,"entah tapi apa yang kupikirin,kenapa aku memutuskan naik..ya campuran
pengin adventure ama penasaran,"
,"udah deh ar..tahu nggak,ini seru kali..anak lain manis di rumah kita
bertamasya ke dunia gaib,"
,"bener tuh ar!."timpal Ana.
,"teman teman..aku melihat puncak sebuah gunung!."di sana!."tiba tiba Ara
berseru sambil menunjuk ke arah depan.
Semua memandang ke arah yang di tunjuk.Memang benar.Sebuah gunung besar
menjulang tinggi,hijau kebiruan.Lereng sebelah atas sampai ke puncak
tertutup kabut putih.
,"gunung apa ini?."tanya Lia,lalu dia menjawab sendiri,"jangan jangan ini
gunung wilis.
Ana dan Ara menjadi tegang..di atas gunung?."
mendadak belahan batang pohon beringin di mana ketiga cewek itu berada
bergerak turun ke bawah,menerobos kabut putih.samar-samar kelihatan puncak
gunung yang memiliki sebuah kawah luas.Udara mendadak berubah dingin hingga
Ara,Ana dan Lia menggigil.
,"aneh,kita tidak di bawa naik ke atas tapi malah turun ke bawah!."berseru
Lia,sedang Ara punya firasat di balik keanehan itu sesuatu akan terjadi.
,"aduh dingin sekali!."aku mau kencing tapi di mana!."Ana mengeluh,tubuh
terbungkuk-bungkuk.
,"Hai!batang pohon ini seperti melayang mau melempar kita ke bawah
sana!."berseru Lia
Ara yang juga menyadari kejanggalan itu segera berteriak
,"cepat menelungkup!."berpegang kuat kuat pada batang kayu!."Ana dan Lia
mengikuti apa yang di katakan dan di lakukan Ara.Namun sebelum
menelungkup,ketika berada di lereng gunung,di sebuah padang
rumput..mendadak belahan batang pohon beringin bergetar keras lalu
berhenti di tanah dengan keras tepatnya melenting ke bawah,semua berteriak
keras,mereka terpental jatuh bergedebug di tanah..Selagi ketiganya
kelabakan,belahan batang pohon beringin kembali melesat ke udara,menembus
kabut tebal di puncak gunung,lenyap dari pemandangan.
Ara pertama kali bangkit berdiri,dia melihat berkeliling dan hanya melihat
Ana serta Lia yang saat itu tengah berusaha berdiri.
Ara menatap ke langit,"pohon ini membawa kita ke puncak gunung lalu ke
lereng gunung tapi mana warungnya,"
,"apa yang harus kita lakukan di sini?."tanya Ana,"kita bisa mati
kedinginan,"bagaimana ini,kenapa kita percaya setan perempuan nggak
jelas?!."
,"apalagi ini malam hari,kita nggak mungkin nekad menuruni gunung ini dalam
kegelapan!."kata Lia
,"ini salah aku..kenapa begitu percaya wanita itu,ya tuhan,"kata Ara
gusar,nyesel tahuk!."tapi nasi telah jadi bubur..memangnya mampu pergi
kemana?."Ara tak menyangka mereka di bawa ke lereng atas gunung.
,"sudahlah..lebih baik kita cari apa githu agar hangat..ranting ranting
kayu..aku bawa korek,"ucap Lia
,"lebih baik kita diam aja di sini,yang penting bertahan semalam di
sini..,"ucap Ana
,"maafin aku ya,malam gelap begini rupa kita bisa berbuat apa?!ini daerah
serba asing bagi kita semua.Salah melangkah bisa celaka!."Ara menyahuti.
mereka mengumpulkan ranting ranting kayu lewat cahaya bulan yang sedang
purnama penuh di padang rumput ini.
,"tempat ini dingin dan angker,aku takut ada binatang buasnya.lalu tidak
mustahil ada hantu gentayangan di sekitar sini,aku rasa rasa mencium bau
kemenyan,"
,"hidungmu rusak kali an,aku tidak mencium bau apa apa!."kalaupun ada hantu
di sini,pasti kau di cekiknya duluan,"Ucap Lia.
Ana merengut..sedang Ara cuma senyum penuh penderitaan..dia sadar kalau
kedua sahabatnya emang adatnya begitu..kalau mereka masih bisa bersilang
pendapat artinya mereka masih punya semangat hidup di kondisi yang tidak
pasti seperti ini.
Tiba tiba Ana menjerit keras sambil menunjuk dengan tangan bergetar,mata
nyalang ke arah satu gundukan batu.
,"kuntilanak!."mulutmu comel!lihat di sana!.Ada hantu di dekat batu besar!."
Semua sama sama palingkan kepala ke arah beberapa gundukan batu besar.mata
mereka sama sama mendelik.Di atas salah satu gundukan batu yang gelap
karena tertutup bayang bayang pohon pohon besar tinggi di pinggiran
padang,tampak sosok berjubah panjang,anehnya tidak ada bagian tubuh yang
menyentuh batu.tubuh itu mengambang satu jengkal di atas gundukan batu.
Ara yang paling terkejut.perlahan mulutnya berucap
,"itu bukan hantu...,"
,"matamu katarak ya ar!."Kata Lia
,"jelas terlihat dari sini sosok makhluk itu tidak menyentuh
batu,mengambang di udara!di sekitar tubuhnya ada kabut.Di sini tidak ada
kabut!Dari hidungnya mengepul keluar asap!"
Ara tidak perdulikan ucapan Lia.Perlahan lahan dia melangkah mendekati
sosok mengambang.
,"oala ra!Kau pingin di cekik duluan oleh hantu itu!."kata Ana.
Lia walau merasa ragu perlahan lahan langkahkan kaki mengikuti si Ara.
,"lia..kau jangan pergi mengikuti mereka,"
tapi Lia tidak peduli..dia tetap bergerak menyusul Ara.Sambil menekap
perutnya,Ana terpaksa mengikuti pula walau dengan tengkuk terasa dingin.
Di depan sana gundukan batu besar di atas mana orang berjubah duduk
mengambang pancarkan hawa luar biasa dingin.Sosok di atasnya seperti
mengepul.
Ara sampai di depan gundukan batu,hentikan langkah,menatap ke arah orang
yang mengambang bersila.
,"seperti tengah bersemedi kayak di film babad tanah leluhur..,"kata Lia
dalam hati dan tak mau melangkah lebih dekat.Sementara Ana memperhatikan
tidak berkedip dan sengaja berdiri menjauh.
,"ken amiati,engkaukah ini?."
Ara menyapa.Tak ada jawaban,sosok yang mengambang di atas batu tidak
bergerak.Di belakang Ara,Lia dan Ana memperhatikan dengan tegang.
,"ken amiati,Maafkan kalau kami mengganggu.Apa ini benar sosok dirimu?."aku
yang bertanya adalah orang yang pernah kau undang.Ingat?"
sepasang bahu makhluk di atas batu bergerak sedikit.Perlahan lahan kepala
berputar ke kiri ke arah Ara,Lia dan Ana.begitu wajah orang berjubah
terlihat jelas..Ana terpekik duluan,jatuh terduduk di tanah.
,"Apa kataku!."
sementara Ara sama Lia sama sama keluarkan suara tercekat,serentak mundur
satu langkah.Begitu kepalanya menghadap lurus ke arah mereka,terlihat jelas
ternyata wajah makhluk di atas batu itu merupakan tengkorak berwarna
putih,sepasang mata yang bolong gelap hitam angker.Pipi cekung mulut
menyeringai,barisan gigi tersingkap menakutkan!.
Tangan kiri makhluk muka tengkorak batu bergerak.Tangan yang tersingkap
dari lengan jubah hijau itu ternyata berupa tangan jerangkong alias hanya
tulang belulang.Tangan itu mengusap ke arah wajah.Mulut merenggang
keluarkan ucapan perlahan.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar