Bab 7 Cinta Gadis Indigo
Ana ngerol rambutnya di meja rias,ternyata rolnya kurang satu. Ana mencari cari di atas meja tetapi tidak ada,lalu ia keluar kamar menuju ruang TV. Ara dan Lia lagi nonton TV.Ana seliweran di depan TV sambil melihat ke kolong meja. ,"minggir dong!."nyari apaan sih?."tanya Lia jutek ,"rol rambut aku!."kemarin ngelinding di sini!."jawab Ana ,"udah deh an,nanti kita telat..biar yang satu nggak usah di rol dan di pakei jelly,buat poni aja,"saran Ara ,"thank you..," Ana bangkit menuju kamar,di ikuti Lia ,"bagaimana cowoknya an,beres khan?." ,"iya..jaminan mutu!." ,"lagakmu kayak sales baygon semprot!."tapi gantengnya kira kira mirip siapa an?." ,"eh..eh,ya..sebelas dua belas ama jimmy lin!." ,"yang bener..ku pegang kata katamu!." Tiba tiba suara bel berbunyi,Lia segera berbalik menuju pintu.Ia membuka pintu dan langsung berteriak, haaa..!!! Tampak di hadapannya,Satrio dengan kacamata super tebal entah lensanya dobel berapa?.kemeja putih dengan dasi kupu kupu dan celana putih. Satrio nyengir bloon. Lia langsung buru buru menutup pintunya kembali.Ara tampak heran.Lia tersenyum ke arahnya seolah tidak ada apa apa. ,"ana..sini temanku tersayang!."serunya di lembutin padahal aslinya dongkol segedhe gunung anakan. Ana datang,langsung di tarik keluar rumah.Ara tambah bingung melihat tingkah Lia. Lia berkacak pinggang dengan mata melotot ,"aduh..kamu malu maluin aku,deh!.kalau temen temen lihat penampakan gaib sewaanmu itu,ara bakal di ketawain dan si ken pasti pamer senyum kuntinya,tau nggak?."katamu jimmy lin,ini sih jimmin..bakul kredit keliling,kamu liat matanya ampe perlu di bantu kacamata kuda karena kebanyakan ngelihat angka!."omelan Lia panjang lebar,bikin Satrio ketakutan dan tanpa basa basi segera kabur dari tempat itu sebelum dia di omelin kembaran Mak Lampir. Ha..jantung mereka berdegup kencang ketika memasuki pintu rumah Ken,di sambut suasana meriah dengan celotehan celotehan anak remaja dan musik romantis dari negeri seberang,"Isabela from Search," ,"Isabela adalah kisah cinta dua dunia," mereka berusaha mati matian untuk tidak menghiraukan ketakutan yang sebenarnya sudah merayapi seluruh persendian. Dengan gerakan lambat,mereka berhenti sejenak di dekat meja dengan pandangan melas akibat kurang pede karena di pesta ultah anak SMU,daya tarik,kecantikan dan fashionable menjadi taruhannya.Di sini,Now!. Mereka melihat yang datang pada berpasang pasang berbeda dengan ketiga jomblowati,ya memang kadang jomblo memalukan. Angin kencang yang entah berhembus melalui jendela lebar menabrak mereka. Sejenak mereka inpeksi diri,saling lirik untuk menyakinkan diri masing masing dan detik berikutnya mereka melangkahkan kaki menuju sebuah sofa yang isinya nenek sihir sama ajudan yang tunduk dalam kekuasaan black magicnya. Pandangan mata meremehkan Ken menusuk dari balik bulu mata lentiknya yang Lia berdoa,semoga bulu matanya rontok!." sedang sang ajudan memandang Ara dengan tatapan mata antara rindu dan rasa marah. ,"selamat ulang tahun ken?."nih..hadiah dari kami bertiga dan perlu kamu ingat kalau nggak karena solidaritas aku sama ara,ogah datang ke sini,"ucap Lia jutek. ,"Lia..jangan mancing kemarahanku ya!." ,"sudah..sudah,ayo ken kita sambut tamu!."permisi ya ra,lia dan ana,"ucap Aryo lembut menarik tangan Ken dan mengajaknya pergi di ikuti pandangan AB FLOWER. Malam makin merambat,ketiganya bete berat...ngelihat Ken sama Arya asyik berdansa. Suara bel rumah berbunyi. Tapi nggak ada yang denger karena suara musik kecuali AB FlOWER yang lagi bete membuat sensor dengarnya meningkat lebih peka. Lia dan Ana inisiatif membuka pintu,di hadapannya berdiri cowok keren dengan membawa bunga.Mereka berdua terpukau oleh ketampanannya. ,"cari siapa?."tanya Ana manis ,"Oo..cewek jomblo cakep bukan di sini!."sambar Lia. Ken muncul di antara Ana dan Lia. ,"hai..Udah lama,ya?."cari siapa?."Ken bertanya dengan nada ceria ,"baru aja..,boleh aku masuk..,"jawab cowok itu yang tanpa basa basi melangkahi tiga cewek yang takjub melihatnya. ,"aku sangkain itu atalarik syach yang lagi memberi kejutan ama fansnya!."seru Lia ,"semenjak berpandangan mata,hatiku telah tergoda,senyumanmu yang menawan memikat hatiku."dendang Ana di sambut gerutuan ,"sial..apa dia nggak tahu aku yang ultah," ,"nggak kali,habis tampangmu kayak tukang sikat wc nya,"sindir Lia. Suasana mau memanas bersamaan melihat adegan romantis di sudut ruangan yang bikin semua anak anak di situ terpana dan tidak bisa ngomong apa apa. Cowok kembaran Atalarik Syah ini mendekati Ara dan memberi bunga kepada Ara. Ara tidak bisa ngomong apa apa,dia juga bingung karena tidak pernah mengenal cowok ini.Tapi tersentak kaget saat wajah cowok ini berubah menjadi Rana Purbaya.Ara kini tahu,Rana meminjam wadag kasar cowok ini. ,"ini buat kamu ra."ucap cowok itu membuka sebuah kotak kecil berisi kalung dan liontin bunga teratai dan dengan adegan benar benar so sweet dia memasangkan ke leher Ara lalu mencium kening Ara,mengucap says good bye. Melangkah pergi ke pintu menuju mobilnya,membuka pintu dan masuk terus meninggalkan halaman rumah Ken dengan boil kerennya. ,"hu..hu!."teriak Anak Anak,sementara Arya menghela napas panjang dan membanting dirinya di sofa. Lia segera menarik Ana yang masih di awang awang hayalannya soal cowok ama romantisme. ,"hmm..romantis sekali..," ,"hh..iya juga ra,apa sih resepnya..kamu cepet juga dapatin cowok pengganti?."tanya Ana ,"rana bukan cowok pengganti tapi hatiku!."seru Ara ,"cowok pengganti,enggak enak banget,nggak level kali sama kak arya,tuh cowok putih mulus,kinyis kinyis sementara yang satunya hitam meles,mau di rendem deterjen satu kilo pigmennya nggak bakal luntur!."seru Lia muji cowok barunya Ara sambil mengerling matanya membuat aroma sirik Ken keluar. ,"maksud kamu lia,ara itu ikut kata pak kyai,buanglah yang jelek dan ambillah yang baik!." ucapan Ana membuat tertawa seisi ruangan. Sementara Ara saling berpandangan dengan Arya. Bagaimanapun sisa sisa cinta di antara mereka masih ada.
Kamis, 17 Mei 2018
Bab 7 Cinta Gadis Indigo
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar