Hantu Aborsi bag 1
Aku memasuki sekolahku,malam ini terlihat menakutkan,walau cahaya lampu
listrik menerangi beberapa sudutnya,sebenarnya aku malas karena akan
bertemu Mawar tetanggaku sekaligus anak kelas satu yang merebut kekasihku
kak Arya yang kini kelas tiga sedang aku kelas dua,namun terpaksa datang
karena bertugas sebagai panitia MOS(Masa Orientasi Siswa), malam ini di
adakan jurit malam.walau sudah satu tahun bersekolah di sini rasanya malam
ini ada yang lain dengan suasana sekolahku,angin berhembus kencang,membuat
daun daun pohon sengon bergemerisik menimbulkan suara menakutkan,udara
dingin masuk ke pori pori kulitku,aku bergidik,menaikkan kerah jaketku lalu
melangkah menuruni tangga menuju lapangan sekolah tempat beberapa tenda
berdiri,memang sekolah SMU ku berdiri di lereng pegunungan,jadi sekolahnya
berundak undak,bangunan pertama dekat jalan raya adalah kantor dan tempat
parkir,turun beberapa tangga kelas satu,turun beberapa tangga lagi kelas
dua beberapa tangga lagi kelas tiga,di belakangnya kuburan,di samping
deretan kelas ada lapangan berundak undak,di sinilah tempat beberapa tenda
terhampar,aku mendekati Kenanga dan Cendana sahabatku,mereka memandang tak
percaya,"kamu datang?,"tanya Cendana tak percaya
,"ya iyalah,"ucapku datar menyembunyikan kepedihanku karena tadi siang
menerima surat putus dari kak Arya
,"soal kak arya?,"tanya Kenanga lirih
,"memang dunia sebesar telor bebek,memang laki laki di dunia kak arya
saja,putus cinta cari pacar lagi!,"seruku optimis,Cendana langsung bertepuk
tangan,"wah kau contoh wonderwomen!,"serunya sedang Kenanga memandangku
aneh,pandangan yang tak pernah ku dapatkan sebelumnya dari Kenanga yang
terkenal cantik,baik hati dan pacar dari kakSanjaya,laki laki tampan,jujur
dulu pernah naksir padanya sebelum ku jatuhkan pilihan pada Arya yang
selevel di bawah kak Sanjaya,tapi dasar laki laki turunan buaya rawa
pening,kaya tidak,muka pas pasan,main putus seenak perutnya,ini membuat aku
makin salut sama kak Sanjaya,udah caem setia lagi pada Kenanga.malam mulai
larut,kami berkumpul mengelilingi api unggun,beberapa anak kelas satu
menampilkan atraksi sedang aku duduk di samping Kenanga,namanya mata memang
berguna untuk melihat,walau pemandangan yang ku saksikan buat hatiku
panas,kak Arya sedang berbicara mesra dengan Mawar,aku mencoba memejamkan
mata,kenanga memegang bahuku,"nanti malam waktu jurit,dia kita
kerjain,"ucap Kenanga pelan dengan mata berkilat,ekspresi mukanya berbeda
dari biasanya,ada sesuatu yang di sembunyikannya.Jam tua di tengah lapangan
yang sudah berusia seratus tahun berdentang 12 kali,anak anak kelas satu
yang masih lelah baru saja mengikuti acara api unggun terpaksa
bangun,setelah mengabsen mereka sekitar 20 orang,aku berunding dengan
Kenanga dan Cendana,uji nyali yang di usulkan Kenanga membuat aku bergidik
,"kamu gila ken,tapi bagaimana ya,"ucapku bimbang
,"sudahlah teratai,dengan cara ini,dendammu pada mawar karena merebut kak
arya terbalas!,"serunya jutek,seulas senyum licik mengembang di bibir
Kenanga,aku bergidik ngeri
,"aku setuju,biar cewek gatal itu tahu rasa!,"seru Cendana manggut
manggut,aku memandang kedua sahabatku.ternyata mereka benar benar
bersimpati dengan nasib yang ku alami,"bisik hatiku bersamaan Dahlia
datang,walau menaikkan sebelah bibirnya terpaksa menyetujui usulan kami.
,"adik adik sesuai kesepakatan kami,kalian mendapat tugas mencatat nama
orang yang meninggal di sertai tanggal meninggalnya dan yang kalian catat
hanya yang meninggal di bawah satu bulan,minimal lima orang,"ucap Kenanga
lembut mewakili kami
,"hu..hu!,"koor mereka serempak,aku memandang Mawar,ada yang lain dengan
gadis ini,wajahnya tampak pucat,dia seperti ketakutan,aku mendekatinya
,"kau baik baik saja?,"
,"iya kak,tapi boleh aku tidak ikut karena..,"ucapannya terhenti,dia
memandang Kenanga ketakutan
,"ada apa sih?,antara mawar dan kenanga?,"tanya hatiku
,"kau sakit,jika iya silakan ke UKS!,tapi jika hanya karena takut,kau harus
tampil,bukankah temanmu yang lain juga takut,namanya uji nyali,berarti kau
harus menyingkirkan ketakutanmu!,"perintahku membuat para yuniorku segera
mengambil lilin untuk penerang,buku dan bolpoin yang sudah kami siapkan
termasuk Mawar.mereka berjalan bersama memasuki areal kuburan di belakang
sekolahan kami.lewat satu jam semua anak sudah kembali hanya Mawar yang
belum muncul
,"anak ini mencatat atau tidur di kuburan!,"seruku kesal,"tenang
teratai!,"kita tunggu setengah jam lagi baru kita cari,"ucap Kenanga
kebingungan tiba tiba terdengar lolongan anjing di belakang kuburan.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar