film yang terdaftar di National Film Registry karena nilai budaya, sejarah dan estetikanya.
Paths Of Glory
Film perang dunia produksi 1957 ini disutradarai oleh sineas besar pada masa itu, Stanley Kubrick, dan dibintangi oleh aktor laris pada masanya, Kirk Douglas. Merupakan adaptasi novel berjudul sama karya Humphrey Cobb.
Bersetting di era Perang Dunia I di kesatuan tentara Prancis yang sedang berusaha mematahkan serangan Jerman dengan mengerahkan pasukan untuk misi bunuh diri. Setelah serangan itu gagal total, dipilihlah 3 orang untuk dibawa ke pengadilan atas dakwaan tindakan pengecut oleh seorang jenderal.
Hanya kolonel pasukan tersebut yang membela mereka meski diapun gagal menyelamatkan mereka. Lewat beberapa tindakan investigasi dan lobby sana-sini, akhirnya dia bisa menjebak sang jendral pengecut yang telah menuduh kesatuannya sebagai pasukan pengecut.
Glory
Film yang disutradarai oleh Edward Zwick yang terkenal sebagai sineas dengan seni sinematografi apik ini dibintangi oleh Matthew Broderick, Denzel Washington (meraih Best Supporting Actor di ajang Academy Awards lewat film ini), Morgan Freeman dan Cary Elwes.
Deretan aktor itu mampu memberikan penampilan terbaik di film yang dibuat berdasarkan kumpulan surat Kolonel Robert Gould Shaw, novel One Gallant Rush karya Peter Burchard dan kumpulan foto karya Lincoln Kirstein.
Bersetting di era American Civil War, Kolonel Robert Shaw memimpin pasukan infantri yang berisi tentara Afrika-Amerika pertama dalam sejarah. Meskipun pada akhirnya mereka kalah dan gugur dalam perang, jasa-jasa mereka diakui oleh pemerintah Amerika Serikat sejak pemerintahan Abraham Lincoln.
Dances With Wolves
“Dances with Wolves” adalah film produksi 1990 yang disutradarai, diproduseri dan dibintangi oleh Kevin Costner yang diakui para kritikus film sebagai film terbaiknya. Kevin Costner menggarap film ini selama 5 tahun dan mengantarkannya meraih Best Picture dan Best Director di ajang Academy Awards.
Bersetting di era American Civil War, menceritakan seorang letnan yang berusaha membangun kembali benteng di batas luar perbatasan negaranya. Bersinggungan dengan 2 suku Indian yang saling berseteru, sang letnan bersahabat, yang akhirnya tumbuh percintaan, dengan seorang wanita dari salah satu suku tersebut yang mengangkatnya sebagai warga kehormatan.
Tetapi bagi negaranya, dia dianggap sebagai pengkhianat dan dijatuhi hukuman, tetapi berhasil diselamatkan oleh suku Indian sahabatnya. Yang menarik dari film ini adalah penggunaan bahasa asli Indian Sioux dengan terjemahan di layar, membuktikan keseriusan Costner sebagai sutradara.
The Last Of The Mohicans
Film yang bersetting pada French and Indian War di Amerika ini dibintangi oleh Daniel Day-Lewis dan di sutradarai oleh Michael Mann. Di produksi pada 1992, film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya James Fenimore Cooper dan juga film adaptasinya pada 1936 lalu.
Berkat penampilan yang kuat dari Day-Lewis dan chemistry-nya yang apik dengan Madeleine Stowe, film perang Amerika ini mengalir dengan lancar dan layak untuk disimak. Bahkan karakter Hawkeye yang diperankan Day-Lewis masuk sebagai salah satu Hero terbaik versi AFI.
Gettysburg
Film produksi 1993 yang sering dianggap sebagai film terbaik tentang American Civil War ini disutradarai oleh Ronald F. Maxwell. Film ini sendiri merupakan adaptasi dari novel The Killer Angels karya Michael Shaara.
Menceritakan salah satu pertempuran terbesar dalam rentetan sejarah panjang American Civil War. Berkisah tetang 3 hari persiapan perang dengan 3 karakter utama berbeda untuk setiap harinya, sehingga memakan durasi yang panjang selama 271 menit.
Hal ini akan melatih kesabaran kita sebagai penonton. Tetapi semua terbayar dengan visualisasi pertempuran di akhir film. Film perang barat ini memiliki prequel berjudul “Gods and Generals” produksi 2003 yang tidak bisa menyamai kesuksesan film ini.
The Patriot
Film fiksi tentang sosok pejuang kemerdekaan Amerika yang disutradarai oleh Roland Emmerich dan dibintangi oleh Mel Gibson ini diproduksi pada 2000 silam. Banyak menimbulkan kontroversi karena tokoh fiktif yang membuka jalan bagi kemerdekaan Amerika pada masa revolusi Amerika dianggap menyalahi sejarah bangsa Amerika.
Tetapi salah satu film perang terbaik sepanjang masa ini juga menuai banyak pujian karena adegan pertempuran yang dahsyat dan sinematografi yang apik, meski banyak juga yang mengkritik jalan ceritanya yang terlalu melodramatis.
The Last Samurai
Film yang disutradarai oleh Edward Zwick yang kaya akan sinematografi ini diproduksi pada 2003 dan dibintangi oleh Tom Cruise. Dalam Film ini ia berperan sebagai kapten tentara Amerika yang diminta oleh pemerintah Jepang untuk melatih pasukannya demi membuka jalan westernisasi di negara tersebut di era setelah berakhirnya American Civil War.
Ketika pasukannya kalah oleh kumpulan samurai dan dirinya disekap di desa para samurai, sang kapten mempelajari budaya dan ajaran samurai dan menyadari akan kesalahan pemerintah dalam hal westernisasi yang melupakan akar budayanya sendiri.
Pada akhirnya sang kapten membela para samurai dan berjuang bersama melawan tentara pemerintah. Meski akhirnya kalah, tetapi sang kapten mampu menyadarkan kaisar akan maksud para samurai menolak westernisasi. Film ini meraih pendapatan yang luar biasa saat peredarannya di seluruh dunia, mencapai total $ 456 juta.
Master And Commander: The Far Side Of The World
Film perang di lautan produksi 2003 ini disutradarai oleh Peter Weir dan dibintangi oleh Russell Crowe. Film ini merupakan adaptasi dari 3 novel dari 20 novel petualangan Jack Aubrey karya Patrick O’Brian.
Pertempuran di lautan yang jauh sangat berbeda dengan di daratan membuat visualisasi di film ini sangat menakjubkan. Dentuman meriam-meriam dari masing-masing kapal dan efek kerusakan yang ditimbulkannya, ditampilkan dengan sangat baik dan begitu nyata.
Jalan ceritanya pun menarik. Meski semuanya fiksi, termasuk para karakternya, tetapi setting era Napoleonic Wars ini diolah sedemikian baiknya, sehingga masuk dalam nominasi Oscar untuk beberapa kategori, meski akhirnya hanya meraih Best Cinematography dan Best Sound Editing.
War Horse
Film perang terbaru produksi 2011 karya sineas kawakan Hollywood Steven Spielberg ini mengisahkan tentang persahabatan seorang remaja dan kuda peliharaannya yang kemudian terpisah oleh Perang Dunia I. Sang remaja akhirnya mendaftarkan diri ke dalam kemiliteran demi untuk menelusuri dan mencari jejak kuda kesayangannya tersebut.
Dengan melalui berbagai macam pertempuran dan kesulitan perang lainnya, akhirnya majikan dan peliharaannya tersebut bertemu kembali, membuktikan keterikatan hati diantara mereka berdua.
Seperti biasa, Spielberg membawa semua kru favoritnya, seperti Janusz Kaminski sebagai cinematographer, Michael Kahn sebagai editor, Rick Carter sebagai art director dan John Williams sebagai composer. Sayang, meski banyak dinominasikan di ajang Academy Awards, tetapi film ini gagal membawa pulang piala Oscar.
Nah itulah kumpulan film perang terbaik yang mengambil setting sebelum perang dunia kedua. Di artikel selanjutnya kami juga akan membahas film perang dunia 2 terbaik dan film terbaik pasca perang dunia II .
10 Judul Film Perang Dunia 2 Terbaik
10 Judul Film Perang Dunia 2 Terbaik
Perang Dunia II adalah masa-masa di mana hampir semua negara di dunia ikut berpartisipasi atau terkena imbasnya. Perang yang terentang dari daratan Eropa sampai ke Asia-Pasifik ini banyak menelan korban dan banyak juga cerita yang ada di dalamnya, sehingga kemudian kisahnya banyak yang diangkat ke layar lebar sampai saat ini, baik itu kisah nyata maupun fiksi.
Dari sekian banyaknya film perang dengan setting Perang Dunia II, kami mencoba menampilkan 10 film produksi Hollywood yang dianggap terbaik. Apa sajakah film perang dunia 2 terbaik tersebut? Berikut ulasan lengkapnya.
Saving Private Ryan
Saving Private Ryan sering dianggap sebagai film perang terbaik Hollywood. Karya Steven Spielberg produksi 1998 ini memang tidak terbantahkan jika dilihat dari perolehan penghargaan yang didapatnya, baik dari ajang Academy Awards ataupun ajang festival film lainnya.
Tom Hanks tampil sebagai aktor utama sepanjang film yang penuh nilai patriotis dan berakhir tragis ini. Didukung oleh barisan aktor yang pada saat itu belum dikenal tetapi setelah film ini menjadi bintang di Hollywood, seperti Matt Damon, Vin Diesel, Giovanni Ribisi, Adam Goldberg, Edward Burns, Paul Giamatti dan Barry Pepper.
Adegan pembuka film yang menggambarkan pertempuran di pantai Omaha, Normandy, dianggap sebagai visualisasi perang yang sangat mendekati realistis dengan segala kedetilan gambar yang ditampilkan. Adegan ini kemudian diadaptasi ke dalam game perang Medal of Honor.
Inglorious Basterds
Inglorious Basterds menceritakan usaha pembunuhan pemimpin Nazi oleh dua pihak, yaitu pasukan Amerika dan seorang wanita muda. Sutradara jenius nan nyentrik Quentin Tarantino sudah mengembangkan kisah film ini sejak tahun 1998, tetapi ditunda demi menggarap film-film lainnya terlebih dahulu.
Akhirnya film ini bisa diproduksi pada tahun 2008 dengan jadwal rilis di tahun berikutnya. Meski Brad Pitt yang dipasang sebagai aktor utama, tetapi justru Christoph Waltz yang banyak menuai pujian sebagai kolonel Nazi yang dingin, sadis dan pintar mengintimidasi.
Meski kisah ini fiktif dan cenderung komikal, tetapi semua aspek yang ditampilkan dibuat dengan detil, terutama kostum dan persenjataannya. Film perang beraroma Yahudi ini mendapatkan hasil box-office yang luar biasa dari peredaran di seluruh dunia dengan $ 321 juta dari bujet $75 juta.
The Great Escape
Film produksi tahun 1963 ini adalah film perang dunia 2 terbaik yang sangat menghibur. Karakter-karakter yang diperankan oleh aktor-aktor kaliber pada masanya seperti, Steve McQueen, James Garner dan Richard Attenborough ini mampu menampilkan dialog dan aksi yang memikat untuk ditonton ditengah-tengah setting kerasnya kehidupan di kamp Nazi.
Berbagai cara untuk melarikan diri dari kamp dengan segala kegagalan yang pada akhirnya berbuah keberhasilan, ditampilkan dengan sangat baik. Durasi film yang panjang selama 172 menit tidak akan terasa lama dan membosankan karena alur cerita dan visualisasinya yang membuat mata kita akan terus menatap layar.
Sesekali kita akan dibuat tegang, tersenyum bahkan tertawa dengan apa yang ditampilkan di film ini. The Great Escape sendiri diadaptasi dari buku non-fiksi karya Paul Brickhill terbitan tahun 1944.
Letters From Iwo Jima
Letters from Iwo Jima bukanlah film produksi Jepang, meski diperankan oleh barisan aktor Jepang dan dengan bahasa Jepang pula. Film yang dirilis di tahun 2006 silam ini adalah karya Clint Eastwood yang menceritakan pertempuran Iwo Jima dari perspektif tentara Jepang.
Film ini digarap berbarengan dengan Flags of Our Fathers, film karya Clint Eastwood lainnya yang menceritakan pertempuran yang sama dari perspektif tentara Amerika. Tetapi, film inilah yang dianggap lebih baik dari sisi kualitas dan pendapatan komersilnya.
Lewat film ini, kita diperlihatkan betapa patriotisnya tentara Jepang beserta komandannya dalam mempertahankan benteng terakhir negara dari serbuan pihak musuh. Film ini juga menampilkan kedalaman psikologis dan elemen-elemen cerita lainnya yang ditampilkan secara apik.
Fury
Menjelang akhir Perang Dunia II, seorang sersan dengan beberapa tentara membawa sebuah tank untuk masuk ke jantung pertahanan Nazi. Di sana mereka melakukan aksi heroik dengan berusaha mengalahkan pasukan Nazi yang lebih dalam jumlah dan persenjataan.
Film ini merupakan film pertama sutradara David Ayer diluar tema kepolisian yang biasa menghiasi filmography-nya dan film World War II kedua Brad Pitt setelah Inglorious Basterds. Selain hasil box-office yang mencapai $ 211 juta di peredaran seluruh dunia, Fury juga menuai banyak pujian dari para kritikus film dan meraih penghargaan di beberapa festival film dunia.
Banyak yang menganggap visualisasi di film ini sangat mendekati kenyataan. Pasalnya, semua elemen film ini digarap secara detil dan ceritanya pun mengambil inspirasi dari kisah nyata tentang kepatriotisan pasukan tank Amerika di Perang Dunia II.
Enemy At The Gates
Perang Dunia II bukan hanya perang antara pasukan sekutu (Amerika dan rekan-rekannya) melawan musuh-musuhnya saja, tetapi juga perjuangan antara pasukan negara yang diserang oleh pasukan antagonis dalam setiap film-film dengan setting seperti ini, yaitu pasukan Jerman.
Enemy at the Gates bercerita tentang seorang sniper Soviet yang berusaha menuntaskan misinya yaitu membunuh para tokoh Nazi Jerman. Selain itu, ia juga berusaha untuk membalaskan dendam pribadi kepada salah seorang sniper ulung Nazi di tengah perang Stalingrad yang legendaris itu.
Jude Law memerankan sosok Vasily Zaytsev, seorang pahlawan Uni Soviet yang terkenal dengan keakuratan tembakannya dengan memakan korban 225 tentara beserta jajaran perwira termasuk 11 sniper Nazi selama pertempuran Stalingrad. Dan hebatnya, semua dilakukan dari jarak 1000 meter.
Aksinya bisa kita saksikan di film perang dunia 2 terbaik ini dengan segala ketegangan perang dan kepatriotisan seorang sosok pahlawan negara.
The Thin Red Line
The Thin Red Line adalah film comeback dari sutradara Terrence Malick setelah 20 tahun tidak membesut film. Produksi 1998 menjadi pesaing sekaligus partner film Saving Private Ryan yang bercerita tentang beberapa pasukan Amerika yang bertemu di perang Asia-Pasifik dengan segala permasalahan psikologis personal dan ketegangan medan perang.
Mungkin untuk ukuran film perang, The Thin Red Line cenderung puitis dengan kutipan-kutipan puisi dan berlimpahnya bahasa gambar serta minim dialog. Tetapi untuk adegan pertempurannya dijamin bisa mencekat perasaan kita.
Nilai lebihnya lagi, para aktor kaliber turut memberikan performa terbaik mereka. Siapa saja aktor-aktor tersebut? Bisa dilihat di poster filmnya di atas. Pasti membuat tercengang kan?
Tora! Tora! Tora!
Peristiwa penyerangan Pearl Harbor yang merupakan base camp militer Amerika di kepulauan Hawaii oleh pasukan udara Jepang sangat terkenal di dalam sejarah. Karena peristiwa inilah yang memicu penjatuhan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika.
Dari sekian banyak film yang mengangkat peristiwa ini seperti Pearl Harbor (2001), tetapi Tora! Tora! Tora! yang dirilis pada tahun 1970 inilah yang dianggap mendekati peristiwa sejarahnya. Pasalnya, film ini berhasil menampilkan adegan pertempuran udara dan ledakan-ledakan yang dahsyat untuk ukuran di zamannya.
Film yang dibintangi oleh Martin Balsam dan disutradarai oleh Richard Fleischer ini banyak mendapat penghargaan dari beberapa festival film terkemuka. Selain itu, film ini juga meraih 1 Oscar untuk Best Visual Effects.
A Bridge Too Far
Pasukan sekutu pernah menggelar sebuah operasi yang dinamakan “Operation Market Garden” dengan misi melakukan pengeboman terhadap beberapa jembatan di Belanda untuk memutus pergerakan pasukan Nazi. Sayangnya, operasi ini gagal.
Meskipun begitu, peristiwa ini dituangkan ke dalam novel oleh Cornelius Ryan yang diterbitkan pada tahun 1974 dan tidak butuh waktu lama untuk diadaptasi ke layar lebar pada tahun 1977 dengan sutradara Richard Attenborough.
Didukung oleh barisan aktor kawakan, seperti Michael Caine, Sean Connery, Anthony Hopkins, Gene Hackman, Laurence Olivier, Robert Redford dan masih banyak lagi, film ini kemudian meraih 3 piala dari BAFTA Awards, yang membuktikan kualitasnya.
Defiance
Kali ini kita beralih ke daerah Belarusia yang juga ingin dicaplok oleh Nazi. Bielski bersaudara kemudian memilih untuk menghindar ke dalam hutan dan bertahan di sana sambil membangun komunitas baru dari para pengungsi dan korban perang.
Kisah nyata ini kemudian diadaptasi ke dalam layar lebar oleh Edward Zwick pada tahun 2008 yang sudah kita ketahui pernah menggarap film The Last Samurai sebelumnya. Tetap dengan nilai sinematografi terbaik membuat film Defiance ini semakin indah dipandang mata dan adegan pertempuran menjadi semakin tajam dan bersalju sesuai settingnya.
Daniel Craig, Live Schreiber dan Jamie Bell berperan sebagai Bielski bersaudara. Dipenuhi dengan adegan pertempuran yang patriotik dan pertikaian di dalam kelompok menjadi cerita yang disuguhkan di film yang masuk nominasi Oscar di kategori Best Original Score ini.
Nah itulah 10 judul film perang dunia 2 terbaik yang tidak boleh Anda lewatkan.
10 Film Psycho Terbaik
10 Film Dengan Karakter Psikopat Terbaik Di Dunia
Psikopat (psychopath ) adalah salah satu jenis penyakit kejiwaan yang biasanya memiliki karakteristik seperti kebiasaan anti-sosial, tidak adanya empati, dan masih banyak lainnya lagi yang menggambarkan jika penderita penyakit ini menolak untuk berhubungan sosial dengan orang lain.
Dalam perkembangannya, istilah psikopat cenderung identik dengan pelaku kriminal. Dalam catatan kejahatan di seluruh dunia, mayoritas pelaku pembunuhan, terutama yang sadis, adalah seorang psikopat.
Kelainan kejiwaan pada seorang psikopat selalu menjadi tema yang menarik untuk diangkat ke dalam film oleh para sineas Hollywood. Banyak sekali film yang menampilkan sosok psikopat dengan segala perilaku aneh dan kelicikannya dalam membunuh atau berbuat kejahatan. Bahkan di antaranya mampu memainkan pikiran lawannya, terutama para korban, detektif dan kepolisian.
Berikut ini kami pilihkan 10 film yang terdapat para karakter psikopat kelas atas dengan segala pemikiran dan perilaku gilanya. Berbagai film dengan karakter psikopat ini datang dari berbagai generasi, mulai dari tahun 60an hingga beberapa tahun ke belakang.
Psycho [1960]
Salah satu film terbaik sutradara legendaris Alfred Hitchcock ini menampilkan sosok Norman Bates yang merupakan seorang psikopat dengan tingkah laku suka mengintip tamu motelnya dan membunuhnya.
Ternyata, gangguan kejiwaan itu diakibatkan dari perilaku sang ibu terhadapnya. Siapa yang menyangka jika ibunya telah lama menjadi mayat dikamarnya dan cerita yang selama ini dia paparkan hanyalah berdasarkan halusinasinya saja, bahkan dia ditangkap saat sedang memakai pakaian milik ibunya.
A Clockwork Orange [1971]
Sutradara legendaris Stanley Kubrick membesut film tentang karakter psikopat, atau dalam istilah ini
sociopath , dalam diri Alex DeLarge yang diperankan oleh Malcolm McDowell yang hidup di dunia
dystopia.
Bersama gang -nya, dia melakukan tindakan kriminal, seperti penyiksaan dengan berbagai macam metode yang tidak pernah terpikirkan oleh akal manusia yang sehat sebelumnya. Uniknya, pada setiap adegan kekerasan tersebut, selalu diiringi oleh alunan musik klasik yang menjadi favorit dari karakter ini.
Apocalypse Now [1979]
Dalam film perang terbaik karya sutradara Francis Ford Coppola ini, Marlon Brando tampil memukau sebagai Colonel Walter E. Kurtz yang memiliki pasukan sendiri di Kamboja pada saat Perang Vietnam berlangsung.
Karakter ini merasa dirinya adalah dewa bagi warganya dan tidak segan-segan menghukum dengan cara yang sadis sesukanya bagi yang menentangnya. Sehingga pemerintah AS mengirimkan pasukan khusus untuk mengakhiri sepak terjangnya yang dianggap mencoreng nama baik pemerintah dan militer AS.
Blue Velvet [1986]
Salah satu film dengan karakter psikopat terbaik dari sutradara David Lynch ini menampilkan karakter Frank Booth yang diperankan oleh Dennis Hopper. Kegilaan karakter ini dalam menyiksa, membunuh dan perilaku seksual yang menyimpang sebagian besar karena kepribadian ganda yang membuat dia terkadang tampil sebagai “daddy ” atau “baby ”.
Tapi percayalah, kedua kepribadian itu tidak ada yang menguntungkan bagi lawan bicaranya. Karakter ini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu memutilasi dan mengumpulkan telinga para korbannya.
Misery [1990]
Lewat film karya sutradara Rob Reiner ini, Kathy Bates menampilkan performa akting yang cukup mengintimidasi sebagai Annie Wilkes yang awalnya bersikap baik dan menolong seorang penulis yang mengalami kecelakaan.
Tetapi ternyata dia adalah salah satu fans setia sang penulis dan bermaksud untuk menyekap tokoh pujaannya itu tetap di rumahnya dengan berbagai cara, bahkan sampai mematahkan kaki si penulis. Adaptasi novel karya Stephen King ini mengantarkan Kathy Bates sebagai peraih Oscar di kategori Best Actress.
Cape Fear [1991]
Robert De Niro berperan sebagai Max Cady dalam salah satu film terbaik karya sutradara Martin Scorsese yang merupakan kolaborasi ketujuh mereka. Penampilan De Niro di film ini cukup meyakinkan dengan banyak tattoo di tubuhnya dan gaya bicara yang sangat mengintimidasi, terutama kepada karakter yang diperankan oleh Juliette Lewis, yang mengantarkan keduanya dinominasikan di kategori
Best Actor dan Best Supporting Actress.
Perilaku psikopatnya bisa dibilang cukup lengkap, mulai dari mengintai, mengintimidasi, menyiksa, membunuh dan memperkosa. Bahkan ada satu adegan dimana dia memegang lilin panas yang meleleh ditangannya. So psycho!
The Silence of the Lambs [1991]
Hannibal Lecter adalah sebuah nama yang dikenal di dunia novel dan film sebagai seorang ahli psikologi dan juga seorang psikopat kelas atas. Di film yang diangkat dari novel karya Thomas Harris ini, Hannibal berada di balik jeruji besi dengan pengamanan tingkat tinggi. Seorang agen FBI berusaha meminta saran dan nasehat darinya untuk menangkap seorang pembunuh berantai.
Keahliannya memanipulasi pikiran lawan bicara membuat sang agen galau terhadap dirinya sendiri. Selain film ini, tokoh Hannibal Lecter yang diperankan dengan sangat baik dan sepertinya hanya cocok bagi aktor kawakan Anthony Hopkins ini muncul lagi di dua film lainnya, yaitu Hannibal [2001] dan
Red Dragon [2002].
Se7en [1995]
Dua detektif yang diperankan oleh Brad Pitt dan Morgan Freeman berusaha mengejar pembunuh misterius yang menggunakan tujuh dosa besar sebagai modus operandi-nya.
Psikopat satu ini yang bernama John Doe dan diperankan oleh Kevin Spacey tampil sangat dingin namun sadis dengan dasar pemahaman religiusnya yang sangat sesat. Bahkan John Doe mampu mempermainkan pemikiran salah satu detektif ini hingga dia begitu marah karena sesuatu di dalam kotak yang merupakan salah satu hasil perbuatan sang psikopat sadis ini.
American Psycho [2000]
Siapa sangka jika seorang investor sukses dan kaya raya ternyata seorang psikopat? Christian Bale yang memerankan karakter Patrick Bateman di film ini tampil memukau dengan performa akting yang cukup meyakinkan.
Obsesinya terhadap seks dan kekerasan membuat dia banyak melakukan pembunuhan secara sadis. Korban-korbannya adalah para pelacur, teman-temannya, bahkan terkadang secara acak. Bateman menggunakan berbagai macam alat untuk membunuh, mulai dari pisau, kapak hingga gergaji mesin.
The Dark Knight [2008]
Tidak ada yang memungkiri kualitas akting Heath Ledger sebagai Joker di film ini, bahkan dia pun berhasil meraih Oscar di kategori Best Supporting Actor . Karakter Joker ditangannya tampil sangat menakutkan dengan make-up yang acak-acakan dan kekacauan tingkat tinggi yang dihasilkannya.
Hal tersebut cukup membuat Batman harus memutar otak lebih keras lagi untuk melumpuhkan psikopat yang unik ini dimana dia melakukan semua kejahatan itu hanya untuk kesenangan saja tanpa ada motif mencari keuntungan atau meraih kekuasaan.
Itulah sepuluh film dengan karakter psikopat terbaik. Penampilan seorang psikopat memang tidak langsung terlihat dia mengalami gangguan kejiwaan, terkadang mereka terlihat baik, tetapi ternyata dibalik itu dia adalah seorang pembunuh sadis.
Dalam kehidupan nyata, sosok ini selalu ada dengan jumlah korban yang cukup banyak dengan metode pembunuhan yang berbeda-beda. Disarankan saat menonton deretan film ini, tetaplah jaga pikiran anda tetap positif, sehingga tidak akan terpengaruh oleh perilaku dan pemikiran negatif menyimpang akibat penyakit kejiwaan yang ditampilkan di film.
10 Film Mystery Terbaik Di Dunia
10 Film Mystery Terbaik Di Dunia Yang Penuh Dengan Teka-Teki
Mystery films adalah sebuah genre film yang berisi elemen-elemen yang penuh tanda tanya dalam jalan ceritanya. Kita sebagai penonton dibawa berputar-putar, menebak meski salah, dan dibuat bingung dengan ending yang ambigu.
Itulah salah satu kelebihan film misteri ini dibandingkan film lainnya, karena jalan ceritanya sulit untuk ditebak. Meski dekat dengan genre horror, tetapi tidak semua film misteri bertema hantu dan makhluk gaib.
Biasanya, elemen-elemen yang selalu ada di film bergenre ini adalah hadirnya iringan soundtrack yang membuat terkejut ketika misteri terkuak, angle kamera yang misterius, unsur bayangan, dan twist ending yang membuat penonton bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan akhir film tersebut.
Dijamin, twist ending tersebut menimbulkan kesimpulan yang berbeda di masing-masing benak penonton. Untuk itu, kami pilihkan 10 film mystery terbaik yang ternyata mayoritas diantaranya adalah bukan film horror . Spoiler alert!!
Twelve Monkeys [1995]
Di film sci-fi yang dibintangi oleh Bruce Willis ini, sutradara Terry Gilliam memaparkan cerita yang cukup memusingkan dengan imbuhan kisah travel time . Datang dari masa depan, James Cole dianggap gila dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Dirinya sendiri belum bisa menjelaskan mimpi-mimpi yang menghampirinya yang hadir seolah-olah nyata. Banyak misteri yang bertaburan disana-sini yang semakin bertambah mendekati akhir film.
Spoiler: Mimpi yang dialami oleh James Cole dewasa adalah hasil penglihatan dia sendiri dimana James Cole kecil melihat kematian James Cole dewasa dan awal dari epidemic virus mematikan di kota tersebut.
The Usual Suspects [1995]
Film crime yang penuh misteri ini adalah film yang memperkenalkan talenta sutradara Bryan Singer untuk menapaki Hollywood. Kevin Spacey tampil dalam performa terbaiknya dan berhasil meraih Oscar di kategori Best Supporting Actor .
Karakter yang diperankannya, Roger “Verbal” Kint, memaparkan ceritanya yang sangat memusingkan tapi berhasil meyakinkan dua agen kepolisian untuk melepaskannya dari status tersangka. Spoiler: Ternyata Kint tidak cacat dan dia adalah otak dan pelaku kejahatan tersebut.
Fight Club [1999]
Seorang karyawan kantoran yang menderita insomnia bosan dengan aktifitas hariannya. Kemudian dia berkenalan dengan pedagang sabun yang memiliki tingkah yang
slenge’an . Akhirnya mereka bersahabat dan membuat perkumpulan pertarungan
underground yang anehnya anggotanya menjadi banyak.
Film yang diadaptasi dari novel karya Chuck Palahniuk ini menyimpan misteri hingga mendekati akhir film siapa sebenarnya sosok Tyler Durden yang dibintangi oleh Brad Pitt. Spoiler: Tyler Durden ternyata adalah tokoh imajinasi The Narrator yang diperankan oleh Edward Norton.
The Sixth Sense [1999]
Film terbaik karya sutradara M. Night Shyamalan ini menyimpan misteri yang cukup mengejutkan di akhir film tentang siapakah sosok psikolog Dr. Malcolm yang membantu Cole sembuh dari penyakit “aneh” dimana dia bisa melihat sosok gaib atau roh orang yang sudah meninggal.
Dengan sabar Dr. Malcolm menemani dan membimbing Cole, hingga akhirnya Cole menyatakan diri berpisah dengan roh-roh di sekitarnya. Dr. Malcolm tenang dan kembali ke rumahnya. Di sinilah
ending yang mengejutkan tersebut.
Spoiler: Dr. Malcolm ternyata adalah sosok roh yang sudah lama meninggal.
Memento [2000]
Film karya Christopher Nolan ini memiliki alur cerita yang non-linear , dimana ada adegan-adegan dalam format hitam-putih yang beralur maju dan adegan-adegan berwarna yang dituturkan secara mundur, sehingga di akhir film kedua rentetan adegan ini bertemu untuk memecahkan misteri siapakah pembunuh istri Leonard Shelby dan kenapa dia bisa tidak ingat sama sekali akan kejadian itu.
Akan sulit dimengerti hingga akhir film, tetapi ketika kita diberikan sedikit petunjuk jika memperhatikan, kita akan mengerti siapa sosok Leonard ini. Spoiler: Leonard adalah pembunuh, termasuk istrinya sendiri.
Donnie Darko [2001]
Film mystery terbaik dengan aktor Jake Gyllenhaal sebagai pemeran utama ini memaparkan tema “Parallel Universe ” yang dinamakan “Tangent Universe ”, dimana dunianya akan dilanda kiamat dengan bertemunya dua dunia tersebut. Hal ini diperparah dengan tewasnya sang kekasih karena korban bully dari teman-temannya yang juga hadir makhluk imajinasi bernama Frank.
Tetapi ending film kembali ke 28 hari sebelum peristiwa itu terjadi dan diakhiri dengan ending yang sama sekali berbeda. Spoiler: Donnie tewas tertimpa pesawat terbang yang jatuh dan Gretchen tetap hidup.
Mulholland Drive [2001]
Film misteri karya David Lynch ini melejitkan karir Naomi Watts sebagai aktris papan atas Hollywood. Yang membuat penonton bingung adalah banyak adegan-adegan yang tidak ada korelasinya dengan jalan cerita dan semua tampil secara acak yang membuat misteri yang tersembunyi semakin tidak jelas. Cerita berubah ketika memasuki ¼ film dimana semua misteri itu mulai terkuak secara gamblang.
Spoiler: ¾ film adalah mimpi dari Diane Selwyn yang di dalam mimpinya adalah Betty Elms, sisanya adalah dunia nyata dimana Selwyn sudah ditemukan tewas di dalam kamarnya. Intinya, kita menyimak mimpi dari orang mati!!
The Prestige [2006]
Satu lagi film karya Christopher Nolan yang menyimpan misteri tentang rivalitas dua pesulap dalam menghadirkan trik-trik sulap yang inovatif demi kepuasan penonton. Segala cara mereka lakukan dalam persaingan itu, termasuk dengan cara yang licik.
Menggunakan alat-alat sederhana untuk menciptakan sulap memang tidak mudah, sehingga salah satu dari mereka, Alfred Borden, menggunakan teknologi yang dia sembunyikan selama ini dan baru kita ketahui di akhir film trik mengapa trik “The Transported Man” selalu berhasil. Spoiler: Alfred Borden membuat cloning dirinya sendiri dalam jumlah banyak dan disimpan di dalam tanki air.
Inception [2010]
Film mystery terbaik peraih 4 Oscar di kategori Best Cinematography ,
Best Sound Mixing , Best Sound Editing dan Best Visual Effects ini memang harus ditonton berkali-kali untuk memahami lapisan-lapisan mimpi yang ditembus oleh Leoanrdo DiCaprio dan timnya. Setiap mimpi yang berlangsung secara parallel itu menimbulkan efek yang berkesinambungan di mimpi lainnya.
Imajinasi mimpi di dalam film ini benar-benar ditampilkan secara menakjubkan, terutama kota yang terlipat. Ketika timnya berhasil kembali ke dunia nyata, Dom Cobb memasuki dunia “Limbo ” dimana dia bertemu dengan teman lamanya. Apakah dia berhasil kembali ke dunia nyata? Perhatikan totem yang diputarnya di akhir film. Itulah petunjuknya.
Shutter Island [2010]
Salah satu film mystery terbaik karya Martin Scorsese ini menampilkan misteri yang terjadi di institusi mental terpencil di tengah laut. Leonardo DiCaprio sebagai Daniels datang ke pulau itu sebagai US Marshal yang menyelidiki pembunuhan dan orang hilang. Dengan melalui berbagai investigasi yang melelahkan, ternyata di akhir film dia bukanlah seorang US Marshal.
Spoiler: Semua terjadi di alam pikirannya Daniels yang ternyata seorang pasien intitusi mental yang dalam percobaan penyembuhan metode baru.
Itulah 10 film dengan tingkat kemisteriusan yang cukup tinggi dan membuat kening penonton pasti mengernyit ketika menyimaknya. Kunci dari mayoritas film seperti ini adalah bagaimana misteri inti tetap tertutup hingga dibuka di akhir film. Bahkan diantaranya tetap menyisakan kesan ambigu di benak penonton.
Langganan:
Komentar (Atom)