Kamis, 17 Mei 2018
Bab 5 Cinta Gadis Indigo
Bab 5 Cinta Gadis Indigo
Mendengar teriakan Lia,Arya bangkit dari jatuhnya,dengan berpegangan
tembok,dia lupa rasa sakitnya.Setelah berdiri tegak di atas
kakinya,Arya mencengkeram neck leher baju Lia,
,"buka kupingmu..ndengerin,jika ara tidak pernah punya pikiran jahat
sama ken,setan itu tidak akan menyusup ke raganya!."
,"itu tak akan terjadi,jika setan enggak nangkring di hatimu,hingga
membuat kamu selingkuh di belakang Ara!."
Lia melirik Ara,yang memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela,sementara Ana memegang tangan Ara.
Ketika Arya ingin menjawab Lia,Bu Rani memasuki ruangan
,"apa apaan kalian,bikin ribut..ara lagi sakit,bukannya menjaga
ketenangan,geger saja mirip mahasiswa di jakarta sana yang lagi demo!."
Arya mendengus kesal,sedang Lia melirik sebal.
,"sudah..ikut ibu ke kantor,kalian berdua perlu di ajar dalam
bersikap!."dan Ana..tolong jaga ara!."perintah bu Rani lagi di ikuti anggukan Ana.
,"an..tolong,ikut ke kantor!."
,"ngapain ra..kamu takut,kak arya di apa apain Lia,biar aja,syukurin kale!."
Ara menggeleng,terus menjawab sendu
,"enggak begitu..aku justru tidak enak sama lia,gara gara aku dia
terlibat masalah..aku justru sayang lia,aku tak mau namanya hancur
karena kisahku dengan kak arya,"
Ana mengangguk lalu bergegas pergi.
Ara memejamkan mata,menghirup udara bersih sebanyak banyaknya.
,"hai..udah baikan?."tanya suara cowok lembut
Ara berbalik,wajah tampan yang familiar ada di depannya.
cowok itu tersenyum,dengan kikuk Ara membalas senyuman itu.
,"terima kasih!."kamu udah nolong aku,"
dia tidak menjawab,hanya memberikan senyum terindah,bikin hati Ara
bergetar indah,rasa yang sama yang pernah dia rasakan pada Arya Karmapala,tiga tahun silam.
,"ra..kau tahu khan aku bukan manusia,kau bisa melihatku karena kau
istimewa,kau berbeda dengan gadis lain,"jelasnya,sambil mendekati Ara.
Dia memegang tangan Ara,cewek ini ingin menghindar tapi ada dorongan
hatinya agar membiarkan tangan cowok dari alam halus ini memegangnya.
Terasa dingin,membuat Ara menggigil,namun dia mencoba beradaptasi dengan makhluk halus di sampingnya.
,"ra..soal kelebihanmu ini,tergantung sudut pandang kamu
menyikapinya..jika ,kau menganggapnya anugerah,jiwamu bisa enteng
menerima..tapi jika kamu menganggap itu musibah,beban itu terasa berat
di atas pundakmu!."
Ara memandang cowok di depannya dengan perasaan haru,baru kali ini ada
seseorang yang mengerti dirinya.
,"apa yang harus ku lakukan,boleh ku minta pendapatmu?."
,"menerima dirimu apa adanya,nikmati sebagai gadis pemilik indera keenam!."
,"kau tahu,bagaimana rasanya jadi aku,sejak kecil aku harus melihat sesuatu yang tidak bisa di lihat teman temanku,rasanya di katakan
gila..,"seru Ara dengan linangan airmata.
Cowok itu mendekat,dengan jemarinya,dia mengambil butiran airmata yang
mengalir di pipi Ara.
,"iya..ada yang tidak menerimamu,tapi tahukah kau ada yang benar benar
menyayangimu!.lihat kedua sahabatmu,mereka siap berada di sampingmu
dalam kondisi apapun,"
Ara menengadah,memandang bola mata warna biru yang memancarkan
keteduhan,membuat hatinya merasa teduh.
,"kau beruntung..karena lebih baik punya teman sedikit tapi teman
sejati daripada teman banyak tapi hanya kamuflase..,"tambah cowok itu
dengan tubuh yang semakin berdekatan dengan Ara,dia duduk sementara cowok itu duduk di sampingnya.
Tangannya yang dingin memegang bahunya
lembut.
Ara mengangguk
,"aku harus pergi,kapan kapan kita bertemu lagi..ngomong ngomong,aku
harus pergi cara manusia,atau cara arwah?."tanya Cowok itu iseng
,"bukan cara arwah,mungkin X-Men,menembus dinding,"jawab Ara riang,Cowok itu tertawa,kakinya mulai melangkah memasuki tembok,ketika
Ara memanggilnya kembali,dia menoleh
,"boleh ku tanya namamu?."
,"rana..rana purbaya nama Indonesiaku,nama asingku,kau akan
mengetahuinya nanti,"jawabnya lembut pakai senyum lagi bikin hati Ara
membiru seperti birunya langit.
Lagi lagi Ara harus tersenyum,bahagia deuh.
Setelah Rana pergi,Ara berlari keluar ruang UKS menuju ruang kantor.
Dengan napas ngos ngosan,dia nampak terharu melihat kedua sahabatnya
keluar dari ruangan itu,memeluk keduanya membuat Lia dan Ana heran
sebentar tapi membalas pelukan sahabatnya erat.
,"kalian lagi main sinetron ya."sindir Arya berlalu
,"emang gue pikirin!."seru mereka kompak sambil tertawa lepas.
Ara tidur tiduran di meja siang ini,malas belajar karena berusaha
mengingat apa yang terjadi kemarin,tetapi itu hanya membuat pusing
kepalanya.Dia menolehkan kepalanya ke sisi lain,saat itulah matanya
bertatapan dengan mata teman yang duduk di sampingnya.Mata mereka
kosong.Wajah pucat.Tiba tiba Ara tersentak.Jiwanya terpental.
Ruangan itu adalah kelas yang sama,tetapi mereka yang duduk di sana
bukan teman temannya.
Guru yang menulis di papan tulis bukan semua gurunya,Ara tidak kenal
dengan mereka.Mereka bergerak sangat lambat tanpa suara.Sunyi sekali.
Saat guru itu selesai menulis di papan tulis dia membalikkan tubuhnya
dengan sangat perlahan.
Ara terkejut.
Wajah guru itu sekilas mirip Silvana Herman.dia tampak modis dengan
baju model tahun 80-an.Ara baru sadar pakaian seragam abu abu putihnya
model tahun 80-an.Yang punya ciri khas lengannya di gulung.
Seseorang maju perlahan.Rambutnya terurai panjang menutupi sebagian
wajahnya.Kulitnya putih bersih..wajahnya cantik,sekilas mirip dengan
Yessi Gusman,dia menjawab soal itu dengan mudah,matanya melirik keluar
kelas,seorang cowok berkulit hitam mirip Rano Karno berdiri dekat pot bunga depan kelas.
Ara mendengar suara ketukan dari belakangnya,Ara berbalik,seorang
cewek berkulit hitam dengan rambut keriting,mengingatkan sama model
rambut Ahmad Albar,penyanyi yang pernah ngetrend lewat lagu Zakia,gadis gurun pasir.
Dia mengetuk ngetukan garisan ke meja dengan posisi terhunus,wajahnya
memandang ke cewek di depan papan tulis lalu ke cowok dengan pot
bunga,begitu seterusnya bergantian,setelahnya pelan pelan dia
membalikan wajahnya ke arah Ara.
Wajahnya penuh luka,matanya hitam seperti lubang sumur,bibirnya putih
pecah pecah.Meringis memperlihatkan giginya yang penuh noda darah.Ara
ternganga,tubuhnya menggigil.Ara merasakan sakit di seluruh
tubuhnya,dia menggeliat.
,"ara,kenapa kamu?."tanya Lia yang ada di sampingnya,karena melihat
mata Ara terpejam dan kelihatan panik.
,"aku tidak tahu dan..,"Ara menghela napas panjang,berusaha
menenangkan dirinya,dia tidak bisa menceritakan kejadian tadi kepada Lia.
,"badanku sakit semua,aku bermimpi menakutkan,"
rasa iba terlihat di bola mata Lia
,"ar,kenapa bisa seperti itu?."
,"aku juga tidak tahu,lia."
,"apa kau sama sekali tidak ingat dengan mimpimu barusan?."
Ara terdiam,sekarang dia bisa mengingat mata berwarna hitam itu dengan
baik,mata itu sudah terekam di kepalanya.Bersemayam di sana.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar