Kamis, 17 Mei 2018

Bab 1 Cinta Gadis Indigo

Bab 1 Cinta Gadis Indigo
Pukul lima sore,kursus bahasa Inggris yang di ikuti dua puluh siswa SMU TUNAS PERSADA berakhir dan seperti biasa,sang Guru mengajukan pertanyaan klise ,"oke,any question?" "Nooo..." Mendengar kekompakan jawaban para siswanya si Guru nyengir dan di biarkan mereka berhamburan keluar dari ruang kelasnya.Tidak terkecuali tiga sahabat yang mukanya lumayan imut,dengan menyandang tas punggungnya masing masing ketiga siswi kelas satu SMU ini melangkahkan kakinya.Yang pertama Teratai atau yang biasa di panggil Ara,gadis berdarah Tionghoa Jawa ini terlihat murung,mendung menghiasi wajah cantiknya,sedang di belakangnya kedua sahabatnya.Ada Dahlia yang biasa di panggil Lia,gadis berdarah Jawa Bali terlihat ceria,di sampingnya ada Cendana,gadis blasteran Jawa Eropa, yang atu ini hatinya lagi mekar seperti bola bekel kecelup minyak,hari ini dia akan menonton film kegemarannya yang di bintangi bintang film pujaannya Jimmy lin. Dengan pandangan penuh emosi,Ara memandang sepasang kekasih yang menuju ke belakang gedung sekolah pastinya ke jajaran kamar kecil yang terletak di sana karena Ara hapal banget hobi sang cowok yang suka mojok di toilet karena dulu cowok itu pernah menjadi bagian dari cerita indah masa remajanya. Dia ingat kisah mulanya dengan cowok bernama lengkap Arya Karmapala,kakak kelasnya di SMPnya dulu,kisah cintanya yang di mulai lewat surat..pakai pos?."enggak lhah!."begini lho ceritanya. Untuk menunjukkan kualitas sekolah SMPnya,pihak sekolah menyelenggarakan berbagai kursus bagi muridnya yang berlangsung sore hari,sekalian memanfaatkan ruangan kelas yang kosong pada sore hari. Di antaranya ada kursus bahasa Inggris dan komputer untuk kelas 1 dan 2 SMP.Sedang kegiatan bimbingan belajar bagi siswa kelas 3 SMP yang akan menghadapi EBTANAS seperti pelajaran matematika,fisika,dan biologi. Ara sendiri amat tertarik mengikuti kursus bahasa Inggris yang bertempat salah satu ruangan kelas tiga SMP.Jadi bila pagi sampai siang harinya kelas itu di pergunakan untuk siswa kelas tiga,maka pada sore harinya kelas yang sama di pergunakan untuk peserta kursus bahasa Inggris. Suatu saat ia mendapati secarik kertas terlipat rapi di pojokan kolong mejanya yang pastilah berasal dari siswa kelas tiga yang menduduki kursinya.Lantas di bacanya isi surat tersebut. Hai!."Apa kabarnya!Kamu pastilah salah satu peserta kursus bahasa Inggris,boleh kenalan nggak?."nama saya kayak pangeran di sandiwara radio Babad Tanah Leluhur,ciri ciri saya,"gantengnya nggak nanggung,mirip Andy Lau kepencet pintu atau kalau lagi cengengesan mirip Keanu Reeves di film Drakula,"oke sekian dulu,surat perkenalan dari saya,balas yaah!." lumayan menghibur surat perkenalan Arya,namun Ara tidak tertarik membalasnya.Di kembalikan surat itu ke tempat asalnya. Anehnya,meski Ara tidak jua membalas suratnya tapi Arya tetap rajin mengiriminya surat.Tanpa di sadari benar,akhirnya Ara terbiasa mencari surat dari Arya setiap kali kursus. Ia menjadi suka sekali datang lebih dini dari teman teman sekursusnya supaya dapat segera membaca surat dari Arya.Biasanya begitu pantatnya menyentuh alas kursi,tangannya langsung terjulur merabai pojokan kolong mejanya untuk mencari surat itu.Isinya makin lucu saja dengan berbagai topik,mulai dari film kesukaan sampai acara TV,Depot Jamu Kirun yang ngetrend di TVRI yang di gawangi Kirun,Bagyo Dan Kholik. Ara seringkali tersenyum geli setiap kali usai membacanya. Sampai suatu hari,Ara membaca komentar Arya yang amat kritis.Dalam suratnya ia menyatakan kegembiraannya karena pembaca suratnya masih setia membaca surat suratnya.Hal itu di ketahuinya dari adanya perubahan letak lipatan kertas suratnya. Sungguh Ara tidak menyangka sebegitu cermatnya Arya memperhatikan posisi lipatan kertas suratnya di pojokan kolong mejanya untuk mengetahui apakah suratnya itu terbaca atau tidak. Lagi lagi Ara tidak membalas surat si cowok,tapi kiriman surat si cowok terus lancar sampai saking gemasnya dengan tingkah Ara,Arya menulis surat yang memperkirakan kalau pembaca suratnya adalah seorang cowok yang tentu emoh kenalan dengan sesama cowok seperti dirinya atau kalaupun pembaca suratnya ternyata adalah cewek,maka Arya menuduhnya sebagai cewek yang dingin,frigid atau lesbian. Sudah tentu,Ara tidak terima di tuduh seperti itu,dia merobek secarik kertas dan di tulisnya begini ,"apa kabarnya nih,kak Arya?."aku cewek asli,tak percaya..ayo ketemuan!." entah kesurupan setan mana,Ara terkenal lembut dan pemalu berani menantang cowok kayak githu!. Betapa gembiranya Ara ketika menerima balasan dari Kak Arya. ,"sebenarnya aku bisa saja menyelidiki dirimu,tapi aku tidak mau melakukan hal itu.Aku ingin mengetahui apa yang ingin ku ketahui darimu atas seizinmu,jadi aku benar benar cowok gentle kan?.Tapi sebelumnya jangan kaget lho lihat aku?." Dengan senyum Ara membalas surat Arya ,"aku tidak takut kok,karena aku juga bukan cewek yang menarik,sampai saat ini belum ada cowok yang tertarik padaku." Arya membalas ,"aku yakin kamu orangnya cantik,dari tulisanmu yang rapi dan jelas.Aku bayangin kamu mirip Puput Melati,he..he..,"karena itu kita bertemu yuk..!."besok sore di toilet belakang sekolah setelah kamu kursus bahasa Inggris,ku tunggu yuk!." pukul empat sore tiga tahun lalu,dengan jantung berdebaran amat kencang,Ara menapaki jalanan yang mengarah pada toilet sekolahnya. Di tundukkan kepalanya dalam dalam seolah ingin di sembunyikan paras wajahnya dari pandangan Arya. Kepala Ara mulai terangkat saat kakinya mencapai pepohonan yang rimbun di sekitar kamar kecil sekolahnya.Matanya mulai mencermati area sekitar toilet,eh.Kok sepi?." Dengan perasaan gusar,dia melirik arlojinya kapan dia datang?."tanyanya dalam hati. Setelah menunggu beberapa lama,Ara jadi bete,maka di putuskan untuk segera meninggalkan kamar kecil ini.Dan ketika tubuhnya di balikkannya,ia jadi terkesima melihat sesosok tubuh maskulin yang tahu tahu saja memunculkan dirinya dari balik pintu masuk kamar kecilnya. ,"astaga!."hitam sih tapi manis..euih!."di dukung postur tubuhnya yang tinggi. ,"ara..?."panggilan lembut Arya segera saja membuyarkan keterkesimaan Ara,". , "eh!Ooh..nggg..,"Ara tidak mampu lagi menyembunyikan kegugupannya.Bikin Arya tertawa renyah. ,"jangan gugup begitu,ah,Ara.Liat,aku sendiri nggak pa-pa meski aku merasa suprise melihat kamu yang caem abis,"bisiknya dengan kedipan mata menggoda,"ah,aku jadi tidak sabar lagi jadi pacarmu!." ,"antarkan aku pulang,er,"Ara menukas cepat dan galak.Arya tersenyum melihat beliakan mata Ara. Sejak saat itu,mereka gencar surat menyurat lewat kolong meja, diam diam sering bertemu di toilet sekolah dan berakhir jadian.Tiga tahun mereka merangkai cinta sampai peristiwa perselingkuhan Arya dengan Kenanga yang merupakan sahabat dekat Ara sejak SD menghancurkan jalinan cinta mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar