Ada Kelelawar Di Sekolah Bag 3(horor romantis)
Aku segera berjalan menuju deretan kelas 3,aku mendengar suara gaduh dari
kelas 3D,aku segera menuju kesana,dengan langkah hati hati,sedang jantungku
berdetak tak karuan,pintu kelas itu sedikit terbuka,aku masuk perlahan
lahan.
,"gelap sekali,apa tadi cuma suara kucing,"bisik hatiku lirih.tiba tiba
pintu menutup keras karena tiupan angin
,"braak!,"di ikuti ,"byaar!,"lampu menyala,aku terkejut melihat kak
Aditya,Agung,tiga cowok lain dan lima cewek yang merupakan kakak kelasku,
aku tak tahu namanya,tangannya terikat di kursi,mulutnya di plester
hitam,di pojok ruangan pak Dicky dalam keadaan sama.aku memandang
jendela,tampak di selimuti kabut tipis warna hitam.keringat dingin mengalir
membasahi tubuhku,saat aku berbalik,aku melihat Ajeng tersenyum sinis
padaku.
,"amelia,kamu akan menggenapi jumlah remaja untuk ritual mandi darahku biar
badanku terasa segar,kesaktianku bertambah ha..ha..ha!,"
,"baik,siapa dirimu sesungguhnya?,"tanyaku ketakutan sambil memegang leher
bajuku karena sekarang aku memakai kalung perak berliontin bentuk silet
,"baik,amelia!,"teriaknya lalu memejamkan mata.
asap hitam menyelubungi tubuhnya,ketika asap itu menipis,di depanku muncul
seorang wanita cantik berkulit cokelat,bertubuh tinggi langsing dengan
rambut lurus sepanjang punggung.
,"apa kau rara kinasih,wanita vampir itu?,"dia tersenyum jahat,tiba tiba
angin berhembus kencang,aku mencoba menjaga keseimbangan agar tidak
jatuh,aku sempat melirik wajah wajah ketakutan karena kursinya
bergoyang,aku ingat sesuatu,ku tarik kalungku,ku lemparkan ke tubuhnya,tak
sengaja sisi silet mengenai lehernya,dia menjerit lalu berubah menjadi
kelelawar hitam,terbang ke angkasa dengan memecahkan kaca jendela,menarik
kabut tipis berwarna hitam hingga hilang tak berbekas.aku menghela napas
lega karena kengerian itu telah berlalu.
suara kursi di seret membuatku sadar kalau ada orang orang yang perlu ku
bebaskan.pertama aku memutuskan tali pak Dicky dengan gunting yang
tersimpan di laci meja guru,baru yang lain.saat kak Aditya,jantungku
berdetak kencang,kami tak mengucapkan sepatah katapun,hanya pandangan mata
yang berbicara,aku melihat sesal dan cinta di matanya,membuatku terseret
rasa tapi semua itu ku tepiskan, aku sudah tidak percaya lagi kak Aditya.
,"jangan jangan,setiap ada wanita cantik,aku di putuskan!,"hardik hatiku
,"amelia,siapa rara kinasih?,"tanya pak Dicky membuatku tersadar dari
pusaran rasa hatiku.
,"kalau bapak ingin tahu baca buku tentang tragedi Sindu Kencana di rak
mitologi,"ucapku sambil tersenyum.
Aku naik delman menuju stasiun kereta api bersama paman,melewati sekolahku
tepat di dekat gerbang,aku melihat kak Aditya dengan sepeda federal,kami
saling tersenyum.Inilah pertemuan terakhirku dengan kak Aditya,karena
setelah itu dia ikut kedua orang tuanya transmigrasi ke Sumatera,waktu aku
sudah satu bulan di Surabaya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar