Kamis, 17 Mei 2018

Bab 10 Cinta Gadis Indigo

Bab 10 Cinta Gadis Indigo ,"sialan..jangan sekarang!." desisnya. Kakinya masih berusaha di gerakkan,dia melambai lambai tangannya dengan panik. ,"ayo..!,"ya tuhan tolong aku,"kepalanya beberapa kali menoleh ke lapangan,ada Andini sedang berlari menuju ke arahnya,keputusasaan mengcengkeramnya. Tiba tiba tanpa di sadarinya Andini sudah ada di belakangnya,dengan kekuatan dendam dan kebencian..dia mendorong Prita hingga tubuhnya tak terkendali,melesat cepat ke arah pohon besar yang berada di depannya,suara benturan keras bersama hembusan angin lalu angin mereda,hanya tinggal tubuh Prita dengan darah segar mengalir membasahi batang kulit pohon besar ini dan baju abu abu putih yang di kenakannya,tangannya menggegam buku harian bertulis namanya.Sementara itu Andini memandangnya dengan mata sinis campur bahagia karena tuntas dendam berkarat yang ada di hatinya.Dan saat tetesan darah mulai menetesi buku harian itu.Andini menyobeknya dan mengacungkan ke atas membuat air hujan mengguyur darah di atas buku harian itu hingga kembali putih bersih!." tiba tiba tubuh Ara tersedot kembali pada pusaran cahaya,kini dia berada di depan kamar kecil paling ujung tetap dalam kegelapan malam. Pintu kamar mandi terbuka,di depan bak mandi Andini menangis dengan sebuah buku harian terbuka.punggungnya terguncang guncang,tiba tiba Andini terdiam,melekatkan tatapannya pada cermin,ada Arman di sana..tangannya menggegam sesuatu. ,"pembunuh..kau membunuh prita!."teriak cowok itu,Andini berbalik,mundur ke belakang,air matanya meleleh ,"kamu jahat..kau pikir aku tidak tahu perbuatanmu,aku di sana,tapi terlalu jauh hingga aku tak sanggup mencegahnya!."seru cowok itu yang ketika semakin mendekat, wajahnya ternyata berlumuran darah. Andini mundur selangkah lagi ke belakang ,"aku menciuminya dan meminta,"prita..jangan mati!."aku seharusnya menikahinya,"desisnya lirih ,tiba tiba tersungging senyum di wajahnya membuat Andini ketakutan. Tiba tiba dia mengayunkan kaca spion yang di pegangnya ke kepala Andini,darah mengucur dari lukanya.Ara tak kuasa mencegah..Arman mendorong Andini ke bak mandi tersebut,memegang kepalanya agar tidak dapat muncul lagi untuk menghirup udara,untuk beberapa detik.. kepala Andini masih bergerak,lalu diam untuk selamanya dengan kepala berambut yang mengambang di antara air bercampur merah darah. Dan kali ini dia memberanikan membuka mata saat ketiga kalinya cahaya yang menyilaukan pupil matanya itu menyeretnya,tubuhnya lemas,dia berada kembali di depan kamar kecil dengan pemandangan yang berbeda karena kini kamar kecilnya sudah berjumlah 5 buah bukan 3 buah seperti dulu dan tetap kamar kecil itu jadi yang paling ujung. Ara terkejut,selain jajaran kamar kecil,ada Ken di sana,tangannya terikat di toilet nomer satu. Dari kejauhan Ara melihat Andini datang dengan cara melayang walau ketakutan,dia mencoba tenang dan tidak panik. ,"ara..lihat cewek yang telah merebut pacarmu ada di sana,dia sedang menunggu balas dendammu!,"suara Andini lembut seakan adalah sahabat baik Ara. Tiba tiba perasaan dendam yang hinggap di dada Ara membuatnya memandang Ken dengan tatapan mata penuh kebencian..tapi saat Ara ingat ucapan Rana.Ada pertarungan dalam hatinya.Antara rasa benci dan cinta. Ara menghela napas panjang lalu menggeleng pelan,airmata meleleh dari kedua matanya. ,"enggak an..,putus cinta soal biasa,mungkin arya bukanlah tercipta untukku,tapi aku yakin tuhan pasti menciptakan seseorang untukku!." ,"ah..ah..ah!."teriak nyaring Andini memecah kesunyian malam,gendang telinga Ara terasa jebol..,dia menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. Angin berhembus kencang membuat daun daun seakan menjerit pilu..,bersahutan dengan teriakan nyaring arwah Andini. Tanpa mereka sadari,helaian rambut keluar dari kamar kecil paling ujung berambat menuju ke arah Ken,perlahan tapi pasti membalut tubuhnya,Ara hanya bisa memandang penuh ketakutan..Mengikuti ke mana pangkal rambut itu berada..ternyata dari cermin yang tergantung di kamar kecil. ,"tidaak!."teriak Ken saat tubuhnya di seret rambut panjang itu menuju ke arah kamar kecil,Ara sadar dari bengongnya,dia berlari ke arah Ken.Dia mengambil ranting kayu,memukul mukul rambut itu tapi malah tangannya mulai di lilit. mereka berdua di seret menuju bak mandi. Keduanya tenggelam ke bak mandi antara hidup dan mati. Saat di dalam air,Ara bertemu arwah prita di dalam air..dia memberi isyarat ke arah selatan..dalam keadaan genting,tiba tiba Ara ingat sesuatu..bukannya pangkal rambut itu ada di cermin..dengan sisa sisa tenaganya,dia mengambil batu di air.Saat rambut itu menariknya ke atas..Dia melemparkan batu itu ke cermin. ,"pyarr!." cermin itu pecah berkeping keping..ada wajah Andini marah membias di tembok. bersamaan rambut itu menarik diri dari tubuh Ken dan Ara,kembali ke dalam tembok. Ara segera meraih tangan Ken,menariknya ke atas,dengan bahu membahu mereka keluar dari bak mandi. Berlari kencang melewati koridor,menuju lapangan..lewat sudut matanya dia melirik arwah Andini mengejarnya tapi di hadang arwah Prita. Ara berhenti sebentar,melihat arwah Prita,mereka saling tersenyum..dia memberi isyarat Ara agar secepatnya pergi. Ara segera menarik tangan Ken,mereka cepat cepat membuka pintu pagar dan menutup pintu itu dengan cepat saat mereka telah keluar dari sekolah. Ana dan Lia sudah ada di depan sekolah di antar pak Harun dan Pak Ridwan. Pak Harun menyuruh mereka berdua cepat naik mobil. ,"masuklah..biar mereka berdua menyelesaikan masalahnya!." Paginya Pak Harun mengajak Pak Ridwan menuju ke kamar kecil setelah Ara menceritakan kronologis kejadian kemarin,hanya Ara yang dalam kondisi sehat sementara Ken masuk rumah sakit. Ketika tembok itu di pukul,seperti ada ruang di dalam. Mereka saling berpandangan. Pak Ridwan mengambil palu besar di gudang,memukul tembok itu..ketika tembok runtuh..mereka terkejut,ada kerangka di dalamnya. ,"sekarang jelas sudah dari fenomena gaib yang di alami ara,aku bisa merangkai cerita,ternyata andini tidak pernah naik kapal yang kecelakaan itu,justru kembali ke jawa,membawa dendam kesumat kepada prita,membunuhnya dan arman ganti membunuh andini dan menyimpan mayatnya di sini,menjadi hantu kamar kecil,"ucap Pak Harun ,"mungkin kematian arman ada hubungannya dengan arwah andini,"timpal pak Ridwan ,"pengkhianatan cinta berujung maut..aku bersyukur ara bisa mengatasi itu,cinta kedua sahabatnya adalah kekuatan dari kerapuhannya." AB FLOWER asyik menikmati makanan di kantin sekolah. ,"untung insting aku berbicara,kau pasti di sekolah ini saat kami mencarimu di rumah pak harun tidak ada..Aku khan yakin setan kamar kecil pasti tak mau melepaskanmu!."seru Ana berapi api bikin Lia bete sedang Ara tersenyum. ,"tahu nggak,kalianlah kekuatan aku..mungkin itulah yang tidak di miliki andini,sahabat baik..," suasana berubah haru..mereka saling berpelukan. Saat itu sesosok tubuh di bawah pohon mangga,dia tersenyum,Ara balas tersenyum,"ada lelaki rahasia,"gumam Ara Lirih. Malam minggu ini Ara malas pergi,dia asyik mendengarkan lagu Poppy Mercury yang berjudul badai asmara,saat ibunya memanggil ada yang mencarinya. Ara menatap tak percaya,pada makhluk yang kini duduk di kursi tamunya.Hatinya berdegup kencang saat cowok itu menatapnya,Ara membuang muka,tak sanggup memandang cowok masa lalunya ini.Dia menghela napas sebentar dan memutuskan berani memandang Arya. ,"kak arya!."panggilnya lirih. ,"ra..aku ingin bicara,"ucap Arya memandang lekat Ara. Dia menyesal karena melepas Ara,ternyata lebih cantik dari Ken..hanya Ara tertutup,mungkin dia kurang bisa nyelami hati Ara. ,"bicaralah..,"ucap Ara lembut ,"maafin aku ra,"ucap Arya mengacungkan tangannya ke Ara,cewek keturunan Tionghoa ini menyambut tangan itu dengan percaya diri. ,"berakhir jalinan cinta kita ku harap tidak akan memutuskan tali hubungan antar manusia,"ucap Ara di ikuti anggukan Arya.Mereka saling tersenyum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar