Kamis, 17 Mei 2018
Bab 6 Cinta Gadis Indigo
Bab 6 Cinta Gadis Indigo
Lia asyik membaca buku di kantin,tanpa sengaja dia menjatuhkan bukunya
ke kolong meja,terpaksa dia memungutnya,dia melihat sepasang kaki dari
deret meja depannya.
,"perasaan cuma aku di kantin ini,belum ada murid lain,"
Lia mengambil buku itu dan kembali membaca,Kening Lia mengernyit,di
deret bangku depan,tidak ada orang,tapi matanya menangkap sesuatu di
atas meja, sebuah buku bersampul biru dengan gambar aktor tempo
dulu,kalau nggak salah ini Riky Rikardo.
Pelan pelan Lia mendekati meja itu,Lia menoleh ke kanan kiri,tidak ada
tanda tanda murid lain di kantin itu karena itu dia bertanya pada
pemilik warung,selain dirinya apa ada orang lain dan di jawab dengan
gelengan kepala.
Lia mengambil buku itu dengan maksud mengembalikannya.
Satu persatu
kelas dia datangi tapi tidak ada yang mengaku memiliki buku harian itu.
Sementara itu Kenanga masuk kelas,beberapa murid masih ngobrol di
kelas,AB Flower tidak tampak.
,"eh kalian keluar dulu sana,udah jangan cerewet,pergi sana,hardik Ken
kepada murid yang mengobrol di kelas,mereka menggerutu.
Ken mengambil tip-x miliknya
,"lia..aku kerjain kamu,bener bener bikin eneg tahu,"kata Ken mulai
mencoret coret bangku Lia dengan tulisan
,"mulut apa bimoli (bibir moncong lima senti)."
Angin tiba tiba berhembus membawa kabar jahat!."
tiba tiba matanya mengabur,huruf huruf yang di tulisnya berlari
lari,berpisah menyatu kembali.
Tiba tiba tangan Ken terasa basah,Ken terbelalak.Tulisannya telah
berlumuran darah yang terus mengucur tak terbendung,Ken
tersentak,darah itu berwarna merah gelap.Dia menjerit sekuat tenaga.
,"ken,kamu kenapa?."tanya Arya yang tiba tiba muncul dan menghampirinya
cewek itu gelagapan.
Dia melihat ke arah bangku,bersih tak ada darah.
Ara berjalan menuju cermin.Memandang wajahnya yang kelihatan
kecapekan.Dia mengambil krim pembersih di meja rias dan mengoleskan ke
wajah.Matanya meredup.Tangannya mengusap lembut wajahnya dengan
kapas.Lalu dengan masih perlahan dia menyisir rambut
panjangnya.Kegundahan mengumpul di dadanya.Dia memperhatikan wajahnya
di cermin.Sesuatu mengganggu pandangannya.Ara melihat noda di
wajahnya.Buru buru Ara mengusapnya kembali dengan kapas.Aneh semakin
dia usap noda itu semakin banyak.Noda merah yang mencair mengikuti
luka luka yang penuh di wajahnya.Darah mengucur semakin deras,Ara
menggeleng gelengkan kepalanya.
,"tidak!tidak!wajahku!."seru Ara.Dia menutup wajahnya dengan kedua
tangannya.Menangis ketakutan.
perlahan dia membuka telapak tangannya.Dia terhentak,wajahnya telah
bersih seperti semula.beberapa saat dia bernapas dengan lega.Namun,tak
seberapa lama dia merasakan bahunya basah.Sesuatu menetes dari
atas.Pelan pelan kepalanya menengadah.Mulutnya ternganga.Mata kelam
itu mendelik ke arahnya.Sosoknya yang mengerikan tergantung di langit
langit kamarnya.
,"siapa kau?."
tiba tiba Ara mendengar bisikan di telinganya
,"ra..temui kedua sahabatmu,selesaikan..!."
Ara memandang Lia dan Ana yang asyik makan,mau mulai ngomong soal
kemarin..ketunda lagi,ketunda lagi..!."
,"eh..tahu nggak!."kita dapat undangan menghadiri pesta ulang tahun
ken,kemarin undangannya di titipkan padaku."cerita Ana
,"oh..begitu,kenapa enggak ke aku,biar ku robek robek lalu ku
lemparkan ke mukanya!."seru Lia kesal
,"jangan begitu..bagaimanapun dia pernah jadi bagian kita,"nasehat Ara.
,"dulu..sekarang mah lain,pokoknya aku nggak dateng!."
,"aku idem ama lia!,"
,"terserah kalian..tapi aku akan datang dan ku tunjukkan bahwa aku
bahagia tanpa kak Arya di sampingku karena tuhan pasti mengirim
seseorang yang membuat aku bahagia,"ucap Ara memandang lembut sesosok
cowok yang berdiri di belakang Lia.
Mendengar ucapan Ara,kedua sahabatnya cuma bisa melongo.
Ana lagi tiduran,ketika telepon rumahnya berbunyi,terpaksa dia turun
dari ranjang,menghampiri telepon rumahnya yang berada di ruang tamu.
,"siapa neh?."
,"biasa..lia,an!."
Ana lalu nyengir,ada apa nih Lia,mau marah marah kagak!."
,"an..kamu masih di sana,ndengerin nih!."cari cowok sewaan buat jadi
pacar sementara ara,biar aku bayarin!."
,"apa lia,nggak salah denger aku!."mana mau ara bersandiwara?."
,"aduh an..ya pasti itu,tapi khan cuma kita suruh pura pura care sama
ara,githu lho!."
,"oh..oke begitu deh!."
Ana kelihatan agak resah,ia bolak balik membuka buka buku teleponnya
dan tampak berpikir keras,ia berguman sendiri.
,"si nanang..nanang di ekspor orang tuanya ke kalimantan,buat temenan
ama orang utan di sana kali..rano..jelasnya bukan lagi main si doel
anak sekolahan..tapi ke balik papan alias mati gara gara ketabrak truk
yang nyelonong ke teras rumahnya..siapa ya?."
,"ia tiba tiba mendapatkan satu nama dan buru buru menelepon.
,"hallo..satrio ada?."
tak sampai lima menit,Ara sudah sibuk berbicara di telepon rumah.
,"ayo dong rio..please tolong aku..sekaliii..aja!."masa'ama sodara
sendiri nggak mau nolongin?."mau ya..please..,"
Ana berhenti merengek dan mendengarkan jawaban Satrio.
Ia kehilangan kesabaran dan mengeluarkan jurus jurus preman pasarnya,"
,"kamu udah gila ya,rio?."kamu lupa dulu aku kan sering banget
jajanin bakso,es dawet,kue cucur!."
,"iya sih!."tapi kan aku bantu kak ana bohong waktu kak ana sering
bolos les bahasa inggris kata kak ana,cara belajar bahasa inggris itu
bukan les tapi ngegebet bule dari london!."
,"iya deh.kamu orang itung itungan banget,sih?kayak aku punya bapak
gantiin bank indonesia alias bisa cetak dhuwit!."ya udah minta berapa
pasnya?."
,"ya sebagai tanda hormat sama bapak presiden,aku minta dhuwit
yang ada gambar beliau!."
,"lima puluh ribu?.kamu nggak waras ya?.kamu itung itungan
banget,sih?.udah sepul aje!."
,"ogah ah,emang aku cowok apaan,murah banget..emang obralan."
,"udah..tengah tengah aja,cukup dua puluh ribu ya!.deal?."
,"oke..kak ana,githu dong!."nggak mempersulit transaksi."
,"ya udah,soal tugas nanti kita bicarakan lagi.Ku tunggu nanti malam
ya jam delapan,oke!."jangan bilang bilang ibuku lo ya..,awas!."
Ana mematikan telepon rumahnya puas."yesss!.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar