Hujan deras membasahi tanah desa transmigrasi yang di hiasi jajaran
perkebunan sawit dan perkebunan karet,kilatan petir menerangi jalan
jalan desa,sesosok bayangan hitam menyusuri jalan setapak menuju
pemakaman umum,makhluk apa nih?."ternyata eh ternyata?."Mas Jarwo lagi
menyelidiki sesuatu?."
,"akan ku tunggu kamu nyai kembang sampai keluar kubur,hari ini siapa
yang akan kau tagih!." seru Jarwo sambil matanya lirik sana lirik
sini,campuran takut sama waspada.
hujan semakin deras,Jarwo menggigil bersama suara sesuatu yang mendecit
dari depan pintu pemakaman.
Mas Jarwo yang berada di dekat pohon,memandang bayangan putih dekat montor
matic..Jarwo melotot.
,"busyet..hantu jaman sekarang,pakai matic."ujar Jarwo mendekati bayangan
putih itu..
,"hai setan wanita..mau apa kamu?."tanya Mas Jarwo..bayangan itu berbalik,Jarwo
mengucek matanya,dia setengah nggak percaya,wanita di depannya mirip
Ani.
,"hai pocong,nggak usah pakai nyamar jadi ani..aku itu kepsek paling
cerdas se Riau,enggak bisa di bohongi!."seru Jarwo pongah
,"mas..ini ani!,"seru Ani manja
,"enggak usah pakai ikut ikut gaya ani yang manja yee,"ujar Jarwo
meneliti kaki Ani.
Dan saya melihat kaki Ani menjejak ke tanah,dia sadar kalau wanita di
depannya memang benar benar dik Ani tersayang!."
,"ada apa sih malam malam kelayapan?."tanya Jarwo cemburu,dari
mana..jangan jangan janjian sama lelaki lain.
,"dari rumahnya kakaknya almarhum suamiku,ada acara sunatan besok pagi
mas,enggak tahunya depan kuburan motornya mogok,"terang Ani.
,"ya udah,bantu mas jarwo saja nangkap pocong,nanti kita bisa pulang
bareng,daripada sendirinya,ntar di culik setan lho,"ucap Mas Jarwo
menaikan alisnya.
Ani diam aja,dia tampak berpikir..sedang Jarwo khawatir,jangan jangan Ani nolak.
,"iya deh mas,"
Keduanya duduk berdekatan di bawah pohon kamboja depan pemakaman.
Hati Mas Jarwo benar benar bahagia,bisa kencan sama dik Ani..walau di
pemakaman,Jarwo merasa di Taman Impian Jaya Ancol.
,"lama banget sih mas,kok nggak muncul muncul?,"tanya Ani
,"biarin aja dulu sayang..mungkin dia takut sama mas jarwo ini lho!."
,"oh..ye,"
Jarwo tersenyum dalam tetesan air hujan yang kini mulai berkurang
lebatnya,bikin hati Ani deg deg plus.Jujur di akui hatinya yang paling
dalam,kalau dia naksir Jarwo.tapi masih malu malu kucing untuk
mengakui,selain karena reputasi Jarwo yang memang dekat dengan banyak
wanita,dia juga enggan bersaing dengan Niswa yang notabenenya
keponakan almarhum suaminya.
Sedang Pak Kepsek tangannya mulai bergerilya,memegang tangan Ani membuat hati
Pak Kepsek berbunga bunga,bagai musim semi di negara Jepang.
Dia terus meremas remas tangan Ani..tapi ada yang aneh,tangannya kok
kasar..masak sekarang Ani nyambi jadi kuli bangunan ya?."sambil Jarwo
menyungir nyungirkan hidungnya.
,"kok ada bau anyir,masak dik ani,setahuku dia selalu wangi,"bisik Jarwo heran
,"mas..ani kok cium bau anyir,"ucap Ani memegang hidungnya..Jarwo
memandang kaget..tangan yang atunya megang hidung sedang yang satunya
buat mainin tudung jas hujan putihnya.
perlahan tapi pasti,Jarwo menoleh,dia berteriak keras,karena ada perempuan
muka ancur dengan rambut awut awutan,nggak kenal creambath..seperti
dik Ani tersayang.
,"setaan!."teriak Jarwo membuat Ani kaget..mata janda cantik ini yang kini
giliran melotot,melihat kuntilanak di dekatnya..dia berlari duluan,di
susul Jarwo di belakangnya.
,"sial sial..dasar kuntilanak perawan,nggak ngerti apa orang lagi
pacaran..malah di ganggu,"desis Jarwo kesal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar