Sabtu, 31 Desember 2016
Mitos Manusia Serigala
Mitos Manusia Serigala
Mitos pada dasarnya hanyalah sebuah cerita yang sudah ada sejak jaman dahulu yang kemudian terus di ceritakan dari generasi ke generasi. Ada beberapa mitos yang berhasil dibuktikan tapi tidak sedikit pula mitos-mitos yang masih menjadi misteri hingga saat ini, salah satunya adalah kisah mitos tentang manusia serigala. Mitos manusia serigala atau yang juga dikenal dengan lycanthropy merupakan mitos yang berasal dari benua biru Eropa yang digambarkan berbentuk monster dengan wujud setengah manusia dan setengahnya lagi serigala. Menurut mitos yang beredar manusia serigala ini akan mencapai kekuatan gaibnya saat bulan purnama tiba dan saat itu ia akan berubah menjadi monster serigala yang sangat mengerikan. Dalam dunia mitologi setelah berubah monster ini konon sangat lapar dan saat itu ia akan berburu, tapi yang ia buru bukanlah rusa atau hewan lainnya melainkan darah manusia.
Manusia serigala sempat menjadi fenomena yang cukup mencengangkan di dunia. Pasalnya di jaman modern seperti sekarang ini, beberapa orang sempat diduga sebagai tranformasi manusia serigala dengan tubuh yang dipenuhi dengan bulu disekujur tubuhnya yang sangat mirip dengan gambaran mitos dari manusia serigala. Fenomena yang sempat menggegerkan dunia tersebut terjadi di India. Maraknya pemberitaan pun sempat membuat beberapa kalangan masyarakat kembali menguak kisah-kisah mitos tentang
lycanthropy .
Kutukan dari Nenek Moyang
Kisah mitos tentang manusia serigala ini sudah ada dari ratusan bahkan ribuan abad yang lalu. Bahkan di Eropa beberapa sejarawan percaya bahwa fenomena monster mengerikan ini merupakan kutukan yang terus menurun ke generasi selanjutnya. Mereka mengatakan bahwa manusia bisa berubah menjadi monster serigala karena kutukan yang dialami para leluhurnya yang pernah melakukan kejahatan atau praktek ilmu hitam di masa mereka. Pada jaman dulu bangsa Eropa memang sangat kental dengan praktek perdukunan, karena peradaban antara kaum bangsawan dan pekerja dulu masih sangat ekstrim. Hal tersebutlah yang dipercaya menjadi awal mula munculnya praktek ilmu hitam untuk mengatasi kelangkaan makanan yang menimpa kaum buruh.
Kelainan Mental
Pada jaman Eropa kuno fenomena manusia serigala sangat menggegerkan dunia, tapi menurut beberapa pakar mitos-mitos tersebut sebenarnya merupakan bentuk kelainan mental. Menurut seorang pakar dari London mengatakan bahwa mitos tersebut sebenarnya telah disalah artikan oleh banyak kalangan karena sebenarnya orang-orang yang mengaku adalah manusia serigala hanyalah orang-orang yang memiliki syndrom dengan cahaya sehingga mereka cenderung untuk memilih keluar pada malam hari. Sedangkan fenomena tentang bentuk gigi yang menguning serta bentuk tangan mereka yang seperti kaki serigala itu sebenarnya hanya sebuah gejala awal gangguan jiwa. Sementara itu ada juga yang mengatakan bahwa perubahan bentuk dari manusia normal ke wujud monster serigala yang menakutkan hanya tak lebihnya hanya sebuah halusinasi mereka yang diakibatkan oleh racun ergot pada gandum yang mereka konsumsi. Pendapat tersebut diperkuat dengan sejarah hitam yang menimpa kaum buruh di masa lalu, di kisahkan jika para kaum melarat dulunya hanya bisa mengkonsumsi jamur yang sudah terkontaminasi dengan jamur alias ekspire, karena gandum yang sehat dulunya hanya boleh di konsumsi para kaum bangsawan.
Sisi Kebinatangan dari Manusia
Dengan perkembangan jaman fenomena tentang mitos manusia serigala sepertinya masih belum bisa terpecahkan. Bahkan seorang master spiritual asal Prancis pernah mengatakan bahwa di dunia gaib perubahan-perubahan menjadi monster serigala itu tak lebihnya hanya sebuah kisah mitos yang tidak bisa dibuktikan. Menariknya, ia justru mengatakan bahwa fenomena tersebut merupakan naluri kebinatangan yang ada dalam diri setiap manusia yang berbentuk serigala. Eliphas Levi mengatakan jika sebenarnya manusia itu memiliki naluri kebinatangan dalam diri mereka. Hal senada juga disebut oleh salah seorang penulis ternama di Eropa John Godwin yang mengatakan bahwa insting serigala yang ada di alam bebas itu sangat identik dengan sisi kebinatangan manusia yaitu sisi jahat, menyukai hal-hal yang mengerikan, berdarah bahkan sadisme. Bedanya kita selama ini hanya berhasil menekannya dan saat itu terlepas seperti keadaan yang tidak menyenangkan, stres atau depresi insting tersebut secara alami perlahan mulai terlepas.
Terlepas dari semua mitosnya, fenomena tentang manusia serigala pada jaman dahulu sempat menjadi kisah yang sangat sadis. Bagaimana tidak, orang-orang yang di duga merupakan manusia serigala di bantai dengan sadis oleh pemerintah masing-masing. Mulai dari di bakar hidup-hidup, digantung dan dipenggal. Seperti kisah pilu yang pernah menimpa Peter Stump dan keluarganya sekitar tahun 1590-an. Menurut kisah hukuman yang menimpa mereka sangat sadis, kulit dan daging mereka di cabik-cabik dengan menggunakan penjepit, di pancung, di gilas, di bakar sampai di bakar hidup-hidup.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar