Bab 4 Cinta Gadis Indigo
Saat Jam istirahat,kantin sesak dengan siswa siswi SMU TUNAS PERSADA. Terlihat AB Flower ada di pojok ruangan asyik ngobrol,Lia sebel melihat Ana makan bakso telap telep mana tambahan tahu isi 2 dan bakwan 2,tapi anehnya bodi Ana teteup langsing neh!."bikin Lia iri,maklum dia perlu diet ketat. Apalagi kalau gemuk dikit,Ana pakai nyindir ,"kamu kurus kok lia kalau di lihat pakai sedotan!."buat Lia pengen masukkan sedotan ke hidung Ana. Lia melirik Ara yang malas makan ,"ada apa sih ar?." ,"aku denger gosip yang beredar,kak arya sama ken,di ganggu hantu di kamar kecil." ,"syukur!."sekalian tuh sepasang kunyuk di bawa ke alam gaib,bikin eneg aku!."seru Lia sambil menengadahkan tangan ke atas bikin tertawa seluruh kantin ,"lia..sebenarnya yang patah hati itu kamu apa ara,kok sewot banget?."tanya Heri ,"not your bisnis,oke!." ,"jangan jangan kau naksir arya juga!."ledek Heri di ikuti gelak tawa teman temannya. ,"buka kupingmu lebar lebar,andai dunia ini tinggal tersisa aku sama Arya,mending jomblo kali daripada laki laki tidak setia!,"jawab Lia berapi api,sampai berdiri dengan tangan menunjuk nunjuk. ,"hu..hu!."koor anak anak. Sementara Ara matanya berkaca kaca sedang Ana matanya melotot dengan pentol bakso ada dalam mulutnya. ,"sudah..sudah,aku mau bicara serius!."seru Ara menarik tangan Lia,bikin Cewek AB Flower yang paling emosian ini kembali duduk. ,"Lia,ada yang aneh dengan darah itu,hilang tanpa pesan..aku sudah tanya sana sini,hari itu tak ada yang bertengkar di sana," ,"benarkah ar?."memang aku dengar rumor,kamar kecil paling ujung ada hantunya.Tapi kamu getol banget nyelidikinya?." ,"enggak sih,cuma penasaran saja..aku merasa ada sesuatu di sana yang jahat dan berkaitan denganku,"ucap Ara lembut memegang tangan Lia,matanya terpejam..Ara melihat seorang gadis dengan wajah penuh luka dengan mata hitam kelam seakan ingin menyedot Ara dalam kegelapan ,"tidak!tidak!,"seru Ara,dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.Menangis.takut. ,"ra..kamu baik baik saja?."tanya Lia mengguncang guncang tubuh Ara. Gadis ini mengangguk,Lia menghela napas,rasa takut menghantuinya karena dia tahu,firasat Ara tidak bisa di anggap main main,Ara punya kepekaan pada sesuatu yang tidak nampak..tapi dia enggan mengaku pada semua orang,bahkan pada Lia hanya tersirat,tidak terang terangan,mungkin inilah penyebab Arya berpindah hati karena Ara menunjukkan keanehan keanehan yang tidak di mengertinya. ,"haruskah aku terlalu membenci kak arya..?.". ,"siapa yang tidak masuk hari ini?."tanya Bu Rani,Guru bidang studi Matematika yang kini berada di depan kelas. ,"ada tiga orang yang tidak masuk,"jawab ketua kelas. ,"hmm baiklah..bagaimana jika kalian bertiga pindah ke depan!,"perintah bu guru menunjuk AB Flower. mereka saling berpandangan. ,"maju kalian!."apa mau nyontek di belakang!."sindir Ken membuat Ara berdiri cepat,pindah ke depan membuat kedua sahabatnya mengekor. Ara terlihat gelisah,badannya menggigil,matanya melotot tajam saat melihat sesosok bayangan menuju ke arahnya,dia menggeleng-geleng kepala,mencoba bangkit. Semua mata tertuju padanya ,"ara,kamu kenapa?." tapi terlambat,sesosok bayangan memasuki tubuhnya.Tiba tiba Ara menjerit keras,memukul mukul meja. ,"Ara!."hardik Bu Rani Ara tidak mendengarkannya,dia malah berdiri lalu berlari mengitari ruangan,menjatuhkan meja Kenanga,mengacak ngacak buku bukunya. Ken kebingungan,beberapa anak laki laki segera menangkap Ara,bermaksud menenangkannya.Tubuh Ara tiba tiba saja menjadi kaku. Dia mengibaskan pegangan dua temannya yang kemuadian terpental ke belakang. Ara melakukannya dengan mudah seperti mengibaskan sehelai rambut di bahunya.Ringan bikin anak anak menjerit keras. Mata Ara terbelalak,memandang Ken dengan aura dendam,terlihat bayangan samar wajah gadis lain,Ken ketakutan..Dia menuju pintu,rambutnya di tarik Ara ,"ra..lepaskan!."seru Ana,sedang Lia terlihat kebingungan,dia tak mengerti kenapa Ara begini,sekaligus seneng,Ken di gituin Ara,rasain lu!." suasana kelas berubah chaos.Tak terkendali,bu Rani berusaha tenang berteriak teriak ke arah murid murid yang berdiri di pojok pojok ruangan ,"ih,ngeri,si ara kok jadi begini sih lia." Lia hanya mengigit ujung jari menanggapi pertanyaan Ana.Sementara itu Ara semakin liar,dia mulai melempar kursi ke luar jendela dengan satu tangan sedang tangan satunya tetap menarik rambut Ken hingga Ken tidak bisa melarikan diri,kekuatannya begitu besar seakan hanya melempar bungkus snack. Murid murid semakin merapatkan diri,ada beberapa yang berpelukan. ,"bu..apa yang terjadi!."tanya murid murid minta penjelasan ,"Ara kesurupan..,"jawabnya membuat yang lain semakin di cengkeram ketakutan. Ada tiga murid yang tidak menunggu lagi,mereka segera kabur melalui jendela.Sontak di ikuti murid lain. Tinggal Bu Rani,AB Flower dan Ken yang di dalam kelas. Ara mengambil gunting,dia ingin menusuk Ken,tinggal beberapa detik sebelum mendarat di leher Ken. ,"Ara..jangaaan!."teriak Lia,membuat Ara menoleh..Matanya keduanya berpandangan,Lia memandang mata Ara yang mengisyaratkan permintaan tolong," ,"Tolong Aku!." bersamaan Ken bisa lepas dari cengkeraman tangan Ara. tiba tiba wajah itu berubah mengerikan...berbalik,tangannya mengambil gunting sambil berlari mengejar Ken. Mereka saling berkejaran,menyusuri koridor..Jeritan murid murid membahana di seluruh sekolah. Sampai di toilet sekolah,Ken berhenti di toilet paling ujung,menabrak tembok. Dia terduduk di koridor lantai toilet.Meraung raung,meminta ampun pada Ara,Ara tersenyum sinis..bersamaan tembok toilet mengeluarkan kabut..yang perlahan tapi pasti membentuk sesosok cowok tampan berkulit putih kaukasoid,bibirnya merah..dengan lekukan di dagunya.Tubuhnya tinggi tegap khas Eropa dan sepasang matanya yang tajam tampak serasi dengan hidungnya yang mancung. Dia menatap pada Ara lembut,dan menatap tajam pada makhluk halus di dalam tubuh Ara. Membuat Ara bergetar hebat,lalu melolong panjang,tubuhnya menelungkup ke tanah. Ara berbaring lemas di tempat tidur UKS,di sampingnya duduk kedua temannya.Dia merasa demam dan haus sekali,Baru saja dia sadar,saat akan menggerakan tubuhnya,dia merasakan pusing yang sangat hebat. ,"auw!."jeritnya,saat sepotong tangan menampar pipinya. ,"apa apaan kamu kak Arya!."teriak Lia..Membuat Ara terbelalak,dia memandang wajah Arya yang di liputi kemarahan tingkat tinggi..selama mengenal Arya,Ara tidak pernah melihatnya,membuat batinnya terasa teriris..kini dia tahu,betapa Arya mencintai Ken. ,"kau..puas,telah menyakitinya..jawab,ra!."teriak Arya keras,membuat Lia marah,dengan kekuatan penuh,dia menendang perut Arya hingga cowok ini jatuh terduduk menabrak kursi kayu. ,"dengar ya kunyuk,ara kesurupan,itu bukan keinginannya!."
Kamis, 17 Mei 2018
Bab 4 Cinta Gadis Indigo
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar