Kamis, 17 Mei 2018

PROLOG CINTA GADIS INDIGO

PROLOG CINTA GADIS INDIGO Malam telah larut saat sesosok tubuh berlari menyeberang lapangan,menerjang hujan deras.Kilatan petir membias wajahnya yang pucat seperti terang lampu neon yang hampir padam. Padam.. Terang.. Padam Kembali.. Riuh ranting pohon yang di terpa angin saling bertabrakan,keributan itu semakin memacu langkah kakinya.Dia tak peduli hujan deras membasahi tubuhnya.Sesuatu memaksanya untuk terus bergerak dan..berlari. Deru napasnya semakin tersengal saat dia kesulitan membuka pintu pagar sekolah ini.Kepanikan membuatnya tak bisa berpikir jernih.Saat ia berhasil membuka pintu pagar sekolah,cepat cepat dia berlari..tiba tiba kakinya terasa beku dalam hawa dingin yang menyerang. ,"sialan..Jangan sekarang!."desisnya. Kakinya masih berusaha di gerakkan.Dia melambai lambai tangannya dengan panik. ,"ayo..!."ya tuhan tolong aku." kepalanya beberapa kali menoleh ke arah lapangan.Dia seperti di buru sesuatu.Keputusasaan mencengkeramnya. tiba tiba kakinya berlari sendiri,tak terkendali,tubuhnya melesat cepat ke arah pohon besar yang berada di depannya.Suara benturan keras bersama hembusan angin Lalu angin mereda,hanya tinggal sesosok badan dengan darah segar mengalir membasahi batang kulit pohon besar ini dan baju abu abu putih yang di kenakannya.Tangannya menggeggam sesuatu.Sebuah buku harian dengan sebuah nama yang kemudian terkaburkan tetesan darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar