Kamis, 17 Mei 2018

Bab 2 Cinta Gadis Indigo

Bab 2 Cinta Gadis Indigo Dua sejoli asyik mojok di belakang toilet Sekolah,mereka asyik berbincang,Kenanga merajuk minta pulang ,"tentu saja,aku akan antarkan kamu pulang,setelah aku mencium..," ,"krieeett!." mendadak suara Arya terputus saat di dengarnya,suara gesekan engsel pintu kamar kecil yang cukup keras.Di kiranya ada orang yang baru keluar dari kamar kecil hingga pintu di buka dan menyebabkan engsel pintu bergesekan,tapi dugaannya keliru,tak ada seorangpun yang muncul dari dalam kamar kecil.Malahan jajaran pintu pintu kamar kecil yang kesemuanya terpentang lebar lebar itu sama sekali tak ada yang bergerak sekalipun angin berhembus cukup kencang. Arya terkesima menyadari suatu gesekan engsel itu terdengar tanpa sebab.Ken ikutan mencelingak-celingukkan kepalanya dengan herannya.Dan ia memekik tertahan ketika tahu tahu saja di dengarnya suara kucuran air tanpa ada orang yang memutar kran air. ,"oohh!." Dengan wajah memucat Ken memperhatikan jajaran kamar kamar kecil di sekitarnya yang kosong melompong sementara suara kucuran air masih saja terdengar.Tanpa di sadarinya kakinya melangkah mundur dan akhirnya membentur tubuh Arya. Refleks saja Arya melingkarkan tangannya ke lingkaran pinggang Ken sebagai bentuk perlindungan darinya.Sementara sepasang matanya yang tajam itu tidak lepas lepasnya menatapi jajaran pintu kamar kecil yang terpentang lebar. ,"Krieeeettttt!.Gubraaakkk!. Astaga!.Mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana salah satu pintu tertutup begitu kerasnya,seperti ada dorongan dari dalam kamar kecil untuk menggabrukkan pintu.Padahal tidak ada orang di dalam kamar kecil itu.Mustahil pula tergabrukkannya pintu karena tiupan angin yang arahnya berlawanan. ,"ya tuhan!."akuu takutt!."bisik Ken yang langsung saja membalikkan tubuhnya dan serta merta membenamkan wajahnya ke dada Arya. Arya mendekap erat tubuh gadis itu dengan perasaan tercekam.Ia juga tidak mengerti akan kejadian kejadian aneh yang bertubi tubi di saksikannya.Tidak masuk di akal,ada suaran gesekan engsel tanpa ada yang menggerakkan daun pintu.Lantas kran air mengucur tanpa ada yang membuka kran dan terakhir malahan pintu tergabrukkan dengan anehnya. ,"kak Arya!."panggil Ken dengan suara gemetaran. ,"jangan takut,kan ada aku,"bisik Arya menenangkan. ,"cepatlah kita pergi dari sini...," Lantas begitu saja Ken mendahului Arya keluar hingga cowok itu mengikutinya.Dengan langkah langkah lebar Ken meninggalkan kamar kecil.Namun belum jauh ia pergi,langkah kakinya terhenti saat di lihatnya Kang Ujo,penjaga sekolah mereka sedang asyik menyapu halaman sekolah. ,"Kang!..Kang Ujo!."panggil Ken dengan setengah berteriak."Ada hantu di kamar kecil,kang!."teriaknya lagi memberitahukan. Kang Ujo menghentikan sapuannya dan menatap Ken dengan tidak percayanya. ,"apa?ada hantu di kamar kecil?." ,"ya,kang,tadi itu..."Bla bla bla Ken menceritakan apa saja yang di saksikannya barusan.Kang Ujo menyimaknya dengan kernyitan di dahinya. ,"ah,masa iya ada hantu yang memain mainkan pintu WC dan Kran air?."tanyanya tidak percaya ,"coba saya lihat,"katanya sambil bergegas menuju jajaran kamar kecil yang terletak di belakang gedung sekolah. Arya dan Ken mengikuti dari belakang.Ketiganya pun bergerak ke arah yang sama.Beberapa meter menjelang pintu masuk kamar kecil,Kang Ujo menoleh ke arah dua orang pengikutnya dengan tangan menunjuk ke arah kamar kecil. ,"coba kalian dengar,apakah ada atau tidak suara kucuran air?." ."Eh..kok tidak ada?."gumam Arya dengan herannya.Ken yang sama sama tidak mendengar suara kucuran air pun seketika terkesiap dan dengan refleksnya menahan lengan Arya sekuat kuatnya. ,"jangan masuk ke dalam sana,Kak Arya!.Biarlah kang ujo saja yang memeriksa kamar kecil itu!."pintanya dengan ekspresi wajah amat ketakutan. ,"iya deh,eh..kok..,"Arya yang telah mencapai ambang pintu masuk,yang terpaksa menghentikan langkahnya karena permintaan Ken. Menjadi kaget melihat semua pintu kamar mandi dalam keadaan tertutup hingga Kang Ujo harus membukai satu persatu pintu kamar kecil untuk memeriksa kran kran yang berada di dalam sana. Astaga!."Mengapa pintu pintu itu bisa tertutup semuanya padahal ketika mereka meninggalkan tempat itu,hanya ada satu pintu yang menutup,itupun dengan cara yang membikin Arya dan Ken terbirit birit melarikan diri. ."ah,tidak ada kran air yang mengucur kok,"kata Kang Ujo yang baru keluar dari kamar kecil yang terakhir di periksanya,"tidak ada apa apa kok,barangkali kalian salah dengar...," ,"tidak...mungkin kami salah dengar,kang!."desis Arya yang dengan mata terbeliak melihat jajaran pintu kamar kecil yang telah di bukai Kang Ujo. ."lha kalau tidak salah dengar kok tidak ada kran yang mengucur?."Kang Ujo balik bertanya. ,"Ya,tuhan!.kran itu mati dengan sendirinya?."pekik Ken bertambah ketakutan."Itu berarti...Di sini benar benar ada hantu..Hiii...Ayolah kita pulang,kak Arya,"ajak Ken seketika. Dengan tidak pedulikan reaksi Kang Ujo,Ken menggamit lengan Arya dan kemudian menariknya kuat kuat.Tubuh Arya pun terseret mengikuti tarikan Ken. Tangan Ken baru terlepaskan ketika Arya menunjukkan motornya yang terparkir di sudut halaman depan sekolah lantas ia pun buru buru menstarternya. Tidak lama kemudian keduanya berada di atas sadel motor. Dari tempatnya menyapu,Kang Ujo memperhatikan kepergian sepasang anak remaja itu dengan mata yang tidak berkedip dan helaan napas yang teramat panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar