Jumat, 03 Juni 2016

Duda Mencari Cinta bag 1

Duda Mencari Cinta bag 1

Jarwo membonceng kedua anaknya memakai motor matic yang sekarang lagi
ngetrend walau awalnya salah satu produsen besar motor ini,mengkhususkan
untuk wanita tapi kenyataannya sekarang laki laki banyak yang memakai,kalau
Jarwo membelinya agar mudah membonceng keduaanaknya,Narmita duduk di
belakang sedang Nastiti berdiri di depan.
Kami berencana melihat film dokumenter yang di putar di lapangan desa,di
sponsori produsen handycam dan kamera digital terkenal diIndonesia.
Tiba di perempatan dekat pasar desa,Jarwo melihat Rindiani,pria ini buru
buru membuang muka,sekilas Jarwo lihat Ani tersinggung,maklum diaadalah
janda Yanuar,teman masa kecilnya sekaligus musuh karena dia petani sawit
cerdas yang berani mendebat Jarwo,seorang sarjana yang dihormati masyarakat
desa apa lagi dia seorang Kepala Sekolah,wajar jika egonya bicara,tidak mau
kalah dengan Yanuar,istrinya cantik putih,tinggi dan padat berisi kata
bapak Jarwo,tapi Jarwo tidak pernah memandangnya jadi sulit menilai tapi
model seperti itu bukan tipenya,terlalu banyak tonjolan di sana sini.
Malam ini cerah,walau masih bulan sabit,lapangan tengah desa sudah dipadati
orang orang,tengah lapangan ada layar putih besar,suasana seperti ini
mengingatkan Jarwo pada layar tancap keliling yang digunakan perusahaan
rokok untuk menjual dan mempromosikan produknya beberapa tahun silam waktu
Jarwo masih sekolah di Jawa belum mengikuti bapaknya transmigrasi ke
Sumatera.
,"para pengunjung kami akan memutarkan film dokumenter tentang daerah ini
beberapa tahun silam,di ambil tanpa sengaja seorang mahasiswa yang kuliah
kerja nyata waktu itu di desa ini,"
,"pett!,"
lampu di matikan,tak berapa lama,layar putih di hiasi gambar hidup seorang
pria membonceng seorang wanita menuju arah penonton,tak berapa lama dia
kembali membawa dua wanita ke arah menjauhi penonton,seorang wanita keluar
dari balik pohon dengan mulutnya mewek,airmatanya mengalir membasahi kedua
pipinya,tapi penonton justru tertawa,ekspresi mukanya lucu,wanita itu
memaki laki laki tadi
,"dasar buaya darat..!,"kucing belang...!,"kadal
kebon..!,"akumoh..karo..kowe!,"tangannya mengambil sepatu highells yang di
pakainya,melemparkan kearah laki laki pengendara montor untung tidak kena!,"
,"gedubrak!,"laki laki itu Jarwo sedang kedua wanita yang di
bonceng,pertama adik kandungnya yang kedua Armina,mantan murid SMP Jarwo
waktu dulu,saat dia masih guru honorer,anaknya pintar,lumayan
manis,sebenarnya cinta Jarwo pernah hampir parkir padanya sayang dia
pacaran dulu dengan kakak kelasnya waktu SMA tapi wanita ketiganya membuat
Jarwo seperti kena sambaran petir
,"glerr..!,"
dia Rindiani,pria menoleh tepat bersamaan Ani menoleh,mereka saling
berpandangan,Jarwo merasa mata Ani indah,menusuk ke ulu hatinya tapi dia
coba tepiskan perasaan itu
,"nggak mungkinlah,aku tertarik model begini!,"Jarwo membalik muka
bersamaan ani juga membalik muka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar