Ada Kelelawar Di Sekolah bag 1(horor romantis)
Gerbang sekolah SMP HARAPAN sudah ada di depanku,dengan langkah gontai aku
masuk ke sekolahku.aku masuk kelas,teman teman pada bernyanyi bersama lagu
lagu yang sedang populer,hari ini mereka lagi demam lagu cinta itu buta
dari kelompok UKS,grup musik asal malasiya pada tahun 1997,sekilas aku
memandang kelas 3A sebelum memasuki kelas 1A tempat aku menuntut ilmu
karena di sana ada Aditya kakak kelasku sekaligus pria yang ku cintai kami
sempat pacaran selama satu bulan sebelum dia memutuskan cintanya dan
memilih mendekati Ajeng yang sekilas mirip almarhumah Nike Ardilla dengan
model potongan rambutnya seperti Nike dalam klip video klip,"Biarkanlah
Cintamu Berlalu,"karena itu jika mendengar penggalan lagu UKS
,"jika benar cinta itu buta,butakah hatiku berkali terluka masih juga ku
menunggu
,"aku seperti tersindir,tetap menunggu kak Aditya walau cintanya telah
berlalu.ironisnya Ajeng satu kelas denganku.
pak Dicky guru bahasa inggrisku sedang menerangkan pelajaran,aku setengah
mendengarkan malah asyik memandang Ajeng yang sebangku dengan
Agung,tetangga dekatku.dia memang cantik,wajar jika kak Aditya jatuh cinta
padanya tapi mengapa setiap aku melihat senyumnya,aku merasa
ngeri,sepertinya dia bukan manusia hi..hi..
,"cukup sekian pelajaran dari saya,jangan lupa anak anak nanti sore kembali
ke sekolah membawa peralatan kemah untuk nanti malam,"ucap pak Dicky yang
di sambung dengan bel tanda pelajaran usai.
Aku sedang berkemas,ketika ibuku datang,
"amelia,ibu ada tawaran dari pamanmu,dia ingin kau pindah sekolah ke
surabaya,bagaimana menurutmu,kalau ibu terserah padamu,karena kamu yang
akan menjalaninya,"terang ibu panjang lebar sambil mengelus rambutku yang
berombak sebahu.
,"ini kesempatanku untuk melupakan kak aditya,cinta pertamaku,"bisik hatiku
haru hingga kedua pipiku di aliri tetesan airmataku.
,"bu..,aku ingin sekolah di surabaya,bisa menyongsong masa depanku lebih
baik,karena kualitas sekolah di sana lebih bagus daripada di sini,"ucapku
sendu mengakhiri percakapanku dengan ibu.mulai mendengarkan lagu,"biarkan
cintamu berlalu,"vokal Nike Ardilla yang merupakan gambaran dari hatiku.
Biarkan ku pergi menyusuri jalan berliku walau sakit kurasakan tanpa
cintamu lagi.mimpi mimpi yang indah hanya sementarasaja
bagai bunga telah layu,kau campakkan diriku begini akhirnya kisah cintaku.
terluka di relung hati yang dalamku coba tuk bernyanyi walau dalam sepi
harus aku lupakan
kisah kasih denganmu
biarkanlah menjauh
biar(biar)biarkan aku sendiribiar(biar)hidup tanpa cinta lagi
akupun tak sanggup lagi mengikuti cara hidupmu.
biar ku terima luka ini.
Hari mulai gelap,belasan tenda berdiri di halaman sekolahku.panitia yang
terdiri dari kakak kakak kelas tiga sudah menyiapkan serangkaian
acara,termasuk kak Aditya yang terus di tempel Ajeng seperti tagline salah
satu promosi di TV,"lengket kayak perangko,"
bulan terlihat indah dengan bentuk bulat sempurna,sang bintang menambah
keindahan malam dengan kelipnya.seluruh peserta,panitia dan pembina
persami(perkemahan sabtu minggu) mengelilingi api unggun untuk
menghangatkan badan dan menonton atraksi.aku tidak sepenuhnya menikmati
pertunjukan itu,mataku panas melihat Ajeng dengan kak Aditya,untuk
mendinginkan suhu hatiku,aku berjalan jalan di koridor ruang
kelas.sesampainya di kelas 1A,aku berhenti,dari celah pintu aku melihat tas
pak Dicky tergeletak di meja,buku bukunya berserakan.tidak biasanya pak
Dicky pelupa,dia guru paling tertib dan rapi di sekolah ini.kegiatan
kegiatan harian hidupnya saja ada jadwalnya.saat aku lagi memeriksa,ada
yang menegurku
,"kamu ini,semua temanmu bergembira,malah bersembunyi di sini!,"bentak kak
Aditya,di sampingnya Ajeng dengan raut muka ketakutan.
,"maaf kak,lagi cari angin..,ini tas pak dicky ketinggalan,"ucapku
mengalihkan rasa sedih campur jengkel di hatiku karena kak Aditya
,"oh..maaf kak aditya,ajeng yang lupa,karena pak dicky keburu pulang ada
urusan keluarga,aku yang di suruh merapikan dan menyimpannya di laci meja,"
,"ya sudah,kamu kembali ke api unggun!,"perintah kak Aditya yang di ikuti
langkah kakiku meninggalkan kelas 1D.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar