Senin, 11 April 2016

TAMU NYAI RORO KIDUL bag 4(Ayuningrum)

Njawamu piye nduk..ambek Presiden kok kaya uwong sir siran(maupun apa anak
gadis sama Presiden kok kaya pacaran beda kalangan).
Dan kerang besar ini sepertinya juga nggak ada dalam pelajaran
Biologi..mana ada spesies kerang sebesar itu jangan jangan kerang makanan
dinosaurus yang di laut?."
bikin Ara bergidik ngeri sambil melirik pak Sarmin yang juga merasakan hal
yang sama karena itu saat mereka menawarkan mampir ke stan sebentar
keduanya kompak menolak, ingin pulang secepatnya.
Ada lagi keanehan tempat ini..pengunjung pameran semua cowok
cantik,pokoknya kalau buaya darat..sudah tergoda mereka..malas pulang!."
,"ya tidak apa apa kalau kangmas tidak mau mampir.Namun pulang hati hati
ya."kata salah satu wanita cantik itu sambil memberikan ongkos yang menurut
lumayan besar untuk waktu,Ara jadi saksi hidup karena di berikan di depan
hidungnya.
Angdes itu meninggalkan stan pameran sambil mengklakson Srikandi cantik
penjaga pameran yang tersenyum indah.Kira kira jarak sepuluh meter dari
pintu kompleks pameran..kini angdesnya ada di bibir pantai selatan di kota
T.Mereka berdua hanya bisa bengong untuk beberapa saat.Pak Sarmin mencoba
menjalankan angdesnya menjauhi pantai.Suara gemuruh ombak terdengar sangat
jelas.
,"ra,Mungkin kita telah mengantarkan penghuni gaib sedang U ke pameran gaib
keraton kidul di pantai selatan bukan istana merdeka Republik
Indonesia,"jelas Pak Sarmin yang merogoh saku bajunya..dan lembaran eyang
harto lagi mesem alias lima puluh ribu kini berganti lembaran rumput
laut,bukankah saat di terima tadi itu benar benar uang?."
,"tidak apa apa.besok pasti pak sarmin mendapat gantinya,yang penting kita
selamat,"ucap Ara.
Lelaki setengah baya itu mengangguk.
,"kita ke warung dekat sini dulu ya mbak..bapak masih gemetar,mau minum
kopi susu dulu,"ucap Pak Sarmin ,Ara mengangguk.
Saat itu pintu mobil di gedor..Pak Ara dan Sarmin saling
berpandangan..manusia apa bukan yang mengedor pintu angdes.
,"siapa?."tanya pak Sarmin menyalakan lampu mobil dan di depannya ada
montor yang Ara tahu siapa pemiliknya?."
Siapa lagi kalau bukan Arya karmapala..dia berbalik ke arah pintu yang
sudah pak Sarmin buka!."ya cowok itu adalah Arya Karmapala,Cowok yang di
rindukannya.
,"kalian baik baik saja?."tanya Arya panik memandang Ara penuh mesra.Mereka
saling berpandangan
,"kasihan..keduanya masih saling mencintai ini pasti ulah si kentung genit
itu,"gerutu pak Sarmin dalam hati.
Sementara itu di rumah Darmi,Ken tampak bete berat karena Arya tidak tampak
batang hidungnya..Jelas saja dia jadi ejekan Lia sama Ara yang berdue
menyanyi lagu malam minggu milik PMR
BANJIR DI MALAM MINGGU-PMR (Pengantar Minum Racun)

Hujan di malam minggu
aku tak datang padamu
Bukan aku tak mau sayang
hujan di malam minggu 2× Tanjung katung airnya biru
Pantai jernih indah lautnya
Terkatung-katung menunggu-nunggu
aku bercermin untuk siapa
Terkatung-katung menunggu-nunggu
Aku menyanyi lagu merana
Aku menunggu sampai jam satu
Namun kau tak datang juga
Mana janjimu mana sumpahmu
Yang s'lalu kau ucapkan dulu
Katanya gunung akan kau daki
Lautan luas engkau sebrangi
Tapi mengapa karena hujan saja
Engkau takut dan batalkan janji
Aku telah berjanji,berjumpa dimalam itu
Tapi aku tak datang sayang,hujan di malam minggu 2x
Hujan di malam minggu,engkau tak datang padaku
Bukan aku tak mau sayang
hujan di malam minggu 2x

Ken mendengus marah..melempar bantal kursi ke muka Lia tapi kali ini Lia
nggak marah malah makin cekakakan karena dendam membaranya terbalas sudah
sedang Darmi hanya geleng geleng kepala.
Gempuran ombak membelah bibir pantai dan karang karang di pantai ini..Ara
menatap laut selatan ini..
Di belakangnya Arya Karmapala datang mendekat
,"ra..kau sudah tenang sekarang?."tanyanya lembut
,Ara berbalik dan tersenyum pada Arya..membuat hati cowok itu berdebur
hebat seperti ombak laut selatan
,"aku masih sangat...sangat mencintaimu!."bisik hati Arya.
,"kak arya..kenapa kau di sini?."
,"aku sengaja membututimu ra..karena tadi aku ketemu mereka bertiga saat
aku mau ke rumah darmi..mereka mempunyai cupit seperti laba laba..jadi saat
melihat kau di bawa pak Sarmin aku segera mengikutimu,aku takut mereka
numpang angdes yang kau naiki."dan ternyata benar,"jelas Arya.
Ara tersenyum lagi..dia tidak secanggung dulu sama cowok..ini pasti didikan
Rana Purbaya,Jadi kangen deh!."
,"tadi aku sempat shock berat lho ra..karena angdes pak sarmin yang kau
naiki mengambang di atas laut seperti perahu dan bisa berjalan seperti
perahu..yang bisa ku lakukan hanya berdoa pada tuhan agar kau selamat..dan
syukur ra..angdes itu berjalan kembali ke pantai."
mendengar itu Ara menutup mulutnya lalu memegang kerah bajunya untuk
menetralisir takutnya..Tapi sedetik kemudian dia berteriak heboh saat ada
bintang jatuh dan menari nari..Arya menaikkan alisnya..Dia tidak pernah
melihat Ara seceria ini..harus di akui cowok hitam manis kalau ini malam
minggu paling indah dalam hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar