Kamis, 17 Mei 2018

Bab 10 Cinta Gadis Indigo

Bab 10 Cinta Gadis Indigo ,"sialan..jangan sekarang!." desisnya. Kakinya masih berusaha di gerakkan,dia melambai lambai tangannya dengan panik. ,"ayo..!,"ya tuhan tolong aku,"kepalanya beberapa kali menoleh ke lapangan,ada Andini sedang berlari menuju ke arahnya,keputusasaan mengcengkeramnya. Tiba tiba tanpa di sadarinya Andini sudah ada di belakangnya,dengan kekuatan dendam dan kebencian..dia mendorong Prita hingga tubuhnya tak terkendali,melesat cepat ke arah pohon besar yang berada di depannya,suara benturan keras bersama hembusan angin lalu angin mereda,hanya tinggal tubuh Prita dengan darah segar mengalir membasahi batang kulit pohon besar ini dan baju abu abu putih yang di kenakannya,tangannya menggegam buku harian bertulis namanya.Sementara itu Andini memandangnya dengan mata sinis campur bahagia karena tuntas dendam berkarat yang ada di hatinya.Dan saat tetesan darah mulai menetesi buku harian itu.Andini menyobeknya dan mengacungkan ke atas membuat air hujan mengguyur darah di atas buku harian itu hingga kembali putih bersih!." tiba tiba tubuh Ara tersedot kembali pada pusaran cahaya,kini dia berada di depan kamar kecil paling ujung tetap dalam kegelapan malam. Pintu kamar mandi terbuka,di depan bak mandi Andini menangis dengan sebuah buku harian terbuka.punggungnya terguncang guncang,tiba tiba Andini terdiam,melekatkan tatapannya pada cermin,ada Arman di sana..tangannya menggegam sesuatu. ,"pembunuh..kau membunuh prita!."teriak cowok itu,Andini berbalik,mundur ke belakang,air matanya meleleh ,"kamu jahat..kau pikir aku tidak tahu perbuatanmu,aku di sana,tapi terlalu jauh hingga aku tak sanggup mencegahnya!."seru cowok itu yang ketika semakin mendekat, wajahnya ternyata berlumuran darah. Andini mundur selangkah lagi ke belakang ,"aku menciuminya dan meminta,"prita..jangan mati!."aku seharusnya menikahinya,"desisnya lirih ,tiba tiba tersungging senyum di wajahnya membuat Andini ketakutan. Tiba tiba dia mengayunkan kaca spion yang di pegangnya ke kepala Andini,darah mengucur dari lukanya.Ara tak kuasa mencegah..Arman mendorong Andini ke bak mandi tersebut,memegang kepalanya agar tidak dapat muncul lagi untuk menghirup udara,untuk beberapa detik.. kepala Andini masih bergerak,lalu diam untuk selamanya dengan kepala berambut yang mengambang di antara air bercampur merah darah. Dan kali ini dia memberanikan membuka mata saat ketiga kalinya cahaya yang menyilaukan pupil matanya itu menyeretnya,tubuhnya lemas,dia berada kembali di depan kamar kecil dengan pemandangan yang berbeda karena kini kamar kecilnya sudah berjumlah 5 buah bukan 3 buah seperti dulu dan tetap kamar kecil itu jadi yang paling ujung. Ara terkejut,selain jajaran kamar kecil,ada Ken di sana,tangannya terikat di toilet nomer satu. Dari kejauhan Ara melihat Andini datang dengan cara melayang walau ketakutan,dia mencoba tenang dan tidak panik. ,"ara..lihat cewek yang telah merebut pacarmu ada di sana,dia sedang menunggu balas dendammu!,"suara Andini lembut seakan adalah sahabat baik Ara. Tiba tiba perasaan dendam yang hinggap di dada Ara membuatnya memandang Ken dengan tatapan mata penuh kebencian..tapi saat Ara ingat ucapan Rana.Ada pertarungan dalam hatinya.Antara rasa benci dan cinta. Ara menghela napas panjang lalu menggeleng pelan,airmata meleleh dari kedua matanya. ,"enggak an..,putus cinta soal biasa,mungkin arya bukanlah tercipta untukku,tapi aku yakin tuhan pasti menciptakan seseorang untukku!." ,"ah..ah..ah!."teriak nyaring Andini memecah kesunyian malam,gendang telinga Ara terasa jebol..,dia menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. Angin berhembus kencang membuat daun daun seakan menjerit pilu..,bersahutan dengan teriakan nyaring arwah Andini. Tanpa mereka sadari,helaian rambut keluar dari kamar kecil paling ujung berambat menuju ke arah Ken,perlahan tapi pasti membalut tubuhnya,Ara hanya bisa memandang penuh ketakutan..Mengikuti ke mana pangkal rambut itu berada..ternyata dari cermin yang tergantung di kamar kecil. ,"tidaak!."teriak Ken saat tubuhnya di seret rambut panjang itu menuju ke arah kamar kecil,Ara sadar dari bengongnya,dia berlari ke arah Ken.Dia mengambil ranting kayu,memukul mukul rambut itu tapi malah tangannya mulai di lilit. mereka berdua di seret menuju bak mandi. Keduanya tenggelam ke bak mandi antara hidup dan mati. Saat di dalam air,Ara bertemu arwah prita di dalam air..dia memberi isyarat ke arah selatan..dalam keadaan genting,tiba tiba Ara ingat sesuatu..bukannya pangkal rambut itu ada di cermin..dengan sisa sisa tenaganya,dia mengambil batu di air.Saat rambut itu menariknya ke atas..Dia melemparkan batu itu ke cermin. ,"pyarr!." cermin itu pecah berkeping keping..ada wajah Andini marah membias di tembok. bersamaan rambut itu menarik diri dari tubuh Ken dan Ara,kembali ke dalam tembok. Ara segera meraih tangan Ken,menariknya ke atas,dengan bahu membahu mereka keluar dari bak mandi. Berlari kencang melewati koridor,menuju lapangan..lewat sudut matanya dia melirik arwah Andini mengejarnya tapi di hadang arwah Prita. Ara berhenti sebentar,melihat arwah Prita,mereka saling tersenyum..dia memberi isyarat Ara agar secepatnya pergi. Ara segera menarik tangan Ken,mereka cepat cepat membuka pintu pagar dan menutup pintu itu dengan cepat saat mereka telah keluar dari sekolah. Ana dan Lia sudah ada di depan sekolah di antar pak Harun dan Pak Ridwan. Pak Harun menyuruh mereka berdua cepat naik mobil. ,"masuklah..biar mereka berdua menyelesaikan masalahnya!." Paginya Pak Harun mengajak Pak Ridwan menuju ke kamar kecil setelah Ara menceritakan kronologis kejadian kemarin,hanya Ara yang dalam kondisi sehat sementara Ken masuk rumah sakit. Ketika tembok itu di pukul,seperti ada ruang di dalam. Mereka saling berpandangan. Pak Ridwan mengambil palu besar di gudang,memukul tembok itu..ketika tembok runtuh..mereka terkejut,ada kerangka di dalamnya. ,"sekarang jelas sudah dari fenomena gaib yang di alami ara,aku bisa merangkai cerita,ternyata andini tidak pernah naik kapal yang kecelakaan itu,justru kembali ke jawa,membawa dendam kesumat kepada prita,membunuhnya dan arman ganti membunuh andini dan menyimpan mayatnya di sini,menjadi hantu kamar kecil,"ucap Pak Harun ,"mungkin kematian arman ada hubungannya dengan arwah andini,"timpal pak Ridwan ,"pengkhianatan cinta berujung maut..aku bersyukur ara bisa mengatasi itu,cinta kedua sahabatnya adalah kekuatan dari kerapuhannya." AB FLOWER asyik menikmati makanan di kantin sekolah. ,"untung insting aku berbicara,kau pasti di sekolah ini saat kami mencarimu di rumah pak harun tidak ada..Aku khan yakin setan kamar kecil pasti tak mau melepaskanmu!."seru Ana berapi api bikin Lia bete sedang Ara tersenyum. ,"tahu nggak,kalianlah kekuatan aku..mungkin itulah yang tidak di miliki andini,sahabat baik..," suasana berubah haru..mereka saling berpelukan. Saat itu sesosok tubuh di bawah pohon mangga,dia tersenyum,Ara balas tersenyum,"ada lelaki rahasia,"gumam Ara Lirih. Malam minggu ini Ara malas pergi,dia asyik mendengarkan lagu Poppy Mercury yang berjudul badai asmara,saat ibunya memanggil ada yang mencarinya. Ara menatap tak percaya,pada makhluk yang kini duduk di kursi tamunya.Hatinya berdegup kencang saat cowok itu menatapnya,Ara membuang muka,tak sanggup memandang cowok masa lalunya ini.Dia menghela napas sebentar dan memutuskan berani memandang Arya. ,"kak arya!."panggilnya lirih. ,"ra..aku ingin bicara,"ucap Arya memandang lekat Ara. Dia menyesal karena melepas Ara,ternyata lebih cantik dari Ken..hanya Ara tertutup,mungkin dia kurang bisa nyelami hati Ara. ,"bicaralah..,"ucap Ara lembut ,"maafin aku ra,"ucap Arya mengacungkan tangannya ke Ara,cewek keturunan Tionghoa ini menyambut tangan itu dengan percaya diri. ,"berakhir jalinan cinta kita ku harap tidak akan memutuskan tali hubungan antar manusia,"ucap Ara di ikuti anggukan Arya.Mereka saling tersenyum.

Bab 9 Cinta Gadis Indigo

Bab 9 Cinta Gadis Indigo ,"oh ya,soal kematian prita wulandari,orang yang paling tahu adalah pak harun,kepala sekolah yang berdinas kala itu,ibu pernah berjumpa dengan beliau yang menyatakan masih tinggal di rumahnya yang lama,biar nanti ibu catatkan alamatnya," ,"baiklah,bu.terima kasih atas informasi yang ibu berikan..,"ucap Lia di ikuti anggukan Ara sambil menerima catatan alamat Pak Harun ,"semoga kau berhasil,nak,"ucap Bu Miranti dengan terharunya menepuk nepuk punggung kedua anak didiknya bergantian saat di antarkannya sampai ke teras rumahnya. ,"yah,mudah mudahan saja,Bu,"ucap keduanya dengan kepala terangguk. Minggu pagi yang cerah,akhirnya Ara tiba di rumah mantan Kepala Sekolahnya yang terletak jauh di pinggir kota,tanpa di temani Lia dan Ana,mereka lagi sibuk dengan keluarganya. Halaman rumahnya di tumbuhi bunga bunga beraneka warna,begitu indah dan semarak.Dari dua orang cewek muda yang di lihatnya sedang merangkai karangan bunga,Ara dapat memperkirakan jenis usaha apa yang di tekuni kepala sekolahnya pasca pensiun. ,"selamat pagi,benarkah ini rumahnya pak harun?."tanyanya pada cewek belia yang menyambut kedatangannya.cewek itu menganggukan kepalanya dan mempersilahkannya untuk masuk ruang tamu sementara cewek itu memanggilkan ayahnya. Seorang lelaki setengah baya muncul dan sorot mata amat tajam menyergap tubuh tamunya. ,"selamat pagi,pak harun.perkenalkan saya ara,"ucap Ara sambil mengulurkan tangannya. ,"ya,ada keperluan apa?."tanya Pak Harun yang dengan kening mengernyit menyambut uluran tangan tamunya. ,"saya adalah siswi SMU Tunas Persada.Maksud saya menemui bapak adalah untuk meminta bantuan bapak," ,"bantuan saya?.bantuan dalam hal apa?."tanya Harun curiga. ,"sebelumnya saya minta maaf karena permintaan bantuan saya akan mengusik hati bapak,saya mohon bapak mendengarkan persoalan saya terlebih dahulu,"pinta Ara lantas perlahan lahan Ara menjelaskan segala sesuatunya,terakhir ia menyampaikan petunjuk Bu Miranti yang menyarankannya untuk menemui mantan Kepala Sekolahnya.Tidak lupa Ara menjelaskan alasannya untuk menyelidiki keberadaan hantu kamar kecil yang di perkirakan terkait dengan kematian Prita Wulandari. mendengar penjelasan Ara,Harun hanya menunjukkan reaksinya berupa helaan napasnya yang berulang kali. ,"pak harun?."panggil Ara setelah lama di diamkan lelaki itu. ,"bertahun tahun lamanya saya ingin melupakan kejadian itu,tapi saya tetap tidak bisa melupakan prita wulandari yang merupakan anak didik kebanggaan kami,karena cinta harus terjadi peristiwa yang memilukan sekaligus memalukan." ,"maaf..bapak,bisakah di jelaskan lebih detail?."tukas Ara agak rikuh. ,"ya,ya,akan ku jelaskan semuanya padamu,"ucapnya dengan suara bergetar. Harun menuturkan,pada kala itu Prita,salah satu murid teladan merebut pacar Andini,anak pindahan dari Ternate Maluku yang bernama Arman. Andini marah besar,bahkan menyerang Prita sampai terluka dan mereka terlibat beberapa bulan perang dingin sampai Andini memutuskan mengalah dengan kembali pindah ke Ternate. Dua bulan setelah Andini memutuskan pindah ke Ternate,terdengar kabar kalau Andini menjadi salah satu korban kecelakaan Kapal Laut di laut Maluku,seminggu setelahnya Prita di temukan bunuh diri menabrakan tubuhnya ke pohon besar depan sekolah dan satu minggu kemudian,Arman kecelakaan sampai meninggal saat mengendarai motor. Dari rumor yang beredar,Prita di hantui arwah Andini hingga memutuskan bunuh diri atau karena di hinggapi rasa bersalah pada Andini." terima kasih pak,saya permisi dulu," ,"ya..bapak doakan agar prita tidak menghantuimu,mungkin baiknya di adakan tahlilan di sekolah," ,"ya pak,usul bapak akan saya sampaikan saya pak ridwan agar segera di laksanakan,". Ara terus melihat ke jalan raya,tidak tampak satu angdes pun yang lewat,apa ada jalan rusak ya?."tanyanya dalam hati..dia terlihat resah karena jam sudah menunjukkan pukul 06.30.Maghrib telah lewat..Ara memutuskan kembali ke rumah Pak Harun tapi sebelumnya dia ingin menelepon Lia agar menjemputnya.Ara menyeberangi jalan menuju boks telepon di seberang jalan.Tangannya tergesa gesa memasukkan koin ke lubang kecil.Jarinya menekan nomor nomor. ,"hallo..Lia,ini ara!." ,"ara ada apa?."kau di mana?." napas Ara tersengal sengal.Dadanya penuh udara.Dia merasa ada sesosok tubuh di belakangnya. ,"ara kamu kenapa?."suara Lia di ujung telepon terdengar cemas. ,"lia..lia,"suara telepon terputus.Koin Ara sudah habis,tubuh Ara melorot.memeluk lutut.gagang telepon di biarkan menggantung,ketakutan menyergap dirinya karena tubuhnya di kelilingi kabut. Tiba tiba kegelapan datang,Ara bingung.Dari ujung pandangan secercah cahaya merambat.makin lama makin cepat,hendak menabrak tubuhAra. spontan Ara menutup wajah dengan kedua tangannya. Napas Ara memburu.Pelan pelan tangannya membuka.Dia mendapati dirinya telah berada di kelas.Ara mengedarkan pandangan dengan masih kebingungan,seorang cewek cantik sedang duduk di bangku,menulis sesuatu,Ara mengenal buku itu dan cewek itu siapa,oh ya..Ara mengenalinya,dia yang terlihat dalam mimpi mimpi Ara.Dialah Prita Wulandari. Wajahnya terlihat sedih. Ara bisa melihat apa yang di tulisnya ,"andini maafin aku,tak ada setitikpun maksud hatiku untuk menyakitimu..tetapi cinta telah membutakan hatiku,sekali lagi aku minta maaf..semoga kau tenang di alam sana," Tiba tiba dari arah pintu sosok cewek yang lain berdiri dengan tatapan penuh dendam.Pelan pelan dia mendekati Prita dengan langkah tanpa suara,Prita tidak menyadari kehadirannya. Tiba tiba tangan cewek itu terangkat ke atas,sebuah gunting dengan ujung tajam berkilat.Ara tercekat,berusaha berteriak tapi mulutnya tak bergerak.Kakinya ingin melangkah,tetapi lumpuh.Dengan kekuatan dendam cewek itu ingin menusuk gunting itu di leher Prita tapi kali ini Prita menyadarinya,dia segera menendang kaki cewek penyerang itu sampai jatuh dan berlari menuju pintu,namun saat berlari dan melihat wajah cewek itu,Prita tampak tak percaya ,"andini..kau sudah mati!."teriaknya berlari ketakutan melewati koridor,menyeberangi lapangan, dengan Andini mengejarnya dari belakang,menerjang hujan deras,kilatan petir membias wajahnya yang pucat seperti terang lampu neon yang hampir padam padam.. terang.. padam kembali. Riuh ranting yang di terpa angin saling bertabrakan,keributan itu semakin memacu langkah kakinya,dia tak peduli hujan deras membasahi kulitnya,Andini di belakangnya memaksanya terus bergerak dan berlari. Dan napasnya semakin tersengal saat dia kesulitan membuka pintu pagar sekolah ini,kepanikan membuatnya tak bisa berpikir jernih.Saat Ia berhasil membuka pintu pagar sekolah,cepat cepat dia berlari.Tiba tiba kakinya terasa beku tidak bisa di gerakkan karena tersangkut akar pohon besar ini dalam hawa dingin yang menyerang.

Bab 8 Cinta Gadis Indigo

Bab 8 Cinta Gadis Indigo Seorang cewek memasuki toilet,dia memandang dirinya di cermin..dan melalui pantulan cermin,dia melihat sesuatu keluar dari bak mandi,sebongkah kepala keluar dari sana.wajahnya penuh darah dengan mata hitam kelam,cewek itu menjerit..membuat temannya masuk ke kamar mandi,saat tiba di dalam,cewek itu menjerit jerit sambil menunjuk ke arah bak mandi.Roknya sudah basah.Dia benar benar ketakutan sampai ngompol di celana.Sesuatu yang mengerikan telah di lihatnya. Dua temannya berusaha menenangkannya dengan memegangi kedua tangannya yang berontak.mereka saling berangkulan. Terdengas suara cewek berteriak teriak dari dalam UKS. AB FLOWER tergopoh gopoh menuju UKS. tepat di belakang Kang Ujo yang membawa segelas air. ,"pergi kamu!Pergi!."mata cewek itu mendelik. ,"tenang!.jangan berontak,"kata pak Ridwan ,"saya melihatnya!."benar benar melihatnya.Pergi!." ,"apa yang kau lihat?."tanya Pak Ridwan ,"matanya hitam,wajahnya..penuh darah!Pergi!aku tak mau melihatmu!." Pak Ridwan mengambil gelas dari tangan Kang Ujo. Pak Ridwan membisikkan sesuatu ke dalam gelas lalu dengan sekali hentakan menyiramkan isi gelas itu ke wajah cewek itu.Dia geragapan,napasnya mulai teratur,lalu jatuh tertidur. Menyaksikan kejadian ini Lia membisiki sesuatu ke telinga Ara Dan Ana. Dengan langkah terburu buru AB FLOWER bergegas menuju ke kelas.Cepat cepat mengambil tempat duduk,dengan perlahan tapi pasti Lia mengambil buku dari dalam tas,meletakkan buku itu di atas meja.Apapun isi buku itu pasti sangat penting.Lia belum juga membuka buku itu,terus terang dia sangat takut.Namun,tekad agar menyibak misteri hantu toilet dan terlepas dari teror teror makhluk gaib sangat besar,mereka memandangi buku lama itu,pelan pelan tangan Lia membukanya di ikuti pandangan mata Ara dan Ana. Lembar pertama buku itu bertuliskan sebuah nama,"Prita Wulandari," 4 Mei 1982 jatuh cinta itu berjuta rasanya kata mbak Titik Puspa,begitu juga perasaanku pada Kak Arman..setiap ku melihat matanya seperti ada magnet yang menarikku untuk memandang wajahnya yang tampan. Ah..rasa itu benar benar,bunga cinta telah bersemi di hatiku," 5 juni 1982 aku pikir cintaku bertepuk sebelah tangan,ternyata Kak Arman sering memandangku penuh rasa membuat hatiku dag dig dug. 5 agustus 1982 hari ini kak Arman menemui aku di kelasku,dia menyatakan mencintaiku..entah setan apa yang ada di hatiku,aku menerima cintanya..ku lupakan keinginanku untuk mencintainya dalam sepi,memujanya dalam cinta rahasia. 5 September 1982 mengapa aku hanya mencintainya dalam sepi,karena sebelumnya dia sudah ada yang punya..aku melanggar janji setia pasangan lain dan aku menikmatinya dalam backstreet,menusuk dia dari belakang..bagaimana jika dia tahu..?." Lia membalik lembar berikut,kosong..ada yang menyobek halaman buku harian ini. ,"teman teman,kita harus mencari tahu siapa prita,"ucap Ara di ikuti anggukan kedua temannya. Jam pelajaran Biologi di kelas satu kosong.Kepala sekolah yang biasa menggantikan jam pelajaran kosong pun kebetulan belum datang hingga siswa kelas Ara di pinta guru piket untuk belajar sendiri. Tentu saja tidak ada yang sungguh sungguh belajar sendiri.Manalah tahan mereka duduk di dalam kelas tanpa guru hingga beberapa di antaranya keluar,ada yang ke kantin,ke perpustakaan,ke kamar kecil atau ke lapangan basket. Lia pergi ke ruang tata usaha untuk membayar spp yang sedianya akan di bayarkan pada jam istirahat.Kebetulan ada jam kosong,ia jadi bisa ke tata usaha tanpa harus menunggu jam istirahat sambil cari informasi soal Prita Wulandari,pikirnya. ,"selamat siang,mbak ratna,"sapanya pada pegawai tata usaha yang di kenal amat akrab dengan para pelajar. ,"selamat siang,nggak ada pelajaran?." ,"iya.Guru biologi absen,mbak.Saya mau bayar SPP nih,"katanya sambil mengeluarkan uang dan kartu pembayaran SPP. ,"ya,"Ratna menerima uang dari Lia dan membubuhkan catatan di bukunya. ,"mbak..tahu dengar nggak murid sini sekitar tahun delapan dua yang namanya prita wulandari?." Ratna tertegun mendengar nama yang di sebutkan lia,"dari mana kamu tahu nama itu?."dia balik bertanya dengan tatapan mata menyelidik. ,"tetangga aku yang pernah sekolah di sini sekitar tahun delapan dua." dia menghela napas panjang. ,"dia murid yang di temukan mati dekat pohon depan sekolah dan punya kisah cinta yang sensasional," ,"maksudnya mbak?." ,"cinta segitiga..dan konon cerita semenjak kematiannya setiap angkatan selalu di ributkan sama hantu kamar kecil sekolah," Lia mengangguk angguk ,"mbak..tahu soal cinta segitiganya?." ,"aku sih nggak tahu pasti,tapi coba tanya saja sama bu miranti karena dia yang paling lama ngajar di sini,mungkin dia tahu." sorenya,Lia bersama Ara menemui guru biologinya,seorang wanita separuh baya yang penuh perhatian terhadap anak didiknya.Dan kedatangan Ara dan Lia sudah tentu mengherankan sang guru yang mengenal tamunya sebagai siswi siswi yang cukup cerdas. ,"ada kesulitan apa?."tanyanya di liputi tanda tanya. ,"tidak bu,saya tidak punya kesulitan apa apa.Saya datang hanya untuk menanyakan prita wulandari,ibu khan sudah mengajar lama bukan?." ,"ooh,ya,ibu kenal,dia siswi yang cerdas penuh dedikasi,eh..mengapa kamu menanyakan prita?."tanya miranti pula ,"hmm,begini Bu.ara sering merasa di buntuti dan di hantu makhluk astral,bahkan pernah kesurupan,mungkin ini berkaitan dengan prita, karena saya menemukan buku hariannya. ,"ucap Lia,di ikuti anggukan bu Miranti ,"ibu ngerti dan pesanku ra,kamu harus juga menguatkan hatimu,anggap saja,jodoh kalian sudah berakhir sampai di sini agar makhluk gaib tidak bisa meminjam ragamu!." Ara mengangguk ,"bu..saya ingin mengetahui detil kematian prita dan kisah cinta segitiganya?."tanya Lia ,"soal kisah cintanya,aku tidak tahu pasti karena dia meninggal saat ibu baru tiga hari bekerja di sini,sedang soal kematiannya..dia meninggal malam hari karena menabrak pohon depan sekolah dengan menggenggam sobekan buku hariannya.dia seperti ketakutan..sedang buku hariannya yang lain di temukan depan kamar kecil paling ujung,"jelasnya menerawang jauh mengingat kejadian masa itu. ,"kenapa malam malam dia ke sekolah bu?."tanya Ara penasaran Bu Miranti hanya mengangkat tangannya.Tanda tidak mengetahuinya penyebabnya.

Bab 7 Cinta Gadis Indigo

Bab 7 Cinta Gadis Indigo
Ana ngerol rambutnya di meja rias,ternyata rolnya kurang satu. Ana mencari cari di atas meja tetapi tidak ada,lalu ia keluar kamar menuju ruang TV. Ara dan Lia lagi nonton TV.Ana seliweran di depan TV sambil melihat ke kolong meja. ,"minggir dong!."nyari apaan sih?."tanya Lia jutek ,"rol rambut aku!."kemarin ngelinding di sini!."jawab Ana ,"udah deh an,nanti kita telat..biar yang satu nggak usah di rol dan di pakei jelly,buat poni aja,"saran Ara ,"thank you..," Ana bangkit menuju kamar,di ikuti Lia ,"bagaimana cowoknya an,beres khan?." ,"iya..jaminan mutu!." ,"lagakmu kayak sales baygon semprot!."tapi gantengnya kira kira mirip siapa an?." ,"eh..eh,ya..sebelas dua belas ama jimmy lin!." ,"yang bener..ku pegang kata katamu!." Tiba tiba suara bel berbunyi,Lia segera berbalik menuju pintu.Ia membuka pintu dan langsung berteriak, haaa..!!! Tampak di hadapannya,Satrio dengan kacamata super tebal entah lensanya dobel berapa?.kemeja putih dengan dasi kupu kupu dan celana putih. Satrio nyengir bloon. Lia langsung buru buru menutup pintunya kembali.Ara tampak heran.Lia tersenyum ke arahnya seolah tidak ada apa apa. ,"ana..sini temanku tersayang!."serunya di lembutin padahal aslinya dongkol segedhe gunung anakan. Ana datang,langsung di tarik keluar rumah.Ara tambah bingung melihat tingkah Lia. Lia berkacak pinggang dengan mata melotot ,"aduh..kamu malu maluin aku,deh!.kalau temen temen lihat penampakan gaib sewaanmu itu,ara bakal di ketawain dan si ken pasti pamer senyum kuntinya,tau nggak?."katamu jimmy lin,ini sih jimmin..bakul kredit keliling,kamu liat matanya ampe perlu di bantu kacamata kuda karena kebanyakan ngelihat angka!."omelan Lia panjang lebar,bikin Satrio ketakutan dan tanpa basa basi segera kabur dari tempat itu sebelum dia di omelin kembaran Mak Lampir. Ha..jantung mereka berdegup kencang ketika memasuki pintu rumah Ken,di sambut suasana meriah dengan celotehan celotehan anak remaja dan musik romantis dari negeri seberang,"Isabela from Search," ,"Isabela adalah kisah cinta dua dunia," mereka berusaha mati matian untuk tidak menghiraukan ketakutan yang sebenarnya sudah merayapi seluruh persendian. Dengan gerakan lambat,mereka berhenti sejenak di dekat meja dengan pandangan melas akibat kurang pede karena di pesta ultah anak SMU,daya tarik,kecantikan dan fashionable menjadi taruhannya.Di sini,Now!. Mereka melihat yang datang pada berpasang pasang berbeda dengan ketiga jomblowati,ya memang kadang jomblo memalukan. Angin kencang yang entah berhembus melalui jendela lebar menabrak mereka. Sejenak mereka inpeksi diri,saling lirik untuk menyakinkan diri masing masing dan detik berikutnya mereka melangkahkan kaki menuju sebuah sofa yang isinya nenek sihir sama ajudan yang tunduk dalam kekuasaan black magicnya. Pandangan mata meremehkan Ken menusuk dari balik bulu mata lentiknya yang Lia berdoa,semoga bulu matanya rontok!." sedang sang ajudan memandang Ara dengan tatapan mata antara rindu dan rasa marah. ,"selamat ulang tahun ken?."nih..hadiah dari kami bertiga dan perlu kamu ingat kalau nggak karena solidaritas aku sama ara,ogah datang ke sini,"ucap Lia jutek. ,"Lia..jangan mancing kemarahanku ya!." ,"sudah..sudah,ayo ken kita sambut tamu!."permisi ya ra,lia dan ana,"ucap Aryo lembut menarik tangan Ken dan mengajaknya pergi di ikuti pandangan AB FLOWER. Malam makin merambat,ketiganya bete berat...ngelihat Ken sama Arya asyik berdansa. Suara bel rumah berbunyi. Tapi nggak ada yang denger karena suara musik kecuali AB FlOWER yang lagi bete membuat sensor dengarnya meningkat lebih peka. Lia dan Ana inisiatif membuka pintu,di hadapannya berdiri cowok keren dengan membawa bunga.Mereka berdua terpukau oleh ketampanannya. ,"cari siapa?."tanya Ana manis ,"Oo..cewek jomblo cakep bukan di sini!."sambar Lia. Ken muncul di antara Ana dan Lia. ,"hai..Udah lama,ya?."cari siapa?."Ken bertanya dengan nada ceria ,"baru aja..,boleh aku masuk..,"jawab cowok itu yang tanpa basa basi melangkahi tiga cewek yang takjub melihatnya. ,"aku sangkain itu atalarik syach yang lagi memberi kejutan ama fansnya!."seru Lia ,"semenjak berpandangan mata,hatiku telah tergoda,senyumanmu yang menawan memikat hatiku."dendang Ana di sambut gerutuan ,"sial..apa dia nggak tahu aku yang ultah," ,"nggak kali,habis tampangmu kayak tukang sikat wc nya,"sindir Lia. Suasana mau memanas bersamaan melihat adegan romantis di sudut ruangan yang bikin semua anak anak di situ terpana dan tidak bisa ngomong apa apa. Cowok kembaran Atalarik Syah ini mendekati Ara dan memberi bunga kepada Ara. Ara tidak bisa ngomong apa apa,dia juga bingung karena tidak pernah mengenal cowok ini.Tapi tersentak kaget saat wajah cowok ini berubah menjadi Rana Purbaya.Ara kini tahu,Rana meminjam wadag kasar cowok ini. ,"ini buat kamu ra."ucap cowok itu membuka sebuah kotak kecil berisi kalung dan liontin bunga teratai dan dengan adegan benar benar so sweet dia memasangkan ke leher Ara lalu mencium kening Ara,mengucap says good bye. Melangkah pergi ke pintu menuju mobilnya,membuka pintu dan masuk terus meninggalkan halaman rumah Ken dengan boil kerennya. ,"hu..hu!."teriak Anak Anak,sementara Arya menghela napas panjang dan membanting dirinya di sofa. Lia segera menarik Ana yang masih di awang awang hayalannya soal cowok ama romantisme. ,"hmm..romantis sekali..," ,"hh..iya juga ra,apa sih resepnya..kamu cepet juga dapatin cowok pengganti?."tanya Ana ,"rana bukan cowok pengganti tapi hatiku!."seru Ara ,"cowok pengganti,enggak enak banget,nggak level kali sama kak arya,tuh cowok putih mulus,kinyis kinyis sementara yang satunya hitam meles,mau di rendem deterjen satu kilo pigmennya nggak bakal luntur!."seru Lia muji cowok barunya Ara sambil mengerling matanya membuat aroma sirik Ken keluar. ,"maksud kamu lia,ara itu ikut kata pak kyai,buanglah yang jelek dan ambillah yang baik!." ucapan Ana membuat tertawa seisi ruangan. Sementara Ara saling berpandangan dengan Arya. Bagaimanapun sisa sisa cinta di antara mereka masih ada.

Bab 6 Cinta Gadis Indigo

Bab 6 Cinta Gadis Indigo Lia asyik membaca buku di kantin,tanpa sengaja dia menjatuhkan bukunya ke kolong meja,terpaksa dia memungutnya,dia melihat sepasang kaki dari deret meja depannya. ,"perasaan cuma aku di kantin ini,belum ada murid lain," Lia mengambil buku itu dan kembali membaca,Kening Lia mengernyit,di deret bangku depan,tidak ada orang,tapi matanya menangkap sesuatu di atas meja, sebuah buku bersampul biru dengan gambar aktor tempo dulu,kalau nggak salah ini Riky Rikardo. Pelan pelan Lia mendekati meja itu,Lia menoleh ke kanan kiri,tidak ada tanda tanda murid lain di kantin itu karena itu dia bertanya pada pemilik warung,selain dirinya apa ada orang lain dan di jawab dengan gelengan kepala. Lia mengambil buku itu dengan maksud mengembalikannya. Satu persatu kelas dia datangi tapi tidak ada yang mengaku memiliki buku harian itu. Sementara itu Kenanga masuk kelas,beberapa murid masih ngobrol di kelas,AB Flower tidak tampak. ,"eh kalian keluar dulu sana,udah jangan cerewet,pergi sana,hardik Ken kepada murid yang mengobrol di kelas,mereka menggerutu. Ken mengambil tip-x miliknya ,"lia..aku kerjain kamu,bener bener bikin eneg tahu,"kata Ken mulai mencoret coret bangku Lia dengan tulisan ,"mulut apa bimoli (bibir moncong lima senti)." Angin tiba tiba berhembus membawa kabar jahat!." tiba tiba matanya mengabur,huruf huruf yang di tulisnya berlari lari,berpisah menyatu kembali. Tiba tiba tangan Ken terasa basah,Ken terbelalak.Tulisannya telah berlumuran darah yang terus mengucur tak terbendung,Ken tersentak,darah itu berwarna merah gelap.Dia menjerit sekuat tenaga. ,"ken,kamu kenapa?."tanya Arya yang tiba tiba muncul dan menghampirinya cewek itu gelagapan. Dia melihat ke arah bangku,bersih tak ada darah. Ara berjalan menuju cermin.Memandang wajahnya yang kelihatan kecapekan.Dia mengambil krim pembersih di meja rias dan mengoleskan ke wajah.Matanya meredup.Tangannya mengusap lembut wajahnya dengan kapas.Lalu dengan masih perlahan dia menyisir rambut panjangnya.Kegundahan mengumpul di dadanya.Dia memperhatikan wajahnya di cermin.Sesuatu mengganggu pandangannya.Ara melihat noda di wajahnya.Buru buru Ara mengusapnya kembali dengan kapas.Aneh semakin dia usap noda itu semakin banyak.Noda merah yang mencair mengikuti luka luka yang penuh di wajahnya.Darah mengucur semakin deras,Ara menggeleng gelengkan kepalanya. ,"tidak!tidak!wajahku!."seru Ara.Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.Menangis ketakutan. perlahan dia membuka telapak tangannya.Dia terhentak,wajahnya telah bersih seperti semula.beberapa saat dia bernapas dengan lega.Namun,tak seberapa lama dia merasakan bahunya basah.Sesuatu menetes dari atas.Pelan pelan kepalanya menengadah.Mulutnya ternganga.Mata kelam itu mendelik ke arahnya.Sosoknya yang mengerikan tergantung di langit langit kamarnya. ,"siapa kau?." tiba tiba Ara mendengar bisikan di telinganya ,"ra..temui kedua sahabatmu,selesaikan..!." Ara memandang Lia dan Ana yang asyik makan,mau mulai ngomong soal kemarin..ketunda lagi,ketunda lagi..!." ,"eh..tahu nggak!."kita dapat undangan menghadiri pesta ulang tahun ken,kemarin undangannya di titipkan padaku."cerita Ana ,"oh..begitu,kenapa enggak ke aku,biar ku robek robek lalu ku lemparkan ke mukanya!."seru Lia kesal ,"jangan begitu..bagaimanapun dia pernah jadi bagian kita,"nasehat Ara. ,"dulu..sekarang mah lain,pokoknya aku nggak dateng!." ,"aku idem ama lia!," ,"terserah kalian..tapi aku akan datang dan ku tunjukkan bahwa aku bahagia tanpa kak Arya di sampingku karena tuhan pasti mengirim seseorang yang membuat aku bahagia,"ucap Ara memandang lembut sesosok cowok yang berdiri di belakang Lia. Mendengar ucapan Ara,kedua sahabatnya cuma bisa melongo. Ana lagi tiduran,ketika telepon rumahnya berbunyi,terpaksa dia turun dari ranjang,menghampiri telepon rumahnya yang berada di ruang tamu. ,"siapa neh?." ,"biasa..lia,an!." Ana lalu nyengir,ada apa nih Lia,mau marah marah kagak!." ,"an..kamu masih di sana,ndengerin nih!."cari cowok sewaan buat jadi pacar sementara ara,biar aku bayarin!." ,"apa lia,nggak salah denger aku!."mana mau ara bersandiwara?." ,"aduh an..ya pasti itu,tapi khan cuma kita suruh pura pura care sama ara,githu lho!." ,"oh..oke begitu deh!." Ana kelihatan agak resah,ia bolak balik membuka buka buku teleponnya dan tampak berpikir keras,ia berguman sendiri. ,"si nanang..nanang di ekspor orang tuanya ke kalimantan,buat temenan ama orang utan di sana kali..rano..jelasnya bukan lagi main si doel anak sekolahan..tapi ke balik papan alias mati gara gara ketabrak truk yang nyelonong ke teras rumahnya..siapa ya?." ,"ia tiba tiba mendapatkan satu nama dan buru buru menelepon. ,"hallo..satrio ada?." tak sampai lima menit,Ara sudah sibuk berbicara di telepon rumah. ,"ayo dong rio..please tolong aku..sekaliii..aja!."masa'ama sodara sendiri nggak mau nolongin?."mau ya..please..," Ana berhenti merengek dan mendengarkan jawaban Satrio. Ia kehilangan kesabaran dan mengeluarkan jurus jurus preman pasarnya," ,"kamu udah gila ya,rio?."kamu lupa dulu aku kan sering banget jajanin bakso,es dawet,kue cucur!." ,"iya sih!."tapi kan aku bantu kak ana bohong waktu kak ana sering bolos les bahasa inggris kata kak ana,cara belajar bahasa inggris itu bukan les tapi ngegebet bule dari london!." ,"iya deh.kamu orang itung itungan banget,sih?kayak aku punya bapak gantiin bank indonesia alias bisa cetak dhuwit!."ya udah minta berapa pasnya?." ,"ya sebagai tanda hormat sama bapak presiden,aku minta dhuwit yang ada gambar beliau!." ,"lima puluh ribu?.kamu nggak waras ya?.kamu itung itungan banget,sih?.udah sepul aje!." ,"ogah ah,emang aku cowok apaan,murah banget..emang obralan." ,"udah..tengah tengah aja,cukup dua puluh ribu ya!.deal?." ,"oke..kak ana,githu dong!."nggak mempersulit transaksi." ,"ya udah,soal tugas nanti kita bicarakan lagi.Ku tunggu nanti malam ya jam delapan,oke!."jangan bilang bilang ibuku lo ya..,awas!." Ana mematikan telepon rumahnya puas."yesss!.

Bab 5 Cinta Gadis Indigo

Bab 5 Cinta Gadis Indigo Mendengar teriakan Lia,Arya bangkit dari jatuhnya,dengan berpegangan tembok,dia lupa rasa sakitnya.Setelah berdiri tegak di atas kakinya,Arya mencengkeram neck leher baju Lia, ,"buka kupingmu..ndengerin,jika ara tidak pernah punya pikiran jahat sama ken,setan itu tidak akan menyusup ke raganya!." ,"itu tak akan terjadi,jika setan enggak nangkring di hatimu,hingga membuat kamu selingkuh di belakang Ara!." Lia melirik Ara,yang memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela,sementara Ana memegang tangan Ara. Ketika Arya ingin menjawab Lia,Bu Rani memasuki ruangan ,"apa apaan kalian,bikin ribut..ara lagi sakit,bukannya menjaga ketenangan,geger saja mirip mahasiswa di jakarta sana yang lagi demo!." Arya mendengus kesal,sedang Lia melirik sebal. ,"sudah..ikut ibu ke kantor,kalian berdua perlu di ajar dalam bersikap!."dan Ana..tolong jaga ara!."perintah bu Rani lagi di ikuti anggukan Ana. ,"an..tolong,ikut ke kantor!." ,"ngapain ra..kamu takut,kak arya di apa apain Lia,biar aja,syukurin kale!." Ara menggeleng,terus menjawab sendu ,"enggak begitu..aku justru tidak enak sama lia,gara gara aku dia terlibat masalah..aku justru sayang lia,aku tak mau namanya hancur karena kisahku dengan kak arya," Ana mengangguk lalu bergegas pergi. Ara memejamkan mata,menghirup udara bersih sebanyak banyaknya. ,"hai..udah baikan?."tanya suara cowok lembut Ara berbalik,wajah tampan yang familiar ada di depannya. cowok itu tersenyum,dengan kikuk Ara membalas senyuman itu. ,"terima kasih!."kamu udah nolong aku," dia tidak menjawab,hanya memberikan senyum terindah,bikin hati Ara bergetar indah,rasa yang sama yang pernah dia rasakan pada Arya Karmapala,tiga tahun silam. ,"ra..kau tahu khan aku bukan manusia,kau bisa melihatku karena kau istimewa,kau berbeda dengan gadis lain,"jelasnya,sambil mendekati Ara. Dia memegang tangan Ara,cewek ini ingin menghindar tapi ada dorongan hatinya agar membiarkan tangan cowok dari alam halus ini memegangnya. Terasa dingin,membuat Ara menggigil,namun dia mencoba beradaptasi dengan makhluk halus di sampingnya. ,"ra..soal kelebihanmu ini,tergantung sudut pandang kamu menyikapinya..jika ,kau menganggapnya anugerah,jiwamu bisa enteng menerima..tapi jika kamu menganggap itu musibah,beban itu terasa berat di atas pundakmu!." Ara memandang cowok di depannya dengan perasaan haru,baru kali ini ada seseorang yang mengerti dirinya. ,"apa yang harus ku lakukan,boleh ku minta pendapatmu?." ,"menerima dirimu apa adanya,nikmati sebagai gadis pemilik indera keenam!." ,"kau tahu,bagaimana rasanya jadi aku,sejak kecil aku harus melihat sesuatu yang tidak bisa di lihat teman temanku,rasanya di katakan gila..,"seru Ara dengan linangan airmata. Cowok itu mendekat,dengan jemarinya,dia mengambil butiran airmata yang mengalir di pipi Ara. ,"iya..ada yang tidak menerimamu,tapi tahukah kau ada yang benar benar menyayangimu!.lihat kedua sahabatmu,mereka siap berada di sampingmu dalam kondisi apapun," Ara menengadah,memandang bola mata warna biru yang memancarkan keteduhan,membuat hatinya merasa teduh. ,"kau beruntung..karena lebih baik punya teman sedikit tapi teman sejati daripada teman banyak tapi hanya kamuflase..,"tambah cowok itu dengan tubuh yang semakin berdekatan dengan Ara,dia duduk sementara cowok itu duduk di sampingnya. Tangannya yang dingin memegang bahunya lembut. Ara mengangguk ,"aku harus pergi,kapan kapan kita bertemu lagi..ngomong ngomong,aku harus pergi cara manusia,atau cara arwah?."tanya Cowok itu iseng ,"bukan cara arwah,mungkin X-Men,menembus dinding,"jawab Ara riang,Cowok itu tertawa,kakinya mulai melangkah memasuki tembok,ketika Ara memanggilnya kembali,dia menoleh ,"boleh ku tanya namamu?." ,"rana..rana purbaya nama Indonesiaku,nama asingku,kau akan mengetahuinya nanti,"jawabnya lembut pakai senyum lagi bikin hati Ara membiru seperti birunya langit. Lagi lagi Ara harus tersenyum,bahagia deuh. Setelah Rana pergi,Ara berlari keluar ruang UKS menuju ruang kantor. Dengan napas ngos ngosan,dia nampak terharu melihat kedua sahabatnya keluar dari ruangan itu,memeluk keduanya membuat Lia dan Ana heran sebentar tapi membalas pelukan sahabatnya erat. ,"kalian lagi main sinetron ya."sindir Arya berlalu ,"emang gue pikirin!."seru mereka kompak sambil tertawa lepas. Ara tidur tiduran di meja siang ini,malas belajar karena berusaha mengingat apa yang terjadi kemarin,tetapi itu hanya membuat pusing kepalanya.Dia menolehkan kepalanya ke sisi lain,saat itulah matanya bertatapan dengan mata teman yang duduk di sampingnya.Mata mereka kosong.Wajah pucat.Tiba tiba Ara tersentak.Jiwanya terpental. Ruangan itu adalah kelas yang sama,tetapi mereka yang duduk di sana bukan teman temannya. Guru yang menulis di papan tulis bukan semua gurunya,Ara tidak kenal dengan mereka.Mereka bergerak sangat lambat tanpa suara.Sunyi sekali. Saat guru itu selesai menulis di papan tulis dia membalikkan tubuhnya dengan sangat perlahan. Ara terkejut. Wajah guru itu sekilas mirip Silvana Herman.dia tampak modis dengan baju model tahun 80-an.Ara baru sadar pakaian seragam abu abu putihnya model tahun 80-an.Yang punya ciri khas lengannya di gulung. Seseorang maju perlahan.Rambutnya terurai panjang menutupi sebagian wajahnya.Kulitnya putih bersih..wajahnya cantik,sekilas mirip dengan Yessi Gusman,dia menjawab soal itu dengan mudah,matanya melirik keluar kelas,seorang cowok berkulit hitam mirip Rano Karno berdiri dekat pot bunga depan kelas. Ara mendengar suara ketukan dari belakangnya,Ara berbalik,seorang cewek berkulit hitam dengan rambut keriting,mengingatkan sama model rambut Ahmad Albar,penyanyi yang pernah ngetrend lewat lagu Zakia,gadis gurun pasir. Dia mengetuk ngetukan garisan ke meja dengan posisi terhunus,wajahnya memandang ke cewek di depan papan tulis lalu ke cowok dengan pot bunga,begitu seterusnya bergantian,setelahnya pelan pelan dia membalikan wajahnya ke arah Ara. Wajahnya penuh luka,matanya hitam seperti lubang sumur,bibirnya putih pecah pecah.Meringis memperlihatkan giginya yang penuh noda darah.Ara ternganga,tubuhnya menggigil.Ara merasakan sakit di seluruh tubuhnya,dia menggeliat. ,"ara,kenapa kamu?."tanya Lia yang ada di sampingnya,karena melihat mata Ara terpejam dan kelihatan panik. ,"aku tidak tahu dan..,"Ara menghela napas panjang,berusaha menenangkan dirinya,dia tidak bisa menceritakan kejadian tadi kepada Lia. ,"badanku sakit semua,aku bermimpi menakutkan," rasa iba terlihat di bola mata Lia ,"ar,kenapa bisa seperti itu?." ,"aku juga tidak tahu,lia." ,"apa kau sama sekali tidak ingat dengan mimpimu barusan?." Ara terdiam,sekarang dia bisa mengingat mata berwarna hitam itu dengan baik,mata itu sudah terekam di kepalanya.Bersemayam di sana.

Bab 4 Cinta Gadis Indigo

Bab 4 Cinta Gadis Indigo
Saat Jam istirahat,kantin sesak dengan siswa siswi SMU TUNAS PERSADA. Terlihat AB Flower ada di pojok ruangan asyik ngobrol,Lia sebel melihat Ana makan bakso telap telep mana tambahan tahu isi 2 dan bakwan 2,tapi anehnya bodi Ana teteup langsing neh!."bikin Lia iri,maklum dia perlu diet ketat. Apalagi kalau gemuk dikit,Ana pakai nyindir ,"kamu kurus kok lia kalau di lihat pakai sedotan!."buat Lia pengen masukkan sedotan ke hidung Ana. Lia melirik Ara yang malas makan ,"ada apa sih ar?." ,"aku denger gosip yang beredar,kak arya sama ken,di ganggu hantu di kamar kecil." ,"syukur!."sekalian tuh sepasang kunyuk di bawa ke alam gaib,bikin eneg aku!."seru Lia sambil menengadahkan tangan ke atas bikin tertawa seluruh kantin ,"lia..sebenarnya yang patah hati itu kamu apa ara,kok sewot banget?."tanya Heri ,"not your bisnis,oke!." ,"jangan jangan kau naksir arya juga!."ledek Heri di ikuti gelak tawa teman temannya. ,"buka kupingmu lebar lebar,andai dunia ini tinggal tersisa aku sama Arya,mending jomblo kali daripada laki laki tidak setia!,"jawab Lia berapi api,sampai berdiri dengan tangan menunjuk nunjuk. ,"hu..hu!."koor anak anak. Sementara Ara matanya berkaca kaca sedang Ana matanya melotot dengan pentol bakso ada dalam mulutnya. ,"sudah..sudah,aku mau bicara serius!."seru Ara menarik tangan Lia,bikin Cewek AB Flower yang paling emosian ini kembali duduk. ,"Lia,ada yang aneh dengan darah itu,hilang tanpa pesan..aku sudah tanya sana sini,hari itu tak ada yang bertengkar di sana," ,"benarkah ar?."memang aku dengar rumor,kamar kecil paling ujung ada hantunya.Tapi kamu getol banget nyelidikinya?." ,"enggak sih,cuma penasaran saja..aku merasa ada sesuatu di sana yang jahat dan berkaitan denganku,"ucap Ara lembut memegang tangan Lia,matanya terpejam..Ara melihat seorang gadis dengan wajah penuh luka dengan mata hitam kelam seakan ingin menyedot Ara dalam kegelapan ,"tidak!tidak!,"seru Ara,dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.Menangis.takut. ,"ra..kamu baik baik saja?."tanya Lia mengguncang guncang tubuh Ara. Gadis ini mengangguk,Lia menghela napas,rasa takut menghantuinya karena dia tahu,firasat Ara tidak bisa di anggap main main,Ara punya kepekaan pada sesuatu yang tidak nampak..tapi dia enggan mengaku pada semua orang,bahkan pada Lia hanya tersirat,tidak terang terangan,mungkin inilah penyebab Arya berpindah hati karena Ara menunjukkan keanehan keanehan yang tidak di mengertinya. ,"haruskah aku terlalu membenci kak arya..?.". ,"siapa yang tidak masuk hari ini?."tanya Bu Rani,Guru bidang studi Matematika yang kini berada di depan kelas. ,"ada tiga orang yang tidak masuk,"jawab ketua kelas. ,"hmm baiklah..bagaimana jika kalian bertiga pindah ke depan!,"perintah bu guru menunjuk AB Flower. mereka saling berpandangan. ,"maju kalian!."apa mau nyontek di belakang!."sindir Ken membuat Ara berdiri cepat,pindah ke depan membuat kedua sahabatnya mengekor. Ara terlihat gelisah,badannya menggigil,matanya melotot tajam saat melihat sesosok bayangan menuju ke arahnya,dia menggeleng-geleng kepala,mencoba bangkit. Semua mata tertuju padanya ,"ara,kamu kenapa?." tapi terlambat,sesosok bayangan memasuki tubuhnya.Tiba tiba Ara menjerit keras,memukul mukul meja. ,"Ara!."hardik Bu Rani Ara tidak mendengarkannya,dia malah berdiri lalu berlari mengitari ruangan,menjatuhkan meja Kenanga,mengacak ngacak buku bukunya. Ken kebingungan,beberapa anak laki laki segera menangkap Ara,bermaksud menenangkannya.Tubuh Ara tiba tiba saja menjadi kaku. Dia mengibaskan pegangan dua temannya yang kemuadian terpental ke belakang. Ara melakukannya dengan mudah seperti mengibaskan sehelai rambut di bahunya.Ringan bikin anak anak menjerit keras. Mata Ara terbelalak,memandang Ken dengan aura dendam,terlihat bayangan samar wajah gadis lain,Ken ketakutan..Dia menuju pintu,rambutnya di tarik Ara ,"ra..lepaskan!."seru Ana,sedang Lia terlihat kebingungan,dia tak mengerti kenapa Ara begini,sekaligus seneng,Ken di gituin Ara,rasain lu!." suasana kelas berubah chaos.Tak terkendali,bu Rani berusaha tenang berteriak teriak ke arah murid murid yang berdiri di pojok pojok ruangan ,"ih,ngeri,si ara kok jadi begini sih lia." Lia hanya mengigit ujung jari menanggapi pertanyaan Ana.Sementara itu Ara semakin liar,dia mulai melempar kursi ke luar jendela dengan satu tangan sedang tangan satunya tetap menarik rambut Ken hingga Ken tidak bisa melarikan diri,kekuatannya begitu besar seakan hanya melempar bungkus snack. Murid murid semakin merapatkan diri,ada beberapa yang berpelukan. ,"bu..apa yang terjadi!."tanya murid murid minta penjelasan ,"Ara kesurupan..,"jawabnya membuat yang lain semakin di cengkeram ketakutan. Ada tiga murid yang tidak menunggu lagi,mereka segera kabur melalui jendela.Sontak di ikuti murid lain. Tinggal Bu Rani,AB Flower dan Ken yang di dalam kelas. Ara mengambil gunting,dia ingin menusuk Ken,tinggal beberapa detik sebelum mendarat di leher Ken. ,"Ara..jangaaan!."teriak Lia,membuat Ara menoleh..Matanya keduanya berpandangan,Lia memandang mata Ara yang mengisyaratkan permintaan tolong," ,"Tolong Aku!." bersamaan Ken bisa lepas dari cengkeraman tangan Ara. tiba tiba wajah itu berubah mengerikan...berbalik,tangannya mengambil gunting sambil berlari mengejar Ken. Mereka saling berkejaran,menyusuri koridor..Jeritan murid murid membahana di seluruh sekolah. Sampai di toilet sekolah,Ken berhenti di toilet paling ujung,menabrak tembok. Dia terduduk di koridor lantai toilet.Meraung raung,meminta ampun pada Ara,Ara tersenyum sinis..bersamaan tembok toilet mengeluarkan kabut..yang perlahan tapi pasti membentuk sesosok cowok tampan berkulit putih kaukasoid,bibirnya merah..dengan lekukan di dagunya.Tubuhnya tinggi tegap khas Eropa dan sepasang matanya yang tajam tampak serasi dengan hidungnya yang mancung. Dia menatap pada Ara lembut,dan menatap tajam pada makhluk halus di dalam tubuh Ara. Membuat Ara bergetar hebat,lalu melolong panjang,tubuhnya menelungkup ke tanah. Ara berbaring lemas di tempat tidur UKS,di sampingnya duduk kedua temannya.Dia merasa demam dan haus sekali,Baru saja dia sadar,saat akan menggerakan tubuhnya,dia merasakan pusing yang sangat hebat. ,"auw!."jeritnya,saat sepotong tangan menampar pipinya. ,"apa apaan kamu kak Arya!."teriak Lia..Membuat Ara terbelalak,dia memandang wajah Arya yang di liputi kemarahan tingkat tinggi..selama mengenal Arya,Ara tidak pernah melihatnya,membuat batinnya terasa teriris..kini dia tahu,betapa Arya mencintai Ken. ,"kau..puas,telah menyakitinya..jawab,ra!."teriak Arya keras,membuat Lia marah,dengan kekuatan penuh,dia menendang perut Arya hingga cowok ini jatuh terduduk menabrak kursi kayu. ,"dengar ya kunyuk,ara kesurupan,itu bukan keinginannya!."

Bab 3 Cinta Gadis Indigo

Bab 3 Cinta Gadis Indigo Malam telah datang bersamaan air hujan mengalir tanpa henti membasahi gedung sekolah dengan arsitektur Belanda yang sudah sangat tua,berdiri angkuh bersama pohon pohon raksasa yang tak kalah tua umurnya dengan bangunan itu sendiri,Jendelanya besar besar seakan cukup mampu menyedot udara atau angin badai ke dalam ruangan ruangannya.Pilar pilar yang kekar menjadi lengan dan kaki yang cukup kuat sehingga membuat gedung sekolah itu terkesan kokok dalam usianya yang uzur. Sesosok tubuh berjalan cepat menuju jajaran kamar kecil.Di biarkan air hujan membasahi rambut dan pakaiannya. Matanya yang dingin menatap nanar sekitar kamar kecil,dia mencari seseorang yang deminya,rela meninggalkan kedua sahabat karibnya di halte bus,memuaskan rasa cemburu yang bergelayut di dadanya walau dia tahu cowok itu bukan miliknya lagi. ,"dimana kalian?."gumamnya resah,sambil melangkah di koridor jajaran kamar kecil ini. Airmata mengalir membasahi pipinya di campur bulir bulir air hujan. ,"seharusnya aku sudah tidak boleh cemburu lagi,tapi melupakanmu adalah hal tersulit yang aku lakukan,"gumam Ara bersamaan hembusan angin,lembut sekali membelai tubuhnya.Dia merasa ada sesuatu yang menabrak tubuhnya,matanya memandang kakinya,terlihat genangan darah di kakinya. ,"ah..ah!."teriaknya bersamaan kedua sahabatnya menghampirinya dari kegelapan malam ,"akh..mana ada genangan darah,sepercik noda darah pun tidak terlihat!."seru Lia ,"tidak ada,ar,tidak ada darah atau apapun yang mengenangi kakimu?." Ara tersentak,mengedip-ngedipkan matanya dengan cepatnya,lantas di kuceknya matanya yang terarah sepenuhnya pada lantai yang di pijaknya. ,"ttappii,tadi itu aku melihatnya,An,Lia.Sumpah mati aku melihatnya!." Kedua sahabatnya mencoba memeluk Ara karena gadis ini terus histeris. ,"gimana sekarang,lia?." tanya Ana ,"kita melaporkan kejadian ini pada kang ujo,siapa tahu ada penjelasannya,agar ara nggak terus histeris," ,"kami ikut kamu lia,"putus Ana mengikuti Lia tanpa menanyakan apa apa pada Ara,hanya menarik tangannya mencari penjaga sekolah mereka. ,"eh itu,Kang Ujo sedang mengunci kantor kepala sekolah!."seru Lia menunjukkan orang yang mereka cari hingga keduanya bergegas menemuinya. ,"kang ujo!."panggil Lia seketika ,"lho,ada apa lagi?."tanya si penjaga sekolah sedikit emosi.Karena di ganggu siswa lagi. ,"teman saya melihat ada genangan darah pada lantai di depan kamar kecil,"ucap Lia sambil mengisahkan apa saja yang telah terjadi. Ana yang tidak ikutan bicara dan hanya memperhatikan ekspresi wajah Kang Ujo merasakan kalau penjaga sekolah mereka tidak begitu kaget mendengar laporan mereka. ,"lha memang tadi siang ada yang berantem di sana,katanya sampai terluka,dan saya belum sempat membersihkannya..," ,"tapi genangan darah yang di lihat Ara itu menghilang dengan misteriusnya,kang,"Lia menegaskan lagi ceritanya supaya Kang Ujo tidak mengira masih ada darah di sana. ,"oh..jadi hanya sebentar saja si ara melihat genangan darah,mungkin sudah terbawa air hujan,"jawab Kang Ujo pelan,mereka bertiga mengangguk.Alasan Kang Ujo masuk akal karena berada di koridor jadi bisa tersapu air hujan. Ara memegang perutnya yang perih.Meringkuk dalam gelap,seharian perutnya belum di isi.Hujan dan petir sudah tenang semenjak pukul sepuluh malam.Yang tersisa hanyalah hawa dingin.Satu satunya terang hanyalah cahaya lampu dari atas meja. Ara mengganti posisi tubuhnya,pikirannya tertuju ke Arya Karmapala.Airmatanya meleleh,Ara semakin terisak, sesuatu meniupkan udara di belakang tengkuknya. ,"dingin!", Ara memegang tengkuknya yang terasa sedingin es. Gadis itu mengusap ngusap tengkuknya tetapi punggung tangannya di tiup sesuatu.Buru buru dia melepaskan tangannya.Tubuhnya menggigil.Dia sadar bahwa dia bukan satu satunya makhluk di ruangan itu. ,"tenanglah!."suara lembut cowok menyapanya. ,"siapa di situ?."desisnya,tak ada jawaban,dia merasa begitu tolol berkata seperti itu karena hanya dia yang ada di kamar pribadinya. ,"pergi!.pergi!.serunya,Ara berusaha berdiri,menggerakkan kakinya,bergerak menuju stop kontak lampu ,"byaar!." cahaya terang menyerbu pupil matanya bersamaan sesosok tubuh dalam bentuk kabut melayang layang di dekat tempat tidurnya. Ara ketakutan ketika sesosok tubuh mendekatinya,tubuhnya semakin nampak ,"ya tuhan tolong aku!." Pagi menggeliat,matahari menghangatkan hari setelah beberapa pagi terlena di balik awan. Ara memandang matahari dari kaca jendela.Pikirannya melayang ke kejadian tadi malam,Siapa cowok itu?."yang pasti bukan manusia,tapi tampan banget. Ara menghela napas,bersamaan kedua teman karibnya datang ,"ra..kita berdua udah mutusin kalau ken sudah di likuidasi dari grup flower four jadi nama grup kita AB flower terdiri dari ara,ana dan lia,"cerocos Lia,Ara hanya mengangguk ,"kita harus berjanji agar jangan sampai saling berebut cowok lagi,"tambah Lia,sementara Ana menaikkan sudut bibirnya,kayaknya bau bau tidak setuju. ,"tapi kalau seganteng kotaro minami bagaimana ya?."tanya Ana ,"he..aku beritahu an,kalau di sini ada yang seganteng kotaro minami,imposible.Paling tuh mirip gebetannya Si Ken!."seru Lia banter amat bikin telinga Ana terasa budeg,sambil gelengin kepala,Ana melihat Ken di sana dengan tampang super gondok ,"he..Jaga mulutmu lia!."teriak Ken Lia mencibir,Ken tidak terima,dia mendatangi Lia. ,"aku tahu lia,kau menganggap aku salah karena merebut kak arya dari tangan ara,tapi semua bukan hanya salahku tapi salah ara juga,dia tidak bisa menjaga kekasihnya sendiri,"jelas Ken,melirik Ara. Membuat hati gadis cantik ini meratap pilu. ,"oh..ye,nggak usah ngeles kale!."tapi dasar kamunya emang gatel terus si arya juga gatel!."teriak Lia dengan intonasi meninggi,Ken melotot tajam pada Lia. Bensin sudah siap,tinggal korek api saja,tinggal jress terbakar. Ara menggeleng kepala tanda tak setuju,bersamaan bu Miranti datang,buru buru keduanya beringsut ke tempat duduk masing masing dengan gerutuan. Ara lega tidak terjadi apa apa. ,"buka buku halaman 5,kerjakan soal di papan tulis!,"seru bu Miranti sambil menulis satu soal di papan tulis. ,"lia,silakan maju ke depan dan jawab soal itu. Dengan muka nyengir,Lia maju sambil melirik Ken yang mencibir padanya. Saat ingin menjawab,soal di papan tulis sudah terjawab tanpa Lia menyentuhkan kapur tulisnya. Ada kekuatan kasat mata yang mengukir jawaban di atas papan tulis. Mata Lia melotot,dia ketakutan dan secepat kilat kembali ke bangkunya.

Bab 2 Cinta Gadis Indigo

Bab 2 Cinta Gadis Indigo Dua sejoli asyik mojok di belakang toilet Sekolah,mereka asyik berbincang,Kenanga merajuk minta pulang ,"tentu saja,aku akan antarkan kamu pulang,setelah aku mencium..," ,"krieeett!." mendadak suara Arya terputus saat di dengarnya,suara gesekan engsel pintu kamar kecil yang cukup keras.Di kiranya ada orang yang baru keluar dari kamar kecil hingga pintu di buka dan menyebabkan engsel pintu bergesekan,tapi dugaannya keliru,tak ada seorangpun yang muncul dari dalam kamar kecil.Malahan jajaran pintu pintu kamar kecil yang kesemuanya terpentang lebar lebar itu sama sekali tak ada yang bergerak sekalipun angin berhembus cukup kencang. Arya terkesima menyadari suatu gesekan engsel itu terdengar tanpa sebab.Ken ikutan mencelingak-celingukkan kepalanya dengan herannya.Dan ia memekik tertahan ketika tahu tahu saja di dengarnya suara kucuran air tanpa ada orang yang memutar kran air. ,"oohh!." Dengan wajah memucat Ken memperhatikan jajaran kamar kamar kecil di sekitarnya yang kosong melompong sementara suara kucuran air masih saja terdengar.Tanpa di sadarinya kakinya melangkah mundur dan akhirnya membentur tubuh Arya. Refleks saja Arya melingkarkan tangannya ke lingkaran pinggang Ken sebagai bentuk perlindungan darinya.Sementara sepasang matanya yang tajam itu tidak lepas lepasnya menatapi jajaran pintu kamar kecil yang terpentang lebar. ,"Krieeeettttt!.Gubraaakkk!. Astaga!.Mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana salah satu pintu tertutup begitu kerasnya,seperti ada dorongan dari dalam kamar kecil untuk menggabrukkan pintu.Padahal tidak ada orang di dalam kamar kecil itu.Mustahil pula tergabrukkannya pintu karena tiupan angin yang arahnya berlawanan. ,"ya tuhan!."akuu takutt!."bisik Ken yang langsung saja membalikkan tubuhnya dan serta merta membenamkan wajahnya ke dada Arya. Arya mendekap erat tubuh gadis itu dengan perasaan tercekam.Ia juga tidak mengerti akan kejadian kejadian aneh yang bertubi tubi di saksikannya.Tidak masuk di akal,ada suaran gesekan engsel tanpa ada yang menggerakkan daun pintu.Lantas kran air mengucur tanpa ada yang membuka kran dan terakhir malahan pintu tergabrukkan dengan anehnya. ,"kak Arya!."panggil Ken dengan suara gemetaran. ,"jangan takut,kan ada aku,"bisik Arya menenangkan. ,"cepatlah kita pergi dari sini...," Lantas begitu saja Ken mendahului Arya keluar hingga cowok itu mengikutinya.Dengan langkah langkah lebar Ken meninggalkan kamar kecil.Namun belum jauh ia pergi,langkah kakinya terhenti saat di lihatnya Kang Ujo,penjaga sekolah mereka sedang asyik menyapu halaman sekolah. ,"Kang!..Kang Ujo!."panggil Ken dengan setengah berteriak."Ada hantu di kamar kecil,kang!."teriaknya lagi memberitahukan. Kang Ujo menghentikan sapuannya dan menatap Ken dengan tidak percayanya. ,"apa?ada hantu di kamar kecil?." ,"ya,kang,tadi itu..."Bla bla bla Ken menceritakan apa saja yang di saksikannya barusan.Kang Ujo menyimaknya dengan kernyitan di dahinya. ,"ah,masa iya ada hantu yang memain mainkan pintu WC dan Kran air?."tanyanya tidak percaya ,"coba saya lihat,"katanya sambil bergegas menuju jajaran kamar kecil yang terletak di belakang gedung sekolah. Arya dan Ken mengikuti dari belakang.Ketiganya pun bergerak ke arah yang sama.Beberapa meter menjelang pintu masuk kamar kecil,Kang Ujo menoleh ke arah dua orang pengikutnya dengan tangan menunjuk ke arah kamar kecil. ,"coba kalian dengar,apakah ada atau tidak suara kucuran air?." ."Eh..kok tidak ada?."gumam Arya dengan herannya.Ken yang sama sama tidak mendengar suara kucuran air pun seketika terkesiap dan dengan refleksnya menahan lengan Arya sekuat kuatnya. ,"jangan masuk ke dalam sana,Kak Arya!.Biarlah kang ujo saja yang memeriksa kamar kecil itu!."pintanya dengan ekspresi wajah amat ketakutan. ,"iya deh,eh..kok..,"Arya yang telah mencapai ambang pintu masuk,yang terpaksa menghentikan langkahnya karena permintaan Ken. Menjadi kaget melihat semua pintu kamar mandi dalam keadaan tertutup hingga Kang Ujo harus membukai satu persatu pintu kamar kecil untuk memeriksa kran kran yang berada di dalam sana. Astaga!."Mengapa pintu pintu itu bisa tertutup semuanya padahal ketika mereka meninggalkan tempat itu,hanya ada satu pintu yang menutup,itupun dengan cara yang membikin Arya dan Ken terbirit birit melarikan diri. ."ah,tidak ada kran air yang mengucur kok,"kata Kang Ujo yang baru keluar dari kamar kecil yang terakhir di periksanya,"tidak ada apa apa kok,barangkali kalian salah dengar...," ,"tidak...mungkin kami salah dengar,kang!."desis Arya yang dengan mata terbeliak melihat jajaran pintu kamar kecil yang telah di bukai Kang Ujo. ."lha kalau tidak salah dengar kok tidak ada kran yang mengucur?."Kang Ujo balik bertanya. ,"Ya,tuhan!.kran itu mati dengan sendirinya?."pekik Ken bertambah ketakutan."Itu berarti...Di sini benar benar ada hantu..Hiii...Ayolah kita pulang,kak Arya,"ajak Ken seketika. Dengan tidak pedulikan reaksi Kang Ujo,Ken menggamit lengan Arya dan kemudian menariknya kuat kuat.Tubuh Arya pun terseret mengikuti tarikan Ken. Tangan Ken baru terlepaskan ketika Arya menunjukkan motornya yang terparkir di sudut halaman depan sekolah lantas ia pun buru buru menstarternya. Tidak lama kemudian keduanya berada di atas sadel motor. Dari tempatnya menyapu,Kang Ujo memperhatikan kepergian sepasang anak remaja itu dengan mata yang tidak berkedip dan helaan napas yang teramat panjang.

Bab 1 Cinta Gadis Indigo

Bab 1 Cinta Gadis Indigo
Pukul lima sore,kursus bahasa Inggris yang di ikuti dua puluh siswa SMU TUNAS PERSADA berakhir dan seperti biasa,sang Guru mengajukan pertanyaan klise ,"oke,any question?" "Nooo..." Mendengar kekompakan jawaban para siswanya si Guru nyengir dan di biarkan mereka berhamburan keluar dari ruang kelasnya.Tidak terkecuali tiga sahabat yang mukanya lumayan imut,dengan menyandang tas punggungnya masing masing ketiga siswi kelas satu SMU ini melangkahkan kakinya.Yang pertama Teratai atau yang biasa di panggil Ara,gadis berdarah Tionghoa Jawa ini terlihat murung,mendung menghiasi wajah cantiknya,sedang di belakangnya kedua sahabatnya.Ada Dahlia yang biasa di panggil Lia,gadis berdarah Jawa Bali terlihat ceria,di sampingnya ada Cendana,gadis blasteran Jawa Eropa, yang atu ini hatinya lagi mekar seperti bola bekel kecelup minyak,hari ini dia akan menonton film kegemarannya yang di bintangi bintang film pujaannya Jimmy lin. Dengan pandangan penuh emosi,Ara memandang sepasang kekasih yang menuju ke belakang gedung sekolah pastinya ke jajaran kamar kecil yang terletak di sana karena Ara hapal banget hobi sang cowok yang suka mojok di toilet karena dulu cowok itu pernah menjadi bagian dari cerita indah masa remajanya. Dia ingat kisah mulanya dengan cowok bernama lengkap Arya Karmapala,kakak kelasnya di SMPnya dulu,kisah cintanya yang di mulai lewat surat..pakai pos?."enggak lhah!."begini lho ceritanya. Untuk menunjukkan kualitas sekolah SMPnya,pihak sekolah menyelenggarakan berbagai kursus bagi muridnya yang berlangsung sore hari,sekalian memanfaatkan ruangan kelas yang kosong pada sore hari. Di antaranya ada kursus bahasa Inggris dan komputer untuk kelas 1 dan 2 SMP.Sedang kegiatan bimbingan belajar bagi siswa kelas 3 SMP yang akan menghadapi EBTANAS seperti pelajaran matematika,fisika,dan biologi. Ara sendiri amat tertarik mengikuti kursus bahasa Inggris yang bertempat salah satu ruangan kelas tiga SMP.Jadi bila pagi sampai siang harinya kelas itu di pergunakan untuk siswa kelas tiga,maka pada sore harinya kelas yang sama di pergunakan untuk peserta kursus bahasa Inggris. Suatu saat ia mendapati secarik kertas terlipat rapi di pojokan kolong mejanya yang pastilah berasal dari siswa kelas tiga yang menduduki kursinya.Lantas di bacanya isi surat tersebut. Hai!."Apa kabarnya!Kamu pastilah salah satu peserta kursus bahasa Inggris,boleh kenalan nggak?."nama saya kayak pangeran di sandiwara radio Babad Tanah Leluhur,ciri ciri saya,"gantengnya nggak nanggung,mirip Andy Lau kepencet pintu atau kalau lagi cengengesan mirip Keanu Reeves di film Drakula,"oke sekian dulu,surat perkenalan dari saya,balas yaah!." lumayan menghibur surat perkenalan Arya,namun Ara tidak tertarik membalasnya.Di kembalikan surat itu ke tempat asalnya. Anehnya,meski Ara tidak jua membalas suratnya tapi Arya tetap rajin mengiriminya surat.Tanpa di sadari benar,akhirnya Ara terbiasa mencari surat dari Arya setiap kali kursus. Ia menjadi suka sekali datang lebih dini dari teman teman sekursusnya supaya dapat segera membaca surat dari Arya.Biasanya begitu pantatnya menyentuh alas kursi,tangannya langsung terjulur merabai pojokan kolong mejanya untuk mencari surat itu.Isinya makin lucu saja dengan berbagai topik,mulai dari film kesukaan sampai acara TV,Depot Jamu Kirun yang ngetrend di TVRI yang di gawangi Kirun,Bagyo Dan Kholik. Ara seringkali tersenyum geli setiap kali usai membacanya. Sampai suatu hari,Ara membaca komentar Arya yang amat kritis.Dalam suratnya ia menyatakan kegembiraannya karena pembaca suratnya masih setia membaca surat suratnya.Hal itu di ketahuinya dari adanya perubahan letak lipatan kertas suratnya. Sungguh Ara tidak menyangka sebegitu cermatnya Arya memperhatikan posisi lipatan kertas suratnya di pojokan kolong mejanya untuk mengetahui apakah suratnya itu terbaca atau tidak. Lagi lagi Ara tidak membalas surat si cowok,tapi kiriman surat si cowok terus lancar sampai saking gemasnya dengan tingkah Ara,Arya menulis surat yang memperkirakan kalau pembaca suratnya adalah seorang cowok yang tentu emoh kenalan dengan sesama cowok seperti dirinya atau kalaupun pembaca suratnya ternyata adalah cewek,maka Arya menuduhnya sebagai cewek yang dingin,frigid atau lesbian. Sudah tentu,Ara tidak terima di tuduh seperti itu,dia merobek secarik kertas dan di tulisnya begini ,"apa kabarnya nih,kak Arya?."aku cewek asli,tak percaya..ayo ketemuan!." entah kesurupan setan mana,Ara terkenal lembut dan pemalu berani menantang cowok kayak githu!. Betapa gembiranya Ara ketika menerima balasan dari Kak Arya. ,"sebenarnya aku bisa saja menyelidiki dirimu,tapi aku tidak mau melakukan hal itu.Aku ingin mengetahui apa yang ingin ku ketahui darimu atas seizinmu,jadi aku benar benar cowok gentle kan?.Tapi sebelumnya jangan kaget lho lihat aku?." Dengan senyum Ara membalas surat Arya ,"aku tidak takut kok,karena aku juga bukan cewek yang menarik,sampai saat ini belum ada cowok yang tertarik padaku." Arya membalas ,"aku yakin kamu orangnya cantik,dari tulisanmu yang rapi dan jelas.Aku bayangin kamu mirip Puput Melati,he..he..,"karena itu kita bertemu yuk..!."besok sore di toilet belakang sekolah setelah kamu kursus bahasa Inggris,ku tunggu yuk!." pukul empat sore tiga tahun lalu,dengan jantung berdebaran amat kencang,Ara menapaki jalanan yang mengarah pada toilet sekolahnya. Di tundukkan kepalanya dalam dalam seolah ingin di sembunyikan paras wajahnya dari pandangan Arya. Kepala Ara mulai terangkat saat kakinya mencapai pepohonan yang rimbun di sekitar kamar kecil sekolahnya.Matanya mulai mencermati area sekitar toilet,eh.Kok sepi?." Dengan perasaan gusar,dia melirik arlojinya kapan dia datang?."tanyanya dalam hati. Setelah menunggu beberapa lama,Ara jadi bete,maka di putuskan untuk segera meninggalkan kamar kecil ini.Dan ketika tubuhnya di balikkannya,ia jadi terkesima melihat sesosok tubuh maskulin yang tahu tahu saja memunculkan dirinya dari balik pintu masuk kamar kecilnya. ,"astaga!."hitam sih tapi manis..euih!."di dukung postur tubuhnya yang tinggi. ,"ara..?."panggilan lembut Arya segera saja membuyarkan keterkesimaan Ara,". , "eh!Ooh..nggg..,"Ara tidak mampu lagi menyembunyikan kegugupannya.Bikin Arya tertawa renyah. ,"jangan gugup begitu,ah,Ara.Liat,aku sendiri nggak pa-pa meski aku merasa suprise melihat kamu yang caem abis,"bisiknya dengan kedipan mata menggoda,"ah,aku jadi tidak sabar lagi jadi pacarmu!." ,"antarkan aku pulang,er,"Ara menukas cepat dan galak.Arya tersenyum melihat beliakan mata Ara. Sejak saat itu,mereka gencar surat menyurat lewat kolong meja, diam diam sering bertemu di toilet sekolah dan berakhir jadian.Tiga tahun mereka merangkai cinta sampai peristiwa perselingkuhan Arya dengan Kenanga yang merupakan sahabat dekat Ara sejak SD menghancurkan jalinan cinta mereka.

PROLOG CINTA GADIS INDIGO

PROLOG CINTA GADIS INDIGO Malam telah larut saat sesosok tubuh berlari menyeberang lapangan,menerjang hujan deras.Kilatan petir membias wajahnya yang pucat seperti terang lampu neon yang hampir padam. Padam.. Terang.. Padam Kembali.. Riuh ranting pohon yang di terpa angin saling bertabrakan,keributan itu semakin memacu langkah kakinya.Dia tak peduli hujan deras membasahi tubuhnya.Sesuatu memaksanya untuk terus bergerak dan..berlari. Deru napasnya semakin tersengal saat dia kesulitan membuka pintu pagar sekolah ini.Kepanikan membuatnya tak bisa berpikir jernih.Saat ia berhasil membuka pintu pagar sekolah,cepat cepat dia berlari..tiba tiba kakinya terasa beku dalam hawa dingin yang menyerang. ,"sialan..Jangan sekarang!."desisnya. Kakinya masih berusaha di gerakkan.Dia melambai lambai tangannya dengan panik. ,"ayo..!."ya tuhan tolong aku." kepalanya beberapa kali menoleh ke arah lapangan.Dia seperti di buru sesuatu.Keputusasaan mencengkeramnya. tiba tiba kakinya berlari sendiri,tak terkendali,tubuhnya melesat cepat ke arah pohon besar yang berada di depannya.Suara benturan keras bersama hembusan angin Lalu angin mereda,hanya tinggal sesosok badan dengan darah segar mengalir membasahi batang kulit pohon besar ini dan baju abu abu putih yang di kenakannya.Tangannya menggeggam sesuatu.Sebuah buku harian dengan sebuah nama yang kemudian terkaburkan tetesan darah.