Jumat, 05 Februari 2016

Hantu Aborsi bag 2(Ayuningrum)

Hantu Aborsi bag 2

,"laap!,","gleer!,"suara kilat di sertai guntur membelah langit bersamaan
mendung berarak menaungi sekolah kami.,"teman teman..ayo ikut aku,kita cari
mawar sebelum hujan!,"perintahku di ikuti Cendana dan Dahlia yang langsung
mengambil senter sedang Kenanga hanya berdiri terpaku
,"kamu tidak ikut kenanga?,","biar aku menunggu di sini,menjaga adik adik
kita,kalian bertiga saja,"ucapnya lirih tapi opsinya bagus,bisa kami terima
karena itu kami bertiga melangkah pergi.
aku memasuki kuburan ini di ikuti Cendana dan Dahlia yang memegang senter
menerangi jalanku,suara lolongan anjing bersahutan,mereka seperti mencium
bau kematian atau sesuatu yang jahat terjadi malam ini
,"mawar..mawar!,"panggil kami bersama.Cendana dan Dahlia merapatkan
tubuhnya ke aku
,"laap!,"kilatan kilat di langit menerangi sesosok tubuh dalam posisi
miring membelakangi kami,aku dan kedua temanku saling berpandangan
ketakutan,aku membalik tubuh Mawar,matanya melotot tajam padaku
,"ah..!,"teriakku melepaskan tubuh Mawar
,"ada apa ara?,"tanya kedua temanku bersamaan
,"mata mawar melotot!,"seruku ketakutan.
Dahlia di ikuti Cendana membalik tubuh Mawar,aku menghela napas,matanya
tidakmelotot,tertutup tapi wajahnya pucat.
Dahlia memegang dada Mawar lalu pergelangan tangannya,dia menggeleng
,"mawar sudah meninggal,"ucapnya lirih diikuti lolongan anjing,aku
menggeleng pelan,saat itu ku lihat tulisan di kertas mawar,pada nomer lima
orang meninggal yang harus di catatnya,tertulis nama dan tanggal kematian
mawar sendiri,ternyata bukan hanya aku,dahlia dan cendana juga melihatnya.
,"aah..!,"teriak kami berlari keluar kuburan,meninggalkan mayat Mawar
sendiri terbaring bersama mayat mayat lain yang di kubur.kematian Mawar
membuat heboh,mayatnya di pindahkan kak Sanjaya dan kak Arya ke kelas tiga
sedang pak Ridwan,wali kelas kami sekaligus pembina acara malam MOS ini
memanggil pak kyai mendoakan Mawar karena wali kelasku ini sedikit mengerti
hal hal berbau gaib,dia melihat ada sesuatu yang jahat dari kematian Mawar
dan seorang dokter untuk memeriksa mayat Mawar sebelum di serahkan pada
kedua orang tuanya sedang kami berempat di interogasi oleh pak Adnan,guru
bp kami
,"jadi seperti itu ceritanya,"ucap pak Adnan manggut manggut
,"aku yakin dia memang sengaja melakukan ini untuk balas dendam pada
mawar,karena..!,"teriak kak Arya yang tiba tiba tidak mau meneruskan
ucapannya
,"kak arya,jika memang kami penyebabnya kenapa hanya mawar yang
mati!,"teriak Cendana membelaku
,"tahu tidak,orang itu tidak sama kadar keberaniannya kalau takut tidak
usah di paksa,"ucap kak Arya sinis
,"apa maksudmu?,"tanya pak Adnan,"kata teman teman mawar,dia sudah mengeluh
ketakutan tapi sama perempuan sialan itu di paksa terus!,"teriak kak Arya
menunjukkan jari telunjuknya ke wajahku,airmata menggenang di kedua bola
mataku.aku memandang wajah yang dulu begitu aku cintai,tapi kini bagiku dia
tidak lebih dari Rahwana,suka memutuskan cinta di tambah menuduh lagi.
,"maksudmu mawar meninggal karena shock?,"tanya pak Adnan lagi
,"begini pak!,"soal ini mawar sudah di beri pilihan sama teratai kalau
sakit silakan ke UKS kalau tidak lanjutkan,namanya juga uji nyali harus
berani melupakan rasa takut!,"teriak Cendana keras membelaku tapi aku tidak
peduli itu,aku hanya bisa menekan dadaku mengurangi rasa sakit hatiku dan
kini benci teramat dalam pada kak Arya tumbuh di hatiku.tiba tiba darah
membasahi sprei yang menutupi mayat Mawar,aku melotot tajam memandang darah
segar itu,tak sengaja aku melirik kak Sanjaya yang kebingungan melihat
darah Mawar sedang Kenanga tersenyum sinis.pak Ridwan,kyai Arsad dan dokter
Mina masuk.
,"dengan seluruh angkasa raya memuji pahlawan negara,nan gugur remaja
diribaan bendera,bela nusa bangsa,"tegang menyelimuti wajah kami,karena
tahu siapa yang menyanyikan lagu mengheningkan cipta tersebut dan bersamaan
terdengar jeritan ketakutan dari lapangan
,"ya tuhan!,..pak ridwan tolong periksa di atas,saya akan buat pagar
dulu,biar bu dokter memeriksa di temani kedua murid bapak!,"seru pak
kyai,membuat pak Ridwan dan pak Adnan berlari ke atas di ikuti kami
berempat sedang kak Sanjaya dan kak Arya menemani bu dokter sementara pak
kyai mengelilingi kelas tiga sambil berdoa,aku terkejut melihat Mawar
dengan muka pucat menyanyi di samping tiang bendera seperti upacara bendera
pada hari senin,pak Ridwan segera menggiring murid murid kelas satu menuju
ruang kelas satu sedang aku dan Kenanga masih bengong memandang arwah Mawar
yang sedang menyanyi.
,"masuk kalian!,"mau kesurupan apa!,"teriak pak Adnan buru buru kami berdua
berlari masuk kelas satu.
hujan turun deras membasahi bumi,semua orang terlihat ketakutan.
,"teratai,aku tak percaya kalau sebenarnya dia sudah terbujur kaku di ruang
kelas tiga,"ucap Cendana ketakutan memeluk lenganku kencang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar