Jumat, 18 Maret 2016

Ketua Pemuda Perindo: Kader IMM Siap Hadapi MEA

Ketua Pemuda Perindo: Kader IMM Harus Siap Hadapi MEA

MEDAN- Menyambut milad ke-52 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pengurus
DPD IMM Sumatera Utara menggelar forum diskusi bertajukYoung Leader Speakdi
kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Sabtu (12/3/2016). Ketua
Umum DPP Pemuda Perindo Effendi Syahputra hadir sebagai salah satu
pemateri.Diskusi ini mengupas tentang strategi dan peranan pemuda dalam
menghadapi MEA. Effendi mengatakan, dalam menghadapi MEA 2016, mau tidak
mau para pemuda, khususnya mahasiswa harus mengubah pola dan paradigma
mereka.Selama ini mereka hanya berorientasi lulus kuliah dengan nilai
tinggi dan melamar menjadi PNS. Saat ini mereka sudah harus berpikir sedini
mungkin bagaimana bisa tumbuh sebagai wirausaha muda dan setelah lulus
kuliah bisa menjadi pengusaha yang dapat berperan penting bagi kemajuan
ekonomi bangsa.Jika hal itu tidak dilakukan, Effendi khawatir pemuda-pemuda
Indonesia nantinya hanya akan menjadi penonton dan objek dari MEA 2016.
Padahal posisi Indonesia sangat strategis dan menjadi negara penentu bagi
MEA. Alasannya setengah pasar MEA ada di Indonesia."MEA ini positifnya
membuka pasar yang lebih luas kepada kita. Tadinya pasar kita 250 juta
masyarakat Indonesia. Dengan adanya MEA, pasarmenjadi 600 juta lebih
masyarakat ASEAN. Masalahnya apakah kita dapat merebut pasar baru tersebut
atau malah kebalikan pasar kita yang luas ini yang menjadi lahan baru bagi
masyarakat dari luar?" ungkap Effendi.Pendiri Partai Perindo ini pun
berharappara mahasiswa ke depan tidak sekadar belajar secara akademis.
Mahasiswa juga harus mengembangkan diri untuk meningkatkan keahlian dan
kreativitasyang berguna untuk menjadikan dirinya terampil dan memiliki
keahlian khusus."Kita harus mulai berpikir bahwa kita tidak hanya menjadi
raja di kandang kita sendiri, tapi bisa menjelajah pasarMalaysia, Thailand,
Vietnam, Singapura, dan negara-negara ASEAN lainnya," tandasnya.Effendi
juga berpesan kepada kader IMM agar tidak perlu lagi protes, demoatau
mendebat kehadiran MEA. Hal inikarena MEA telah disepakati bersama
negara-negara ASEAN 10 tahun lalu. Yang perlu dilakukan adalah kebijakanini
harus dikawal agar tidak terjadi kecolongan regulasi model MEA ini."Bagi
saya mari sama-sama kita hadapi MEA ini dengan "jantan". Bangsa kita ini
bangsa pejuang, nenekmoyang kita aja dulu heroik mengusir penjajah, masa
kita disuruh perangskill aja keder(takut)," tegasnya.Hadir sebagai pemateri
dalam diskusi tersebut Mora Harahap (Ketua DPP Pemuda Muhammadiyah) dan
Taufan Putrev Korompot (Ketua DPP IMM). Ketua Panitia Muhammad Gusti
menjelaskan, acara tersebut sengaja mengundang tokoh-tokoh muda nasional
agar lebih memberi pencerahan bagi kader-kader IMM Sumut bahwa pentingnya
persiapan dini mereka dalam menghadapi MEA 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar